makanan sapi

Manajemen Pemeliharaan Dan Pakan Pembesaran Sapi Perah

Aflah Indonesia – Perawatan pada periode pertumbuhan sangat penting dalam manajemen sapi perah karena dengan perawatan sedini mungkin mulai pada periode pertumbuhan, maka produksi susu yang baik dan optimal akan tercapai saat periode sapi laktasi. Produksi yang baik dan optimal akan tercapai bilamana sapi tersebut memiliki kondisi tubuh yang sehat, kaki kuat, perkembangan ambing yang baik dan kemampuan makan sapi yang baik juga. Kondisi prima yang diharapkan ini akan tercapai bilamana sapi mempunyai alat pencernaan yang besar dan kuat, dari fakta-fakta tersebut diatas kita perlu membuat program bagaimana caranya agar memiliki kaki yang kuat, ambing yang baik dan alat pencernaan yang berkembang sesuai dengan pertumbuhannya dengan cara memelihara sapi perah sejak lahir secra terprogram.

Pedet yang baik, memiliki bobot lahir 31,5 sampai 51,5 kg, dengan bulu yang mengkilat, dan kondisinya sehat. Selain kelahiran yang baik, manajemen penanganan setelah lahir juga sangat penting, diantaranya :

  • Memeriksa alat pernafasannya sesegera mungkin
  • Memotong tali pusar dengan menyisakan 2 cm dari pangkal pusar dan diberikan desinfektan tali pusar dengan menggunakan yodium tintur 10% untuk mencegah peradangan.
  • Segera memberikan kolostrum secepat mungkin dalam 1 jam setelah melahirkan
  • Pisahkan pedet dari induknya dan tempatkan di kandang khusus untuk pedet.

Kolostrum adalah susu yang keluar setelah melahirkan, adapun kewajiban memeberkan kolstrum sesegera mungkin pada pedet karena kolostrum menyediakan zat antibodi bagi pedet, sehingga melindungi pedet yang baru lahir terhadap infeksi, zat antibodi pada kolostrum ini sangat mudah diserap oleh tubuh pedet yang baru lahir.  Jumlah pemberian kolostrum adalah sebanyak 10% bobot lahir dan minimum 2 liter, walaupun kolostrummemiliki nilai gizi yang tinggi dan manfaat untuk kekebalan bila diberikan pada waktu yang salah(misalnya diberikan kepada pedet setelah 24 jam dari lahir) maka tidak akan banyak memberikan manfaat bagi pedet tersebut. Cara pemberian kolostrum pertama kali kepada pedet adalah diajari menggunakan ember yang bersih dengan bantuan jari tangan kita sebagai pengganti puting susu. Bila sulit, dapat dibantu dengan menggunakan dot susu. Pemberian kolostrum sebaiknya 3 kali dalam sehari dengan interval waktu yang sama sampai pedet berumur 5 hari.

Perkembangan rumen pada sapi perah merupakan hal penting dalam manejemen pemberian pakan pada masa pembesaran. Cara yang efektif adalah dengan sedapat mungkin secepatnya memberikan pakan padat pada pedet, Abomasum pedet yang baru lahur berukuran lebih besar yaitu sekitar 70% dari total alat pencernaan, pada saat ini pakan yang dikonsumsi beruapa cairan yang akan masuk ke esophagus dan selajutnya masuk ke abomasum dan diserap disitu. Dengan perlakuan pemberian pakan padatan dalam hal ini formula calf starter yang lebih cepat maka perkembangan daya ruminasi akan lebih cepat pula, karena pakan padat terlebih dahulu akan masuk ke rumen dan merangsang perkembangan rumen. Setelah umur 2-3,5 bulan, volume rumen diharapkan 70% dari total volume alt pencernaan pedet tersebut, Pada sapi dewasa volume rumen mencapain 80% dan abomasum hanya7%.

