seni di indonesia

Profil dan Informasi Lengkap Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta

Aflah Indonesia – Kesenian adalah salah satu yang nggak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Terlebih, manusia itu adalah makhluk yang suka keindahan. Coba deh kamu bayangin kalau di dunia ini nggak ada seni. Feeds Instagram kamu pasti rasanya sepi banget, konten-konten YouTube yang biasa kamu tonton juga terasa membosankan. Dunia jadi cuma ada hitam dan putih.

Sama seperti ilmu lainnya, seni pun dapat dipelajari. Banyak sekolah-sekolah atau kursus kesenian yang bisa mengembangkan bakat dan minat kamu. Di Indonesia sendiri, institut seni tersebar di berbagai provinsi, salah satunya adalah Institut Seni Indonesia Yogyakarta, atau sering disingkat dengan ISI Jogja.

ISI Jogja ini berdiri atas fusi (penggabungan) tiga pendidikan seni di Indonesia, yaitu Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSRI), Akademi Musik Indonesia (AMI), dan Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI). Institut ini sudah melahirkan banyak sekali seniman terkenal, loh, seperti artis dan sinden Soimah, sutradara Ifa Isfansyah, dan penari Didik Nini Thowok.

Baca juga : ­Jurusan Perpajakan – Inikah Pilihan Kuliah yang Tepat Untukmu?

Sejarah Singkat ISI Jogja

Institut Seni Indonesia

Seperti yang disebutkan sebelumnya, cikal bakal pendirian ISI Jogja ini berawal dari tiga sekolah tinggi seni di Indonesia. Pertama, ada Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI), yang sudah ada sejak tahun 1950. ASRI pun kemudian berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSRI). Kedua, ada Akademi Musik Indonesia (AMI) yang lahir pada tahun 1961, dan Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) yang berdiri pada tahun 1963.

Pada awal tahun 1973, dibukalah sidang antara pimpinan STSRI, AMI, ASTI, dan beberapa perwakilan dari akademi kesenian lainnya. Sidang ini juga dihadiri oleh pejabat dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Dari sini dihasilkan kesepakatan untuk membentuk suatu lembaga pendidikan tinggi seni yang lebih luas cakupannya. Akhirnya, ISI Jogja resmi berdiri pada tanggal 23 Juli 1984 berdasarkan Keputusan Presiden RI No.39/1984 tanggal 30 Mei 1984.

Akreditasi dan Ranking ISI Jogja

  • Akreditasi A oleh BAN-PT
  • #51 – 100 untuk subjek Seni Pertunjukan versi QS World University Rankings
  • #101 – 150 untuk subjek Seni dan Desain versi QS World University Rankings

Fakultas dan Jurusan ISI Jogja

ISI Jogja memiliki 3 (tiga) fakultas yang dibagi lagi menjadi beberapa program studi. Selain program diploma dan sarjana, ISI Jogja juga membuka program pascasarjana untuk bidang studi Pengkajian dan Penciptaan Seni, loh. Untuk lebih jelasnya, yuk, lihat tabel di bawah ini.

Jalur Penerimaan ISI Jogja

Sebagai perguruan tinggi negeri, ISI Jogja memiliki 3 (tiga) jalur masuk penerimaan mahasiswa baru. Yaitu, SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri. Berikut Brain Academy rangkum beberapa persyaratan khusus dan umum yang harus kamu penuhi.

Persyaratan Kesehatan Bagi Calon Mahasiswa ISI Jogja (untuk semua jalur penerimaan)

  • Untuk Fakultas Seni Pertunjukan: sehat paru-paru, sehat THT, tidak tunawicara, tidak gagap, dan tidak cacat fisik yang dapat menghambat proses pembelajaran, serta tidak buta warna
  • Untuk Fakultas Seni Rupa: tidak buta warna, tidak tunawicara, tidak gagap, dan tidak cacat fisik yang dapat menghambat proses pembelajaran
  • Untuk Fakultas Seni Media Rekam: tidak buta warna, dan tidak cacat fisik yang dapat menghambat proses pembelajaran

SNMPTN

  • Mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS)
  • Merupakan siswa SMA/MA/SMK sederajat kelas 12 dengan prestasi unggul
  • Memiliki NISN dan terdaftar di PDSS
  • Memiliki nilai rapor semester 1 s.d. 5 yang dilaporkan di PDSS
  • Memiliki portofolio seni

SBMPTN

  • Memiliki akun LTMPT
  • Merupakan siswa SMA/MA/SMK kelas 12 atau paket C dengan maksimal usia 25 tahun
  • Mengikuti tes TPS dan TKA sesuai prodi yang dipilih
  • Membayar biaya UTBK
  • Mempunyai portofolio seni

Jalur Mandiri

  • Lulusan SMA/SMK/MA/Paket C, dari semua jurusan
  • Membayar pendaftaran Rp 200.000
  • Mengunggah portofolio dan surat pernyataan peserta sesuai format yang ditentukan

Baca juga: Jurusan Desain Komunikasi Visual, Gabungan Antara Seni dan Komunikasi

Biaya Kuliah ISI Jogja

Siapa bilang sekolah seni mahal? ISI Jogja memiliki sistem UKT bertingkat bagi mahasiswa dari seluruh jalur penerimaan. Biaya kuliah per semesternya termasuk terjangkau loh, teman-teman. Pengecualian hanya ada di mahasiswa jalur seleksi Mandiri, yang harus memberikan Sumbangan Pengembangan Institut (SPI) yang dibayarkan satu kali pada saat registrasi. Untuk detailnya, kalian bisa lihat tabel di bawah ini, ya!

