teknik apa sajakah yang harus diperhatikan dalam budidaya satwa harapan

Formulasi Ransum Berbasis Bahan Pakan Lokal

Aflah Indonesia – Pakan merupakan unsur utama kebutuhan ternak.  Pakan bisa dikatakan faktor penentu keberhasilan usaha ternak.  Melalui pakan inilah, harapan terhadap produksi dapat ditambatkan.   Apabila pakan baik maka produksi akan baik begitu pula sebaliknya.  Mengapa demikian?  Karena dalam pakan tersebut mengandung nutrisi yang dibutuhkan ternak.  Beberapa nutrisi penting/umum terkandung dalam bahan pakan adalah sebagai berikut:

  1. Energi, diperlukan untuk memenuhui kebutuhna hidup pokok dan beraktifitas.  Energi biasa dinyatakan dalam NE, ME, GE, DE,
  2. Protein, diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok, pertumbuhan, produksi, dan reproduksi,
  3. Mineral, diperlukan ternak untuk pertumbuhan tulang dan perbaikan jaringan, kofaktor enzim/hormon, menjaga keseimbangan pH/cairan tubuh, dan pembentukan mineral susu,
  4. Vitamin, sebagai katalisator dalam proses metablisme.

Ada beberapa pengertian yang harus kita pahami sebelum kita membicakan tentang formulasi ransum.  Di dalam Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia nomor 119/Permentan/OT.140/10/2014 disebutkan, bahwa pengertian bahan pakan adalah: bahan hasil pertanian, perikanan, peternakan, atau bahan lain yang layak dipergunakan sebagai bahan pakan, baik yang telah diolah maupun yang belum diolah
ransum, sedangkan pakan adalah: makanan tunggal atau campuran, baik yang diolah maupun tidak, yang diberikan kepada hewan untuk kelangsungan hidup, berproduksi, berkembangbiak.  Selain itu kita juga harus memahami pengertian ransum, yaitu: pakan yang diberikan kepada  ternak selama 24 jam, pemberiannya   dapat  satu kali atau  beberapa kali.  Ransum seimbang, yaitu  ransum yang diberikan selama 24 jam yang mengandung   semua   zat   makanan  dalam kuantitas,   kualitas  serta   perbandingan yang   cukup   untuk  memenuhi  kebutuhan zat     makanan   yang   diperlukan    ternak sesuai  dengan tujuan pemeliharaan.

Formulasi Ransum Berbasis Bahan Pakan Lokal

Formulasi ransum adalah susunan/formula bahan pakan yang akan diberikan kepada ternak selama 24 jam.  Dalam menyusun formulasi pakan haruslah seimbang antara semua unsur nutrisi di atas.  Seimbang di sini dalam pengertian sesuai dengan kebutuhan ternak.

Langkah dalam membuat formulasi ransum adalah:

  1. Mengetahui status fisiologis ternak.  Sebelum kita akan membuat formulasi ransum, kita harus mengetahui ternak yang akan kita buatkan ransumnya sedang dalam fase apa, sebagai contoh apabila untuk ternak ruminansia : pedet, pedet lepas sapih, dara, bunting, laktasi, produksi (susu/penggemukan).
  2. Menentukan data kebutuhan nutrisi.  Kebutuhan nutrisi berkaitan erat dengan fase fisiologis ternak.  Setiap fase fisiologis berbeda kebutuhan nutrisi, oleh karena itu informasi status fisiologi ternak ini menjadi penting agar formulasi ransum yang kita buat menjadi tepat dan sesuai dengan kebutuhan.  Data kebutuhan nutrisi pada setiap fase dapat menggunakan standar yang sudah ada dan biasa digunakan, seperti NRC dan AEC.  Sebagai contoh dalam NRC disebutkan untuk sapi potong
  3. Menentukan bahan pakan dan kandungan nutrisinya.  Dalam menyusun ransum, kita harus menentukan bahan pakan apa saja yang akan digunakan dan apa saja kandungan nutrisi yang dimilikinya.  Sebuah ransum sederhana biasanya berpatokan pada energi dan protein kasar.  Pengetahuan bahan pakan sebagai sumber nutrisi tertentu, terutama pada bahan pakan lokal menjadi penting.  Karena dalam membuat formulasi ransum yang diinginkan adalah dengan harga yang murah namun memiliki kualitas yang baik.  Ransum yang seperti itu harus menggunakan bahan pakan lokal.  Hal penting lain dalam menentukan bahan pakan adalah informasi terkait dengan batasan penggunakan pakan tersebut dalam pakan/ransum, kandungan anti nutrisi, dan kualitas bahan pakan yang digunakan.
  4. Menentukan metode penyusunan ransum.  Ada beberapa metode penyusunan ransum, yaitu: pearson square, trial n error, yang paling paling praktis adalah menggunakan aplikasi.  Saat kita menyusun ransum bisa memilih salah satu metode tersebut sesuai dengan yang kita pahami dan butuhkan.
  5. Mulai membuat formulasi ransum sesuai dengan data yg sudah disiapkan
  6. Meneliti kembali formulasi yang telah dibuat

Baca juga : Manajemen Pemeliharaan Dan Pakan Pembesaran Sapi Perah

Dengan mahalnya harga pakan di pasaran, seharusnya pakan lokallah yang dapat menggantikan.  Sehingga dengan demikian peternak selalu mendapatkan pakan dengan harga murah dan berkualitas.  Penggalian sumber bahan pakan lokal perlu terus dilakukan dan dikembangkan sesuai dengan potensi daerah. Apabila menilik dari bahan pakan lokal yang sudah diketahui, ternyata banyak diantaranya yang memiliki kandungan nutrisi yang baik, baik itu sebagai sumber energi maupun sebagai sumber protein.

Sumber bahan pakan lokal itu dapat berupa hijauan (rumput dan legum), limbah pertanian, dan pakan alternatif.  Beberapa contoh berupa hijauan seperti : anggrass, rumput rawa, legum pohon (daun kaliandra, daun bauhemia, daun lamtoro, daun turi, dll), kayambang, eceng gondok.  Beberapa contoh berupa limbah pertanian adalah: jerami jagung, jerami kacang tanah, jerami kedelai, pangkal umbi singkong, singkong bagian batang dan daun.  Beberapa contoh berupa pakan alternatif: kulit kopi (yang keras), kulit ari kopi, kulit pisang, ampas maizena, keong mas, kopra, kulit kakao, bungkil inti sawit, ampas kecap, kulit ari kedelai, kulit ari kacang hijau.

Dengan adanya informasi terkait dengan sumber bahan pakan lokal yang terus menerus di diseminasikan kepada para peternak, maka peternak yang melakukan self mixing (mencapur pakan sendiri) tidak perlu mendatangkan bahan baku pakan dari luar daerah.  Dengan demikian setiap daerah dapat membuat formula pakan atau formulasi ransum sesuai dengan potensi yang ada di wilayah tersebut, sehingga peternak mendapatkan pakan/ransum dengan harga yang murah dan berkualitas.