Pengetahuan tentang perkembangan rumen pada ternak sapi perah sangat penting agar manajemen pemeliharaan terutama manajemen pakan didalamnya bisa lebih optimal. Adapun perkembangan rumen pada sapi perah sebagai berikut:

  • Mulai lahir sampai dengan umur 3 minggu : rumen tetap, tidak berkembang (fungsi perut sama dengan hewan monogastrik)
  • Umur 4 minggu sampai dengan 5 minggu : Fungsi rumen berkembang dengan makan-makanan padat
  • Umur 5 minggu sampai dengan 6 minggu : Kemampuan rumen dalam mencerna makanan telah seimbang
  • Umur 6 minggu sampai dengan 6 bulan : kapasitas rumen berkembang
  • Umur lebih dari 6 bulan : kapasitas rumen telah seimbang.

            Untuk lebih merangsang perkembangan rumen, maka pedet perlu segera diberikan makanan padatan yaitu, Calf Starter (pakan pemula pedet) serta rumput kering (hay). Pakan yang berkulaitas baik dan sangat disukai oleh pedet perlu diberikan serta mulai diperkenalkan kepada pedet umur 5 hari, Pakan pemula yang baik bagi pedet adalah pakan pemula atau konsentrat yang mempunyai kadar energi (gizi) yang tinggi dengan kadar protein kasa (PK) minimal 18%. Selain pakan, ketersediaan atau pemberian air minum yang bersih dan segar sangat dibutuhkan pada saat pedet usia 5 hari ini karena jika diberikan air makan kecenderungan jumlah konsumsi pakan akan lebih banyak sehingga akan menunjukan pertumbuhan yang baik.

            Adapun Standar Program Pemberian Pakan Pedet umur 0-9 minggu dapat dilihat pada bagan dibawah ini :

Umur (Minggu) Bobot badan (kg) Pemberian pakan
air susu (kg) Pakan formula (kg) Rumput kering/hay (kg)
Lahir 35 Kolostrum 0 0
1 35 4 0,1 0,1
2 39 4 0,2 0,1
3 43 4 0,2 0,1
4 47 4 0,4 0,2
5 51 4 0,4 0,3
6 55 4 0,5 0,4
7 59 4 0,8 0,6
8 63 4 1 0,8
9 67 1-0 1,0-1,2 0,8-1,0

            Dengan adanya hasil kaji terap di BPT SP & HPT Cikole Lembang maka target lepas sapih (pedet tidak diberikan susu lagi) sebaiknya pada saat umur 2 bulan. Namun itupun harus sudah bisa mengkonsumsi pakan konsentrat (makanan formula) dengan kualitas baik sebanyak 1,2 kg per hari selama 3 hari berturut-turut. Selain itu kondisi pedet tersebut juga menentukan kapan saat yang tepat pedet tersenbut disapih. Setelah pedet disapih, selanjutnya jangan mencampur konsentrat dengan air, karena dengan adanya air akan menghambat perkembangan rumen dan nafsu makan terhadap hijauan menjadi rendah. Dengan memakan konsentrat maka pedet akan haus, sehingga harus disediakan air minu yang bersih secara Adlibitum (tersedia sepanjang waktu).

Baca juga : Mengenal Jenis Potongan Daging Sapi

Standar Program Pemberian Pakan Pedet umur 2-3 Bulan dapat dilihat pada bagan dibawah ini :

Umur (Bulan) Bobot badan (kg) Pemberian Pakan
Pakan formula (kg) Rumput kering/hay (kg)
2 67 2,0 1,0-1,5
3 83 2,0 1,5-2,0
     

Pedet sampai umur 3 Bulan sebaiknya diberikan hijaun kering (hay), dan jangan diberikan pakan basah sepeti, rumput basah, ampas tahu, ampas ubi dan lain-lain.

Standar Program Pemberian Pakan Pedet umur 4-6 Bulan dapat dilihat pada bagan dibawah ini :

Umur (Bulan) Bobot badan (kg) Pemberian Pakan
Makan formula (kg) Rumput kering/hay (kg)
4 103 2,0 2,0-3,0
5 127 2,0 3,0-4,0
6 151 2,0 4,0-5,0

Dari umur 3 bulan sudah harus mulai diganti pakan formula ke konsentrat dengan protein kasar (PK) ≥ 16% dan TDN ≥ 70%. Pergantian pakan formula harus dilakukan secara bertahap dalam 1 minggu agar pedet tidak stress.

