sapi berkembang biak dengan cara

fakta unik tentang sapi

7 Fakta Menarik Tentang Sapi yang Wajib Kamu Tahu

Hi, guys! Siapa yang suka makan steak dan beef? atau yoghurt dan susu? Kira-kira persamaan dari produk-produk olahan tersebut apa sihYap, asal hewan ternaknya, yaitu sapi. Kali ini, aku akan mengajak kamu untuk lebih mengenal salah satu ternak yang super duper bermanfaat bagi manusia. Bukan hanya menghasilkan daging dan susu, melainkan juga tenaganya yang bisa dimanfaatkan oleh manusia.

Sapi yang dibahas lebih ke umum ya, guys. Aku di sini tidak mengkhususkan salah satu jenis sapi, seperti sapi perah atau potong. Intinya, di sini yang aku bahas adalah fakta menarik sapi secara umum. Mungkin banyak nih yang belum tau tentang lambung sapi, kebiasaannya, dan berbagai fakta menarik lainnya. Yuk, langsung aja kita bahas!

1. Sapi Memiliki 4 Lambung

Yap, kamu gak salah baca kok. Fakta menarik yang pertama adalah memiliki sistem pencernaan yang kompleks, maka dari itu mereka termasuk jenis ruminansia/poligastrik yang berlambung jamak. Mereka memiliki 4 kompartemen perut, yaitu rumen (perut besar), retikulum (perut jala), omasum (perut buku), dan abomasum (perut sebenarnya).

Lambung sapi yang terdiri dari 4 kompartemen: rumen, retikulum, omasum, dan abomasum 

Wah, apakah lambung tersebut memiliki fungsi yang sama? Oh, tentu saja tidak. Rumen berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara makanan yang udah ditelan. Retikulum berfungsi sebagai tempat pencampuran makanan dengan enzim. Omasum berfungsi membantu menghaluskan makanan secara kimiawi. Sedangkan, abomasum berfungsi sebagai perut sebenarnya, karena di sini organ pencernaan ruminansia secara kimiawi bekerja (pepsin dan HCl).

2. Sapi Punya Sebutan Khusus untuk Setiap Jenisnya

Mungkin kamu hanya mengenal sapi jantan dan betina, tapi sebenarnya sapi punya sebutan khusus untuk setiap jenisnya lho. Sapi “bull” digunakan untuk menyebut pejantan, yaitu jantan dewasa yang digunakan untuk berkembang biak. Sapi “steer” untuk menyebut jantan yang telah dikebiri, sehingga hanya dimanfaatkan dagingnya. Selanjutnya, ada “heifer” untuk betina yang belum memiliki anak, “bred heifer” untuk betina bunting, dan “cow” untuk betina yang pernah melahirkan.

Baca Juga : RAMUAN PENAMBAH NAFSU MAKAN PADA TERNAK KAMBING/DOMBA

3. Sapi Tidak Bisa Melihat Warna Merah

Fakta menarik sapi selanjutnya adalah hewan ini mengalami buta warna parsial. Mereka tidak bisa melihat warna merah/hijau. Wow, ini menarik. Padahal, kalau kita melihat pertunjukan matador, pasti akan mengira bahwa bull sangat membenci warna merah, itulah mengapa bull akan menyerang torero atau orang yang sedang membawa bendera warna merah.

Nah, sekarang pertanyaannya, kenapa bull terlihat marah dan menyerang torero? Dilansir dari Live Science, bull terlihat marah karena gerakan yang dilakukan oleh torero. Gerakan-gerakan yang mendadak tersebut membuat bull tertarik untuk menyerang, jadi bukan karena warnanya. Lalu, kenapa warna yang digunakan pada matador adalah merah? Karena, saat adu bull, ada kemungkinan bull yang terluka dan mengeluarkan darah, untuk menutupi/mengalihkan hal yang sering dianggap mengerikan itu, maka digunakan warna mencolok seperti darah, yaitu merah. Maka dari itu, kamu gak perlu takut lagi untuk memakai baju warna merah saat bertemu sapi ya, yang penting jangan melakukan gerakan mendadak.

