stepa adalah

Ciri-ciri Bioma Tundra, Taiga, Sabana, Stepa, Gurun, dan Hutan

Aflah Indonesia – Salah satu istilah penting dalam kajian persebaran flora dan fauna di dunia adalah bioma. Istilah tersebut merujuk kepada salah satu bagian dari biosfer.

Semua tempat di bumi yang mendukung kehidupan dan keberadaan makhluk hidup, yang di dalamnya termasuk flora dan fauna, disebut dengan biosfer. Adapun kondisi persebaran biosfer di permukaan bumi merupakan salah satu fokus perhatian dalam biogeografi. Bidang terakhir adalah salah satu cabang khusus dalam ilmu geografi.

Lantas, apa itu bioma? Dari segi definisi, bioma merupakan bagian biosfer yang berupa bentang lahan di daratan, dengan karakteristik khas sesuai kondisi iklim dan jenis flora-fauna tertentu yang mendominasinya.

Ada 3 subjek umum yang terdapat di bioma, yakni produsen, konsumen, dan pengurai atau decomposer. Kondisi bioma sering kali selaras dengan posisi geografis dan astronomis wilayahnya. Karakteristik bioma juga ditentukan oleh struktur tumbuhan (semak, pohon, dan rerumputan). Karena itu, unsur vegetasi lebih dominan menunjukkan karakteristik suatu bioma.

Macam-macam Bioma dan Ciri-cirinya

Ciri-ciri Bioma Tundra, Taiga, Sabana, Stepa, Gurun, dan Hutan

 

Mengutip publikasi resmi UPI, bioma tumbuhan di dunia dapat dibagi menjadi tiga jenis umum berdasarkan letak garis lintang, ketinggian tempat, dan karakteristik floranya. Ketiganya adalah bioma hutan, bioma padang rumput, bioma gurun.

Pembagian 3 jenis umum itu masih bisa diperluas. Jika pembedaannya diperluas, setidaknya ada 7 jenis bioma di permukaan bumi. Ketujuh jenis itu adalah bioma hutan hujan tropis, bioma hutan gugur, bioma padang rumput (steppa), bioma sabana, bioma gurun, bioma taiga, dan bioma tundra. Masing-masing dari bioma itu mempunyai ciri khas yang berlainan.

Penjelasan mengenai masing-masing dari 7 jenis bioma tersebut beserta ciri-cirinya, sebagaimana dirangkum dari Modul Geografi XI KD. 3.2 dan 4.2 (2020) terbitan Kemdikbud dan sejumlah sumber lain, adalah sebagai berikut.

1. Bioma Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis merupakan bioma hutan yang selalu basah atau lembab, serta mempunyai keanekaragaman vegetasi (tumbuhan) sangat tinggi. Karena itu, hutan hujan tropis pada umumnya lebat.

Hutan Hujan Tropis bisa ditemukan keberadaannya di wilayah yang dilalui oleh garis khatulistiwa. Lokasi bioma ini biasanya berada di garis lintang: 0°–10°LU/LS.

Perkembangan hutan hujan tropis perlu dukungan curah hujan tinggi, yakni dengan intensitas rata-rata lebih dari 2000 mm per tahun. Hujan hujan tropis umumnya tumbuh di wilayah yang suhu udaranya rata-rata 20-30 derajat celcius.

Kawasan yang selama ini menjadi lokasi persebaran dominan hujan hujan tropis adalah sebagian Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik, Amerika tengah, Amerika Selatan, Sebagian Afrika, dan Kepulauan Madagaskar. Contoh hujan tropis adalah hutan di Pulau Kalimantan dan hutan Amazon di Brasil.

Ciri- ciri bioma hutan hujan tropis adalah sebagai berikut:

  • Berada di wilayah dengan curah hujan tinggi dan merata sepanjang tahun, yaitu lebih dari 2.000 mm per tahun.
  • Memiliki pohon-pohon utama yang mempunyai ketinggian antara 20–40 m.
  • Cabang pohon berdaun lebat dan lebar, serta hijau sepanjang tahun.
  • Mendapat sinar matahari yang cukup, tetapi sinar matahari tidak dapat menembus dasar hutan karena tertutup pepohonan yang lebat.
  • Permukaan tanahnya lembab dan sering tergenang air.
  • Suhu udara antara 25°-30°C.