Standar Program Pemberian Pakan Pedet umur 7-12 Bulan dapat dilihat pada bagan dibawah ini :

Umur (Bulan) Bobot badan (kg) Pemberian Pakan
Makan formula (kg) Rumput kering/hay (kg)
7 175 1,5 10,0-12,0
8 198 1,5 12,0-14,0
9 224 1,5 14,0-15,0
10 250 1,5 15,0-18,0
11 274 1,5 18,0-20,0
12 297 1,5 ≥ 20,0

Setelah 7 bulan, pedet akan semakin tinggi nafsu makan rumputnya, tetapi fungsi organ pencernaan masih belum mencukupi. Jadi masih perlu diberikan konsentrtat sekitar 1,5 kg. Umur 12 bulan, pedet sudah cukup pertumbuhannya. Untuk membuat alat pencernaan yang sehat dan kuat, yang penting harus diberi hijauan. Bilamana kualitas dari hijauan kurang baik maka akan menyebabkan sapi kekuangan energi, bila hal ini terjadi makan pemberian konsentrat harus ditingkatkan namun jangan sampai sapi tersebut kegemukan karena akan berakibat pada siklus reproduksinya.

NUTRISI DAN PAKAN TERNAK SAPI

Aflah Indonesia – Pakan ternak adalah makanan atau asupan yang diberikan kepada hewan ternak atau hewan peliharaan. Pakan ternak merupakan faktor yang sangat penting dalam kegiatan budidaya di sektor peternakan. Oleh karena itu, pemilihan pakan ternak yang tepat sangat menentukan keberhasilan dalam usaha ternak tersebut.

Pakan Ternak Sapi

Demikian halnya dengan usaha ternak sapi, kualitas pakan yang diberikan sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan usaha ternak tersebut. Kalaupun bibit sapi yang digunakan berasal dari bibit unggul dan memiliki sifat genetis yang baik, tetapi jika tidak diimbangi dengan pemberian pakan yang tepat dan berkualitas, maka kelebihan yang dimiliki tidak akan memberikan nilai tambah yang signifikan. Pemberian pakan yang tepat dan berkualitas dapat meningkatkan potensi keunggulan genetis pada sapi yang dipelihara sehingga dapat meningkatkan hasil produksi agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

NUTRISI DAN PAKAN TERNAK SAPI

Pemberian pakan yang tepat dan berkualitas harus dilakukan secara konsisten. Jika pemberiannya tidak dilakukan secara konsisten, maka akan mengakibatkan pertumbuhan sapi tersebut terganggu. Hal ini sering terjadi terutama di negara-negara tropis, seperti Indonesia, dimana pada umumnya pakan ternak yang diberikan pada saat musim kemarau memiliki kualitas yang lebih rendah dibanding dengan pakan ternak yang diberikan saat musim hujan. Dengan demikian, pertumbuhan sapi peliharaan akan mengalami kurva naik turun, pada saat musim kemarau pertumbuhan ternak akan mengalami penurunan, sementara pada musim hujan pertumbuhan ternak akan meningkat dengan cepat, karean pakan yang diberikan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.

Pada musim kemarau, biasanya terjadi penurunan energi, minaral, dan protein yang terkandung dalam pakan hijauan akibat tanaman hijauan mengalami kekurangan air, bahkan pada musim tersebut sering kali terjadi kekurangan volume pemberian pakan akibat kelangkaan bahan pakan berupa hijauan. Dengan demikian, pakan yang diberikan pada saat musim kemarau sering kali tidak memenuhi syarat dan berkualitas rendah. Kondisi seperti ini mengakibatkan pertumbuhan ternak menjadi terhambat, pada sapi dewasa akan mengalami penurunan berat badan dan prosentase karkas yang rendah. Selain itu, perkembangbiakan ternak juga akan mengalami penurunan karena terjadi penurunan fertilitas.