Fasilitas ISI Jogja

Namanya juga kampus seni, tentunya fasilitas yang ada pun harus mendukung kegiatan perkuliahan yang berhubungan dengan praktek kesenian. Nah, ISI Jogja punya fasilitas yang lengkap banget. Mulai dari studio seni, ruang audio visual (auditorium), studio fotografi, kamar gelap, studio komputer, sampai studio editing.

Selain itu, ISI Jogja punya perpustakaan yang memiliki koleksi lebih dari 300.000 judul buku loh. Di sini juga ada Galeri R.J. Katamsi yang bisa menjadi referensi mahasiswa untuk mencari inspirasi, ataupun untuk memamerkan hasil karya civitas kampus.

Fasilitas lain? Oh, tentu ada dong. Di sini juga ada fasilitas ibadah seperti Masjid Al-Muhtar. Serta, ada juga fasilitas olahraga lengkap seperti lapangan sepak bola, lapangan basket, lapangan voli, lapangan bulutangkis, fasilitas tenis meja, dan lainnya.

Unit Kegiatan Mahasiswa ISI Jogja

Di ISI Jogja, terdapat organisasi mahasiswa dan Unit Kegiatan Mahasiswa. Organisasi mahasiswa terdiri dari tingkat universitas, fakultas, dan jurusan. Di antaranya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Legislatif Mahasiswa (BLM), serta Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).

Kamu nggak perlu khawatir buat mencari komunitas yang memiliki bakat dan minat di luar kesenian. Mulai dari kegiatan keagamaan sampai pecinta alam, ada lengkap semua di sini. Daftarnya bisa dilihat di bawah ini, ya!

  • KMI ( Keluarga Mahasiswa Islam)
  • PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen)
  • KMK (Keluarga Mahasiswa Katolik)
  • KMHD (Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma)
  • UKM Pecinta Alam “Sasenitala”
  • UKM Olahraga Sepakbola “Saraswati Football Club”
  • UKM Olahraga Bola Basket “ArtKnights”
  • UKM Bulutangkis
  • UKM Beladiri “Bangau Putih”
  • UKM Beladiri Taekwondo
  • UKM Karate Shiroite
  • UKM Paduan Suara Mahasiswa “Vocalista Harmonic Choir”
  • UKM Pers/Majalah “PressISI”
  • UKM Marching Band (Saraswati Drum Corps)
  • UKM ArTV
  • UKM Karya Ilmiah Mahasiswa “Kailmas”
  • UKM English Society

Alamat dan Akses ISI Jogja

Alamat

Jl. Parangtritis Km. 6,5, Sewon, Bantul, Yogyakarta

Akses

Dari Bandara Adisucipto

  • Dari Halte Trans Jogja Bandara Adisucipto, naik Trans Jogja koridor 3B,
  • Turun di Halte Trans Jogja Terminal Giwangan
  • Naik bis jurusan Yogyakarta – Parangtritis, turun di ISI Jogja

Dari Stasiun Lempuyangan

  • Dari Halte Trans Jogja TPB Lempuyangan, naik Trans Jogja koridor 4B
  • Turun di Halte Trans Jogja TPB STIE Kerjasama
  • Naik bis jurusan Yogyakarta – Parangtritis, turun di ISI Jogja

Dari Stasiun Tugu

  • Dari Halte Trans Jogja Jlagran dekat Stasiun Tugu, naik Trans Jogja koridor 3A
  • Turun di Halte Trans Jogja Sugiono 1
  • Naik bus Yogyakarta – Parangtritis, turun di ISI Jogja

Dari Terminal Giwangan

  • Naik bus Yogyakarta – Parangtritis, turun di ISI Jogja

Kos

ISI Jogja memang masih merencanakan pembangunan asrama mahasiswa, jadi belum ada akomodasi tempat tinggal di dalam wilayah kampus. Tapi, kamu nggak perlu khawatir. Di sekitar ISI Jogja, tepatnya di daerah Sewon dan Terong, banyak indekos khusus mahasiswa.

Harga sewanya pun bervariasi, mulai dari Rp 350.000 sampai jutaan per bulannya. Bahkan, nih, kalau kamu pintar mencari, kamu bisa mendapat indekos dengan harga sewa Rp 500.000 per bulan dengan fasilitas WiFi.