Kalau begitu, warna apa aja sih yang bisa dilihat oleh hewan ini? Warna yang bisa dilihat sapi adalah abu-abu, hitam, dan samar-samar warna biru dan kuning. Yap, mata hewan ternak seperti sapi dan manusia tentu berbeda, mereka hanya memiliki dua reseptor warna yang memungkinkan mereka hanya bisa melihat atau lebih sensitif pada warna yang sangat kontras antara gelap dan terang. Misalnya, pagar kandang berwarna hitam, bangunan di dekat pagar berwarna putih. Hal itu bisa membuatnya menghindar. Nah, buat kamu yang tertarik memeliharanya, perhatikan juga aspek bangunan kandangnya ya, karena sapi menyukai keadaan yang tenang dan jauh dari stress.

4. Masa Bunting Sapi 9 Bulan

Wah iya? Ternyata sama seperti manusia ya, guys. Dilansir dari Institute of Agriculture and Natural Resources (UNL BEEF), lama masa bunting pada sapi dipengaruhi oleh ras dan jenis kelamin anak yang akan dilahirkannya. Kalau anak yang akan dilahirkannya jantan, maka waktu kehamilan akan sedikit lebih lama dibandingkan dengan sapi yang bunting anak betina. Umumnya, lama kebuntingan berkisar antara 279 – 287 hari. Rata-rata sih pada hari ke-283 juga udah lahiran.

5. Sapi Menyukai Jenis Musik Klasik

Dikenal sebagai hewan penyuka ketenangan, fakta menarik selanjutnya adalah sapi sebagai penyuka jenis musik klasik. Khususnya yang berjenis perah. Aku udah pernah membahas topik ini secara spesifik dan detail di artikel: Musik Bisa Meningkatkan Produksi Susu Sapi loh!

Sapi lebih menyukai musik yang lembut dan menenangkan, itulah mengapa hewan ini menyukai musik klasik dan tradisional. Berbeda dengan musik jazz dengan karakter musiknya yang cenderung berontak dan rumit, karena hal itu bisa membuat sapi stress. Kalau sapi stress, maka produksi susu akan menurun. Sedangkan, ketika bahagia dan tenang, maka ia akan memproduksi lebih banyak lagi.

6. Sapi Bisa Melihat 360 Derajat

Berbeda dengan manusia yang hanya bisa melihat sesuatu dalam rentang 180 derajat, sapi bisa melihat hingga 360 derajat. Dilansir dari Pets on Mom, matanya terletak di sisi kepala mereka, sehingga bisa memberikan jangkauan pandangan lebih dari 300 derajat. Hal itu bisa membuatnya dengan mudah melihat predator, kecuali jika predator tersebut berada pada titik buta sapi, yaitu bagian belakangnya.

Namun, ketika sapi merunduk atau dalam keadaan merumput, maka mereka bisa melihat hampir 360 derajat. Sedangkan, ketika mereka berdiri, mereka memiliki titik buta pada bagian belakang tubuhnya. Nah, jadi kalau kamu mau menggiring sapi, dari belakang ya, jangan dari samping, bisa-bisa kamu diseruduk karena dianggap predator. Hihihi.

7. Umur Sapi Bisa Dilihat Dari Giginya

Fakta menarik sapi selanjutnya yaitu untuk menentukan umurnya, kamu bisa melihat giginya. Lho, gimana caranya? Dilansir dari Noble Research Institute, sapi yang masih muda/pedet bisa dilihat dari jumlah gigi seri permanen yang terdapat pada rahang depan bawahnya. Sedangkan, untuk melihat usia sapi yang lebih tua bisa dilihat dari keausan gigi dan derajat jarak antar gigi.

Umumnya, sapi dara yang berusia kurang dari 18 bulan hanya memiliki gigi susu. Memasuki usia 18 bulan, mulai ada jarak antar giginya, sehingga gigi tidak saling bersentuhan. Pada usia 18 bulan ini sampai 2 tahun, hewan ini akan kehilangan dua gigi susu tengahnya dan diganti dengan gigi seri permanen. Kemudian, di tahun-tahun selanjutnya hewan ini akan kehilangan sepasang gigi susunya menjadi permanen hingga usia 5 tahun, saat itu gigi seri udah sepenuhnya permanen. Lalu, kalau udah lebih dari 5 tahun, udah gak bisa tau usianya donkOh tidak. Usia 6 tahun ke atas, usia mamalia ini dilihat dari keausan gigi dan lepas/hilangnya gigi.