Baca juga : JENIS PAKAN TERNAK DAN KANDUNGAN NUTRISINYA

Oleh karena itu, peternak atau pembudidaya sapi harus memberikan pakan yang memenuhi syarat bagi pertumbuhan sapi. Pakan yang memenuhi syarat dan berkualitas adalah pakan yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin-vitamin, mineral, dan air. Pakan tersebut bisa disediakan dalam bentuk hijauan dan konsentrat.
Kebutuhan Zat Makanan Dalam Pakan Ternak.

a. Protein
Pakan yang baik harus mengandung protein yang cukup. Protein memiliki peran yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan ternak. Berikut ini dijelaskan secara singkat mengenai peran dan fungsi protein pada ternak sapi.

  • Protein berfungsi untuk emperbaiki dan menggantikan sel tubuh yang rusak, terutama pada sapi yang sudah lanjut usia.
  • Protein berperan dalam membantu pertumbuhan atau pembentukan sel-sel tubuh, terutama pada pedet dan sapi muda.
  • Protein berperan dalam mendukung keperluan berproduksi, terutama pada sapi-sapi dewasa yang masih produktif.
  • Protein akan diubah menjadi energi, terutama pada sapi-sapi yang dimanfaatkan untuk kerja.

Sapi muda yang masih berada pada fase pertumbuhan membutuhkan asupan protein yang lebih tinggi daripada sapi-sapi yang sudah dewasa. Protein merupakan zat yang tidak bisa dibentuk atau diproduksi dalam tubuh, sehingga untuk mencukupi kebutuhan protein, binatang ternah harus mendapatkan suplai protein dari makanan. Oleh karena itu, makanan yang diberikan harus memiliki kandungan protein yang cukup bagi petumbuhan dan perkembangan sapi.

Untuk memenuhi kebutuhan protein, peternak atau pembudidaya sapi harus menyertakan protein tersebut dalam pakan. Beberapa sumber protein yang bisa dimanfaatkan untuk menopang pertumbuhan dan perkembangan ternak diantaranya adalah:

  • Pakan hijauan terutama yang berasal dari famili leguminosae atau kacang-kacangan, seperti centrosema pubescens, daun turi, lamtoro, daun kacang tanah, daun kacang panjang, daun kedelai, dan lain-lain.
  • Makanan tambahan, terutama yang berfungsi sebagai makanan penguat, seperti bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, katul, tepung darah, tepung ikan, tepung daging dan lain-lain.

Pemenuhan kebutuhan protein yang diperoleh dari protein hewani memiliki kualitas yang lebih unggul dibanding dengan pemberian protein nabati. Protein hewani mengandung asam amini esensial serta nilai gizi yang lebih kompleks. Bahan makanan yang memiliki kandungan protein dengan mutu tinggi adalah bahan makanan yang memiliki kandungan protein mendekati susunan protein tubuh, misalnya protein hewani. Kelebihan lain dari protein hewani ialah protein tersebut lebih mudah untuk diproses menjadi jaringan tubuh dangan resiko kerugian yang lebih kecil dibandingkan dengan protein nabati.

Kebutuhan protein pada hewan ternak ruminansia, seperti sapi, tidak begitu memerlukan kualitas protein yang bermutu tinggi karena di dalam rumen dan usus banyak terjadi aktifitas penguraian oleh mikroorganisme yang terkandung di dalamnya. Hal yang perlu diperhatikan adalah untuk membangun kembali protein yang telah terurai, maka dibutuhkan protein dengan kandungan asam amino yang lengkap. Oleh karena itu, jika sapi peliharaan terpaksa hanya diberi pakan jerami, maka untuk memenuhi kebutuhan zat-zat makan yang tidak terkandung pada jerami tersebut harus diberikan melalui pakan tambahan yang mengandung protein, lemak, dan karbohidrat tinggi. Selain itu, pakan yang berupa jerami mengandung banyak serat kasar yang tidak mudah dicerna dan sedikit mengandung protein, lemak, dan karbohidrat.

b. Lemak
Lemak memiliki peranan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan sapi, sebab lemak dapat menjadi cadangan sumber energi bagi ternak peliharaan. Berikut ini akan diuraikan secara singkat beberapa fungsi lemak bagi pertumbuhan dan perkembangan sapi:

  • Lemak berfungsi sebagai sumber energi atau tenaga.
  • Lemak berfungsi sebagai pembawa vitamin A, D, E, dan K. Vitamin-vitamin tersebut merupakan jenis vitamin yang larut dalam lemak.