2. Bioma Hutan Gugur

Bioma hutan gugur merupakan bioma yang vegetasinya didominasi oleh tumbuhan peluruh atau tumbuhan yang menggugurkan daunnya pada musim tertentu. Bioma ini mengalami empat musim, yaitu panas, gugur, dingin, dan semi.

Salah satu ciri khas bioma hutan iklim sedang ini adalah warna daun yang berwarna oranye keemasan. Pendeknya hari merangsang tanaman menarik klorofil dari daun sehingga diisi pigmen lain. Ciri khas lainnya, pepohonan di bioma tersebut menggugurkan daun (meranggas) saat menjelang musim dingin.

Bioma ini umumnya ada di wilayah dengan letak di antara 30-40 garis lintang. Hutan gugur banyak ditemukan di Asia Timur, Amerika Serikat, dan Eropa Barat.

Ciri-ciri bioma hutan gugur adalah sebagai berikut:

  • Memiliki curah hujan merata antara 750-1.000 mm per tahun.
  • Suhu rata-rata mencapai 2-18 derajat celcius.
  • Vegetasi hutan gugur umumnya memiliki daun yang lebar, tajuk yang rapat, hijau pada musim panas, dan menggugurkan daun pada musim dingin.
  • Hutan gugur memiliki jenis tumbuhan yang relatif sedikit.
  • Hutan gugur mengalami musim panas yang hangat dan musim dingin yang tidak terlalu dingin.
  • Terletak di daerah yang mengalami 4t musim, yakni musim panas, dingin, semi dan gugur.

Klik juga : Pembagian Kawasan Benua Amerika, Eropa, Afrika, Asia, Australia

3. Bioma Stepa (Padang Rumput)

Stepa atau padang rumput merupakan ekosistem yang didominasi oleh vegetasi berbagai jenis rumput dan tidak ada pohon maupun semak-semak besar di wilayah itu. Pepohonan sulit tumbuh di Stepa karena curah hujan yang rendah dan tidak merata.

Stepa bisa berkembang di wilayah beriklim tropis dan subtropis. Padang rumput stepa bisa ditemukan di sejumlah daerah tropis sampai dengan wilayah iklim sedang, seperti Hongaria, Rusia Selatan, Asia Tengah, Amerika Selatan, dan Australia.

Ciri-ciri bioma padang rumput (Stepa) adalah sebagai berikut:

  • Merupakan padang rumput yang terletak di wilayah dengan ilkim sedang
  • Banyak terdapat di daerah Eropa timur, Amerika utara, Asia barat, dan Afrika
  • Vegetasi rumput yang luas
  • Suhu 19-30 derajat celcius saat musim panas, 12-20 derajat celcius saat musim dingin
  • Curah hujan tidak teratur, antara 250 – 500 mm/tahun.
  • Adanya jenis rumput yang tingginya mencapai 3,5 m.

4. Bioma Sabana

Bioma sabana merupakan padang rumput yang masih diselingi oleh pepohonan atau semak-semak seperti palem dan akasia. Sabana termasuk tipe ekosistem di dataran rendah maupun tinggi, dengan beberapa pohon tersebar tidak merata dan lapisan bawahnya didominasi rerumputan.

Sabana bisa tumbuh di wilayah tropis maupun subtropis, atau kawasan yang memiliki curah hujan rendah rendah. Bioma ini juga disebut padang rumput tropis karena iklimnya tidak terlalu kering untuk melahirkan gurun pasir, dan tak terlampau basah untuk mendukung tumbuhnya hutan. Bioma sabana banyak terdapat di Afrika, Amerika Selatan, Australia, dan Indonesia (Nusa Tenggara Timur).

Meski umumnya berada di kawasan kering, di sejumlah kasus, Sabana juga bisa berkembang di kawasan dengan curah hujan yang lumayan tinggi. Di Indonesia, misalnya, sabana muncul di Baluran (Jawa Timur), Bali Barat, dan Rinjani (Lombok, NTB).

Ciri-ciri bioma sabana adalah sebagai berikut.

  • Terdapat di kawasan yang tidak jauh dari daerah khatulistiwa (iklim tropis).
  • Memiliki suhu panas sepanjang tahun.
  • Memiliki curah hujan yang sedang dan tidak teratur.
  • Porositas (air yang meresap ke tanah) dan drainase (pengarian) cukup baik.