Demikian fakta menarik tentang sapi yang mungkin masih banyak orang belum mengetahuinya. Semoga informasi di atas bermanfaat ya buat kamu. Have a nice day!

Sapi, Kerbau dan Kambing Jadi Prioritas Kementan Penuhi Kebutuhan Konsumsi

Aflah Indonesia – Produksi daging sapi, kerbau dan kambing menjadi prioritas Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mencapai swasembada komoditas daging. Langkah ini perlu dilakukan mengingat kebutuhan konsumsi dalam negeri masih menggunakan cara impor.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) I Ketut Diarmita mengatakan, setidaknya ada enam parameter keberhasilan yang telah dicapai kementan dalam meningkatkan produksi daging.

Keenam parameter itu diantaranya adalah peningkatan populasi ternak sapi dan unggas, peningkatan PDB sub sektor peternakan, peningkatan investasi, peningkatan NTP dan NTUP, peningkatan jumlah tenaga kerja di subsektor peternakan dan terakhir perkembangan ekspor komoditas peternakan.

“Semua parameter keberhasilan ini dikerjakan dalam waktu empat tahun dibawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. peningkatan populasi ternak sapi dan kerbau, merupakan kinerja yang paling menonjol,” kata Ketut, Sabtu (15/12).

Sapi, Kerbau dan Kambing Jadi Prioritas Kementan Penuhi Kebutuhan Konsumsi

*_Peningkatan Populasi Ternak Sapi dan Kerbau_*

Pada tahun 2015 populasi sapi dan kerbau tercatat 17.285.000 ekor. Kemudian dalam setiap tahunya, populasi itu terus meningkat. Pada tahun 2018 misalnya, jumlah yang tercatat sebanyak 18.957.000 ekor atau meningkat 1.672.000 ekor.

Dengan pencapaian tersebut, swasembada daging sapi maupun kerbau bisa dicapai melalui peningkatan populasi. “Kondisinya yang sudah seimbang atau stabil, meski terjadi pemotongan untuk konsumsi,” ujar Ketut.

Cara lain yang digunakan adalah peningkatan produktivitas, yaitu dengan pertambahan bobot badan menjadi lebih besar. Dua faktor ini sangat menentukan produksi daging dalam waktu setahun. Dengan begitu jumlah populasi tidak menurun.

“Berikutnya adalah melalui upaya khusus (Upsus). Jadi antara sapi betina wajib bunting (Siwab). Hasilnya, dari target Inseminasi Buatan (IB) 7.000.000 dapat direalisasikan 7.586.932. Kemudian, dari target kebuntingan 5.100.000 ekor, realisasinya mencapai 3.660.885. Dari yang bunting ini, didapat kelahiran sebanyak 2.385.357 ekor,” kata Ketut.

Ketut mengatakan, untuk mengurangi resiko kerugian usaha ternak, pemerintah sejak tahun 2016, menyediakan asuransi usaha ternak sapi (AUTP) yang mendorong peternak mengembangkan usahanya.

Pemerintah juga menyediakan fasilitas KUR usaha peternakan rakyat dengan tingkat bunga rendah 7 persen. Program ini diyakini bisa meningkatkan jumlah sapi karena bisa digunakan untuk pembelian bibit sapi.

“Peningkatan populasi ini tidak terlepas dari keberhasilan pembinaan terhadap industri peternakan khususnya ayam ras dari hulu sampai hilir termasuk perbibitan, industri pakan, industri penyiapan daging unggas dan pengolahannya,” katanya.

*_Produksi Ayam Meningkat_*

Selain sapi dan kerbau, produksi daging daging ayam potong juga mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari jumlah 1.628.000 ton di akhir tahun 2015 bertambah menjadi 2.144.000 ton pada tahun 2018.

“Bahkan, pemerintah juga melakukan impor jagung melalui Bulog sebanyak 100 ribu ton untuk membantu peternak kecil yang kesulitan pakan ternak karena melonjaknya harga jagung dalam negeri. Sebab jagung merupakan 40 persen dari seluruh kebutuhan pakan ternak unggas,” tandasnya.