tanda tanda mental terganggu

Ini Ciri-Ciri Seseorang Mengalami Gangguan Kesehatan Mental

Aflah Indonesia – Menjaga kesehatan fisik itu sama pentingnya dengan menjaga kesehatan mental. Perlu dipahami, gangguan kesehatan mental sebenarnya suatu kondisi yang umum terjadi. Sama seperti penyakit pada fisik, gangguan kesehatan mental juga perlu diatasi, agar tidak mengganggu kualitas hidup pengidapnya.

Jika dijelaskan secara medis, gangguan kesehatan mental terjadi ketika keseimbangan kimiawi di otak terganggu. Akibatnya, terjadilah gangguan pada cara berpikir, bertindak, dan merasakan sesuatu, serta cara memandang segala sesuatu dalam kehidupan. Lantas, bagaimana ciri seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental?

Ciri-Ciri Gangguan Kesehatan Mental

Ini Ciri-Ciri Seseorang Mengalami Gangguan Kesehatan Mental

Sebenarnya, jika berbicara mengenai gangguan kesehatan mental, jenisnya ada banyak sekali. Beberapa yang umum terjadi adalah depresi, gangguan bipolar, gangguan kecemasan, PTSD, OCD, dan psikosis. Ada jenis gangguan kesehatan mental yang hanya terjadi pada suatu kelompok orang, misalnya postpartum depression yang hanya terjadi pada wanita setelah melahirkan.

Meski jenisnya banyak, ada beberapa gejala umum yang dialami seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental. Gangguan kesehatan mental juga bisa memengaruhi kesehatan fisik.

Itulah sebabnya orang dengan gangguan kesehatan mental sering mengeluhkan gejala yang mengganggu kehidupan dan pekerjaan mereka. Gejala tersebut berupa perubahan suasana hati, kepribadian, kebiasaan, dan penarikan diri dari lingkungan sosial.

Secara umum, berikut ini ciri-ciri seseorang mengalami gangguan kesehatan mental:

  • Merasa sedih berkepanjangan, kadang tanpa sebab yang jelas.
  • Mati rasa atau tak peduli dengan lingkungan sekitar.
  • Merasa lelah yang signifikan, tidak berenergi, dan mengalami masalah tidur.
  • Sering marah berlebihan dan sangat sensitif.
  • Merasa putus asa dan tak berdaya.
  • Sering merasa bingung, khawatir, atau takut.
  • Memiliki pengalaman buruk yang tidak bisa dilupakan.
  • Mengalami delusi, paranoia, atau halusinasi.
  • Merasa sulit untuk berkonsentrasi.
  • Merasa takut atau khawatir berlebihan, atau dihantui perasaan bersalah.
  • Perubahan suasana hati yang drastis.
  • Cenderung menarik diri dari lingkungan sosial.
  • Tidak mampu mengatasi stres atau masalah sehari-hari.
  • Memiliki pikiran untuk bunuh diri.

Baca juga : Macam-Macam Perpindahan Kalor: Konduksi, Konveksi & Radiasi | Fisika Kelas 11

Apa Penyebab Gangguan Kesehatan Mental?

Sebenarnya, hampir setiap gangguan kesehatan mental tidak bisa diketahui penyebabnya secara pasti. Berbeda dengan penyakit fisik, gangguan kesehatan mental bisa terjadi karena berbagai faktor atau kombinasinya. Namun, secara umum, berikut ini hal yang bisa jadi faktor pemicu gangguan kesehatan mental:

  • Stres berat atau berkepanjangan.
  • Mengalami peristiwa traumatis, seperti pertempuran militer, kecelakaan serius, atau kejahatan yang pernah dialami di masa lalu.
  • Kekerasan dalam rumah tangga.
  • Kekerasan atau pelecehan ketika masih kecil.
  • Faktor genetik atau keturunan.
  • Kelainan pada struktur kimia otak.
  • Pernah mengalami cedera kepala berat.
  • Merasa terisolasi secara sosial atau kesepian.
  • Menjadi pengangguran atau kehilangan pekerjaan.
  • Mengalami kerugian sosial, kemiskinan atau terlilit hutang.
  • Mengalami diskriminasi dan stigma negatif.
  • Kematian orang terdekat.
  • Menjadi tunawisma atau lingkungan perumahan yang buruk.
  • Sedang merawat anggota keluarga atau teman.

Untuk mengetahui apa penyebab pasti dari gangguan kesehatan mental yang dialami, dibutuhkan konseling lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Jadi, jangan takut meminta bantuan profesional, jika mengalami gejala gangguan kesehatan mental.

Perawatan dan pengobatan yang tepat dapat membuat gangguan mental yang dialami dapat sembuh dengan cepat. Meski ada juga beberapa orang yang membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk pulih. Namun, semakin cepat gejala gangguan kesehatan mental disadari dan diobati, peluang untuk sembuh pun akan cukup besar.