5. Bioma Gurun

Bioma gurun merupakan ekosistem darat yang ditandai dengan lingkungan beriklim kering dan curah hujan yang sangat sedikit. Curah hujan tahunan di bioma gurun rata-rata kurang dari 250 mm per tahun. Bioma gurun dan setengah gurun banyak ditemukan di Amerika Utara, Afrika Utara, Australia dan Asia Barat.

Gurun pasir memiliki tingkat penguapan tinggi sehingga jarang vegetasi bisa tumbuh di bioma ini. Tumbuhan yang ditemukan di bioma ini umumnya memiliki akar sangat panjang dan berdaun kecil. Perbedaan suhu pada malam dan siang hari di bioma gurun juga sangat timpang.

Ciri-ciri bioma gurun adalah sebagai berikut:

  • Memiliki curah hujan yang sangat rendah, kurang dari 250 mm/tahun.
  • Tingkat evaporasi (penguapan) di gurun tinggi dan lebih cepat daripada presipitasi (hujan).
  • Memiliki perbedaan suhu udara yang sangat tinggi antara siang dan malam.
  • Suhu udara gurun pada siang hari sangat panas (bisa sampai 450 derajat celcius)
  • Suhu udara gurun pada malam hari sangat dingin (bisa sampai 0 derajat celcius).
  • Tanah di gurun didominasi pasir yang sangat tandus karena tidak dapat menampung air.
  • Kelembapan udara di gurun rendah.
  • Tingkat deflasi (pengikisan tanah) gurun sangat tinggi.

6. Bioma Taiga

Bioma Taiga adalah ekosistem yang berada di hutan dengan satu spesies pohon. Spesies tersebut misalnya seperti pinus, konifer, cemara dan lainnya yang sejenis. Secara umum, bioma Taiga merupakan jenis hutan homogen yang didominasi satu spesies pohon berdaun jarum.

Bioma hutan taiga banyak tumbuh di antara wilayah subtropika dan daerah kutub, tepatnya belahan bumi utara yang memiliki musim dingin lebih panjang daripada musim panas. Contohnya ialah Skandinavia, Rusia, Siberia, Alaska, dan Kanada.

Ciri-ciri bioma taiga adalah sebagai berikut:

  • Suhu di kawasan bioma taiga mencapai 90°F atau lebih pada musim panas.
  • Bioma taiga memiliki musim dingin yang berlangsung panjang.
  • Musim kemarau yang panas di bioma taiga berlangsung sangat singkat, sekitar 1-3 bulan.
  • Daerah bioma taiga sangat basah karena penguapannya rendah.
  • Jenis tumbuhan di bioma taiga sangat sedikit, umumnya hanya 2-3 macam.

7. Bioma Tundra

Bioma tundra adalah kawasan yang berada di sekitar kutub utara dan sebagian kutub selatan. Di bioma tundra, tidak ditemukan pepohonan.

Hanya ada tumbuhan kecil sejenis rumput-rumputan berbunga kecil dan lumut di bioma tundra. Selain itu, fauna yang ditemukan di bioma tundra umumnya adalah beruang dan rusa kutub.

Kawasan bioma tundra memiliki suhu rendah, yakni di bawah 0 derajat celcius. Kondisi ini membuat tidak banyak flora dan fauna mampu bertahan dan berkembang di bioma tundra. Apalagi, wilayah bioma tundra jarang sekali menerima sinar matahari. Dalam waktu berbulan-bulan, matahari bisa tidak terbit di kawasan tersebut.

Ciri-ciri bioma tundra adalah sebagai berikut:

  • Hampir di setiap wilayah bioma tundra tertutup oleh salju atau es.
  • Wilayah bioma tundra mengalami musim dingin yang panjang dan gelap, dan juga musim panas dengan hari siang yang panjang, karena gerak semu matahari hanya sampai di posisi 23,5° LU/LS.
  • Usia tumbuh tanaman sangat pendek, antara 30-120 hari (4 bulan) saja.
  • Fauna di bioma tundra kebanyakan adalah hewan yang memiliki bulu dan lapisan lemak tebal, yang dapat menjaga suhu tubuhnya tetap hangat.