Lemak yang berasal dari bahan makanan dapat disimpan dalam jaringan sel-sel tubuh dalam bentuk lemak cadangan. Namun, jika dibutuhkan, lemak juga dapat diubah menjadi pati dan gula yang digunakan sebagai sumber energi. Tubuh ternak akan membentuk lemak dari karbohidrat maupun lemak makan yang belum digunakan. Setiap kelebihan lemak, akan disimpan sebagai lemak cadangan terutama di bawah kulit. Berbeda dengan domba, yang meyimpan kelebihan lemak terutama pada ekornya, sapi memiliki tempat khusus untuk menyimpan kelebihan lemak ini terutama pada punuknya yang terletak di belakang leher. Di samping itu kelebihan lemak juga dapat disimpan di sekitar buah pinggang, selaput penggantung usus dan di antara otot-otot.

Pada dasarnya, tubuh binatan tersusun atas tiga jaringan utama, yaitu tulang, otot, dan lemak. Lemak merupakan jaringan tubuh yang dibentung paling akhir. Sapi yang dipelihara sebagai sapi potong biasanya jaringan lemak tersebut akan menyelubungi serabut-serabut otot, sehingga otot dan daging sapi tersebut akan terasa lebih lembut. Lemak pada tubuh binatang memiliki sifat yang berbeda-beda, tergantung pada jenis binatang yang bersangkutan, mutu makanan yang dikonsumsi, umur, aktivitas, serta kesehatan. Sapi yang dimanfaatkan sebagai pekerja memiliki daging yang lebih liat dibanding dengan sapi potong, apalagi jika mutu makan yang dikonsumsinya hanya mengandung sedikit lemak. Dalam pemberian ransum pakan ternak bahan yang banyak mengandung sumber lemak, antara lain bungkil kacang tanah, bungkil kelapa dan bungkil kacang kedelai.

c. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan salah satu zat dalam makanan yang merupakan sumber utama energi bagi ternak, Beberapa fungsi karbohidrat antara lain:

  • Karbohidrat sebagai sumber utama tenaga atau energi.
  • Karbohidrat berfungsi sebagai komponen pembentukan lemak di dalam tubuh.

Setelah dicerna, karbohidrat yang terkandung dalam bahan makanan diserap oleh darah dalam bentuk glukosa dan langsung dioksidasi untuk menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan lemak dalam tubuh. Komponen yang termasuk dalam karbohidrat antara lain serat kasar, BETN yaitu bahan makanan yang banyak mengandung gula dan pati. Jagung merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi. Kebutuhan karbohidrat juga bisa dipenuhi dari hijauan, sehingga dalam pemenuhan kebutuhan akan karbohidrat, ternak peliharaan bisa mendapatkannya dengan mudah.

d. Mineral
Beberapa fungsi mineral pada sapi antara lain:

  • Mineral berperan dalam pembentukan jaringan tulang dan urat.
  • Mineral berperan dalam membantu keperluan berproduksi.
  • Mineral berperan dalam membantu proses pencernaan dan penyerapan zat-zat makanan.
  • Mineral yang diberikan melalui pakan berperan untuk menggantikan mineral dalam tubuh yang hilang, dan memelihara kesehatan.

Sekalipun tidak dibutuhkan dalam jumlah yang besar, tetapi mineral memiliki peran yang sangat penting terutama bagi kelangsungan hidup ternak. Mineral terdapat pada tulang dan jaringan tubuh. Hewan ternak muda yang masih dalam fase pertumbuhan sangat membutuhkan mineral. Demikian juga untuk pertumbuhan janin, keberadaan mineral merupakan suatu keharusan.

