masyarakat adalah orang-orang yang

5 Alasan Mengapa Belajar Sejarah Penting

5 Alasan Mengapa Belajar Sejarah Penting

Twitter diramaikan dengan desas-desus penyederhanaan kurikulum di mana mata pelajaran sejarah hanya akan dijadikan mata pelajaran pilihan; sifatnya tidak wajib, tidak diharuskan. Hal ini kemudian menarik perhatian banyak kalangan sehingga pro kontra terjadi.  Ya, memang, sejarawan tidak melakukan transplantasi jantung, memperbaiki desain jalan raya, atau menangkap penjahat. Dalam masyarakat yang mengharapkan pendidikan untuk melayani tujuan yang berguna, fungsi sejarah bisa tampak lebih sulit untuk didefinisikan daripada hal-hal teknis seperti kedokteran. Namun, sejarah sebenarnya sangat berguna, sebenarnya sangat diperlukan. Inilah 5 alasan mengapa memahami sejarah penting:

  1. Semua orang dan bangsa hidup dalam sejarah. Untuk mengambil beberapa contoh nyata: komunitas menggunakan bahasa yang diwarisi dari masa lalu. Mereka hidup dalam masyarakat dengan budaya, tradisi, dan agama yang kompleks yang tidak diciptakan secara mendadak. Orang-orang menggunakan teknologi yang tidak mereka ciptakan sendiri. Dan setiap individu dilahirkan dengan varian pribadi dari templat genetik yang diturunkan, yang dikenal sebagai genom, yang telah berevolusi selama masa hidup spesies manusia. Jadi memahami keterkaitan antara masa lalu dan masa kini sangatlah mendasar untuk pemahaman yang baik tentang kondisi manusia. Singkatnya, itulah mengapa Sejarah penting. Ini tidak hanya ‘berguna’, itu penting.
  2. Sejarah menawarkan gudang informasi tentang bagaimana orang dan masyarakat berperilaku. Bagaimana kita bisa menilai perang jika bangsa sedang dalam keadaan damai — kecuali kita menggunakan bahan sejarah? Bagaimana kita bisa memahami kejeniusan, pengaruh inovasi teknologi, atau peran yang dimainkan kepercayaan dalam membentuk kehidupan keluarga hari ini, jika kita tidak menggunakan apa yang kita ketahui tentang pengalaman di masa lalu? Beberapa ilmuwan sosial berusaha merumuskan hukum atau teori tentang perilaku manusia. Tetapi bahkan sumber-sumber ini bergantung pada informasi historis, kecuali dalam kasus-kasus yang terbatas dan seringkali artifisial
  3. Mereka yang tidak belajar sejarah ditakdirkan untuk mengulanginya. Kata-kata itu pertama kali diucapkan oleh George Santayana, dan masih sangat relevan hingga saat ini karena kebenarannya. Sejarah memberi kita kesempatan untuk belajar dari kesalahan masa lalu. Ini membantu kita memahami banyak alasan mengapa orang mungkin berperilaku sedemikian rupa. Hasilnya, ini membantu kita menjadi lebih welas asih sebagai manusia dan lebih tidak memihak sebagai pembuat keputusan. Di sekolah, kita seringkali hanya belajar tentang sejarah melalui perang dan tokoh-tokoh. Tapi sejarah lebih dari itu. Pemahaman sejarah yang terdalam berasal dari kehidupan manusia biasa. Para petani. Para petani. Para pekerja pabrik. Seperti apa hidup mereka? Bagaimana peristiwa sejarah memengaruhi orang-orang ini?
  4. Sejarah lebih dari sekedar catatan hidup bangsa, pemimpin, dan perang namun juga merupakan kisah bermakna.  Sejarah dikemas dengan kisah tentang bagaimana seseorang membela apa yang mereka yakini, atau mati demi cinta, atau bekerja keras untuk mewujudkan impian mereka. Semua ini adalah konsep yang bisa kita hubungkan dengan nilai yang kita pegang hari ini; sungguh beruntung jika kita mengetahui bahwa banyak orang-orang berjasa seperti mereka yang gugur membela bangsa tercinta, bukan? Mempelajari keragaman pengalaman manusia membantu kita menghargai budaya, ide, dan tradisi yang bukan milik kita Sejarah membantu kita menyadari betapa berbedanya pengalaman hidup kita dengan mereka yang hidup jauh sebelum kita, namun betapa miripnya kita dalam tujuan dan nilai kita.

          Baca Juga : MENGENAL JURUSAN DAN PROSPEK KERJA JURUSAN HUMAN RESOURCES/HR 

  1. Dalam konteks pendidikan, mempelajari sejarah dan humaniora lainnya tidak hanya dapat membangkitkan imajinasi seseorang dan melibatkan siswa, kursus sejarah juga dapat membantu siswa belajar bagaimana mengambil banyak informasi, bagaimana menulis dan mengkomunikasikan ide-ide itu secara efektif, dan, yang paling penting, menerima kenyataan bahwa banyak masalah tidak memiliki jawaban yang jelas. Hasilnya, kelas sejarah membantu siswa memupuk fleksibilitas dan kemauan untuk mengubah pikiran mereka saat mereka berusaha memecahkan masalah di bidang apa pun yang akhirnya mereka pilih.

Pengertian Masyarakat Menurut Para Ahli Serta Ciri & Unsur-Unsurnya

Aflah Indonesia – Pengertian masyarakat dalam ilmu sosial bisa dilihat dalam penjelasan sejumlah ahli, baik dari disiplin ilmu antropologi maupun sosiologi.

Manusia hidup beriringan dengan kebudayaan. Dengan berkelompok, manusia berhasil membentuk satuan sosial-budaya yang kemudian mendapat sebutan masyarakat.

Istilah “masyarakat” berasal dari bahasa Arab, yakni berakar dari kata “syaraka” yang berarti “ikut serta, berpartisipasi.” Sementara di bahasa Inggris, istilah “masyarakat” disebut dengan “society” yang berasal dari kata latin “socius,” berarti “kawan.”

Pengertian Masyarakat

Pengertian Masyarakat Menurut Para Ahli

Salah satunya penjelasan ahli antropologi Indonesia, Koentjaraningrat. Dalam buku karyanya yang berjudul Pengantar Ilmu Antropologi (Cetakan Kedelapan, 2002: 150), Koentjaraningrat menyebut, definisi masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling “bergaul”, atau dengan istilah ilmiah, saling “berinteraksi”.

“Suatu kesatuan manusia dapat mempunyai prasarana melalui apa warga-warganya dapat saling berinteraksi,” demikian tulis Koentjaraningrat.

Sementara di buku Pengantar Antropologi: Sebuah Ikhtisar Mengenal Antropologi (2019: 46) karya Gunsu Nurmansyah dkk, dijelaskan bahwa definisi masyarakat adalah sejumlah manusia yang jadi satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama. Selain itu, Masyarakat bisa diartikan sebagai salah satu satuan sosial dalam sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia.

Buku yang sama juga mengutip penjelasan sejumlah ahli antropologi dan sosiologi soal pengertian masyarakat. Setidaknya, terdapat 6 definisi masyarakat menurut par ahli antropologi dan sosiologi yang dicatat oleh Gunsu Nurmansyah dkk (2019: 46-45), yakni sebagai berikut.

1. Menurut ahli sosiologi Indonesia, Selo Sumarjan, definisi masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.

2. Menurut ahli antropologi Indonesia, Koentjaraningrat, pengertian masyarakat adalah kesatuan
hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas yang sama.

3. Menurut ahli antropologi AS Ralph Linton, pengertian masyarakat ialah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka menganggap kelompoknya sebagai satu kesatuan sosial.

4. Menurut ahli sosiologi modern paling berpengaruh, Karl Marx, masyarakat adalah suatu struktur yang mengalami suatu ketegangan organisasi ataupun perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang dibedakan kepentingannya secara ekonomi.

Baca juga : Daftar Kode Telepon Negara-Negara di Seluruh Dunia

5. Menurut Emile Durkheim, salah satu ahli pencetus sosiologi modern, definisi masyarakat ialah suatu kenyataan objektif dari pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.

6. Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, yang juga ahli sosiologi, pengertian masyarakat adalah kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok tersebut.

7. Menurut Dannerius Sinaga, pengertian masyarakat adalah orang yang menempati suatu wilayah baik langsung maupun tidak langsung yang saling berhubungan sebagai usaha pemenuhan kebutuhan.

8. Phil Astrid S. Susanto menyatakan, masyarakat atau society merupakan manusia sebagai satu satuan sosial dan suatu keteraturan yang ditemukan secara berulang-ulang.

Jenis Masyarakat, Modern dan Tradisional

Masyarakat Modern

Masyarakat modern adalah masyarakat yang sudah tidak terikat dengan adat istiadat. Dalam masyarakat modern, adat istiadat dianggap dapat menghambat kemajuan. Oleh karena itu, masyarakat modern lebih memilih mengadopsi nilai-nilai baru yang lebih rasional dalam membawa kemajuan.

Masyarakat Tradisional

Masyarakat tradisional merupakan masyarakat yang masih terikat dengan kebiasaan atau adat-istiadat yang telah turun temurun. Dengan kata lain, kehidupan masyarakat tradisional belum dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang berasal dari luar lingkungan sosialnya.

Salah satu yang membedakan masyarakat tradisional dengan masyarakat modern adalah ketergantungan masyarakat tradisional terhadap alam ditandai dengan proses penyesuaian terhadap lingkungan alam.

Unsur-unsur Masyarakat

Kesatuan hidup manusia di lingkup desa, kota, maupun negara merupakan konsep masyarakat. Di setiap kesatuan masyarakat, selalu ada unsur-unsur yang membentuk kesatuannya.

Menurut Soerjono Soekanto, yang dikutip di dalam buku Pengantar Antropologi: Sebuah Ikhtisar Mengenal Antropologi (2019: 52), sejumlah unsur masyarakat adalah sebagaimana perincian di bawah ini:

  • Beranggotakan paling sedikit dua orang atau lebih.
  • Seluruh anggota sadar sebagai satu kesatuan.
  • Berhubungan dalam waktu yang cukup lama, menghasilkan individu baru yang saling berkomunikasi dan membuat aturan-aturan hubungan antaranggota masyarakat.
  • Menjadi sistem hidup berrsama yang memunculkan kebudayaan dan keterkaitan satu sama lain sebagai anggota masyarakat.

Berbagai pola tingkah laku yang khas menjadi pengikat satu kesatuan manusia yang kemudian disebut masyarakat. Pola-pola tersebut harus bersifat tetap dan berkelanjutan agar menjadi kebudayaan.

Kebudayaan dilahirkan dari proses berpikir manusia, yang kemudian diyakini sebagai nilai-nilai hidup. Dengan demikian, masyarakat dan kebudayaan tidak akan mungkin terpisahkan karena masyarakat adalah wadah kebudayaan itu sendiri.

Ciri-ciri Masyarakat

Untuk menentukan identitasnya, menurut Soerjono Soekanto, buku Sosiologi: Suatu Pengantar (2003), masyarakat mempunyai ciri-ciri yang khas. Adapun daftar ciri-ciri masyarakat adalah sebagai berikut.

Hidup Berkelompok

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak mampu hidup sendiri. Ketidakmampuan itu mendorong manusia hidup berkelompok. Sebab, manusia senantiasa membutuhkan bantuan orang lain. Konsep tersebut mengantarkan masing-masing individu hidup bermasyarakat.

Melahirkan Kebudayaan

Ketika manusia membentuk kelompok, mereka selalu berusaha mencari jalan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia akan berupaya menyatukan pikiran dan pengalaman bersama agar terbentuk suatu rumusan yang dapat menjadi pedoman tingkah laku mereka, yakni kebudayaan. Selanjutnya, budaya itu dipelihara dan diwariskan ke generasi-generasi berikutnya.

Mengalami Perubahan

Beragam latar belakang yang menyatukan tiap-tiap individu menjadi suatu masyarakat, membuat manusia mengalami perubahan. Perubahan ini dianggap sebagai upaya masyarakat menyesuaikan diri dengan keadaan zaman. Sebagai contoh, masyarakat beralih menggunakan surat elektronik untuk menggantikan surat kertas, ketika menerima pengaruh perkembangan teknologi.

Berinteraksi

Interaksi adalah hal yang mendasar dari terbentuknya masyarakat. Interaksi ditempuh untuk mencapai keinginan, baik pribadi maupun kolektif. Dengan berinteraksi, masyarakat membentuk suatu entitas sosial yang hidup.

Terdapat Kepemimpinan

Masyarakat cenderung mengikuti peraturan yang diberlakukan di wilayahnya. Contohnya, dalam lingkup keluarga, kepala keluarga mempunyai wewenang tertinggi untuk mengayomi keluarganya. Istri dan anak patuh kepada ayah atau suaminya. Hal itu menunjukkan bahwa dalam masyarakat, ada peran pemimpin yang membantu menyatukan individu-individu.

Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial menempatkan seseorang pada kedudukan dan perannya di dalam masyarakat. Ketidakseimbangan hak dan kewajiban masing-masing individu atau kelompok menimbulkan adanya penggolongan masyarakat dalam kelas-kelas tertentu. Dalam kehidupan bermasyarakat, stratifikasi sosial didasari atas kasta sosial, usia, suku, pendidikan, dan beberapa aspek lain yang memicu keberagaman.

Fungsi Masyarakat, Interaksi, Pemeliharaan, hingga Mencapai Tujuan

Fungsi masyarakat adalah sebagai berikut:

Fungsi untuk Mencapai Tujuan

Fungsi masyarakat salah satunya adalah untuk mencapai tujuan bersama. Fungsi ini untuk mengatur hubungan antara masyarakat sebagai sistem sosial dengan substansi kepribadian. Yang mana, fungsi tersebut tercermin ketika dalam penyusunan suatu skala prioritas dari berbagai tujuan yanh hendak dicapai.

Fungsi Interaksi

Masyarakat memiliki fungsi interaksi yang meliputi koordinasi yang dibutuhkan oleh unit-unit yang sudah menjadi bagian dari sebuah sistem sosial. Di mana sistem sosial tersebut memiliki kaitan dengan unit-unit yang berkontribusi kepada organisasi dan fungsi-fungsinya secara keseluruhan.

Fungsi Pemeliharaan

Fungsi ini tetap mempertahankan prinsip-prinsip tertinggi yang dimiliki oleh masyarakat sambil mempersiapkan dasar dalam bertingkah laku untuk menuju kenyataan yang lebih tinggi.