Unsur mineral pada umumnya banyak terdapat pada pakan ternak yang diberikan. Unsur mineral yang sering dibutuhkan oleh ternak antara lain natrium, khlor, kalsium, phosphor, sulfur, magnesium, kalium, seng, selenium, dan tembaga. Diantara unsur-unsur tersebut, kadang-kadang binatang ternak membutuhkan unsur mineral tertentu dalam jumlah lebih banyak dibanding unsur mineral lain. Unsur mineral yang sering dibutuhkan dalam jumlah lebih banyak diantaranya adalah natrium klorida, kalsium, dan phosphor.

Pakan yang berasal dari tanaman padi-padian biasanya banyak mengandung unsur phosphor, sementara unsur kalsium biasanya banyak terdapat pada pakan yang berbentuk kasar. Sapi yang mengalami kekurangan unsur mineral ini biasanya menunjukkan perilaku sering makan tanah. Kekurangan unsur mineral berpotensi mengakibatkan penurunan fertilitas serta penyakit tulang. Sumber mineral bisa diperoleh dari pakan hijauan maupun pemberian feed supplement-mineral.

e. Vitamin
Kesehatan dan kelangsungan hidup ternak bahkan pada kebanyakan mahluk hidup tidak lepas dari keberadaan vitamin di dalam tubuh. Beberapa fungsi vitamin pada ternak antara lain:

  • Vitamin berperan dalam mempertahankan dan meningkatkan kekuatan tubuh.
  • Vitamin berperan dalam meningkatkan kesehatan ternak terutama dalam berproduksi.

Bahan-bahan pakan yang berasal dari hijauan biasanya mengandung banyak vitamin, sehingga pemenuhan kebutuhan vitamin pada ternak peliharaan tidak terlalu mengalami kesulitan. Disamping itu, kebanyakan vitamin dapat dibentuk dalam usus binatang pemamah biak, terutama vitamin B kompleks. Kandungan vitamin yang terdapat pada pakan dari hijauan dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti: tanah, iklim, waktu pemotongan dan penyimpanan. Vitamin A dan E banyak terdapat pada tanaman hijauan dan padi-padian. Hal yang perlu diperhatikan oleh peternak atau pembudidaya sapi tidak boleh menyepelekan pemenuhan pemenuhan kebutuhan vitamin pada sapi yang dibudidayakannya, terutama pada musim kemarau, dimana bahan-bahan pakan hijauan biasanya mengalami kekurangan kadar vitamin A. Oleh karena itu, pada musim kemarau perlu ditambahkan vitamin A dalam ransum pakan ternak.

Kelebihan vitamin A dapat disimpan di dalam hati. Sapi memiliki kemampuan untuk menyimpan vitamin A selama enam bulan, sementara itu kambing hanya memiliki kemampuan untuk menyimpan vitamin A selama tiga bulan. Sumber vitamin A bisa diperoleh dari bahan pakan yang berupa hijauan, terutama terdapat pada bagian pucuk tanaman. Bagian pucuk tanaman biasanya mengandung karotin yang tinggi, dimana karotin tersebut akan diubah menjadi vitamin A di dalam tubuh hewan.

Proses pembentukan vitamin dalam tubuh binatang:

  • Vitamin A dapat dibentuk dari karotin yang banyak terdapat pada ransum pakan hijauan.
  • Vitamin B dapat dibentuk sepenuhnya di dalam tubuh hewan.
  • Vitamin C dibentuk sendiri oleh semua jenis hewan yang telah dewasa
  • Vitamin D akan dibentuk dalam tubuh dengan bantuan sinar matahari.

f. Air
Air merupakan komponen yang sangat penting dalam kehidupan mahluk hidup. Tanpa air, kemungkinan tidak akan berlangsung kehidupan. Beberapa fungsi air, khususnya pada binatang ternak antara lain:

  • Air berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh.
  • Air berperan besar dalam membantu proses pencernaan.
  • Air berfungsi untuk mengeluarkan bahan-bahan yang tidak berguna di dalam tubuh, baik dalam bentuk keringan, urine, maupun feses (80% air).
  • Air berfungsi sebagai pelumas persendian dan membantu mata untuk dapat melihat.

Pada umumnya komposisi tubuh hewan ternak lebih dari 50% terdiri dari air. Sebagian besar jaringan tubuh hewan ternak mengandung air sebanyak 70-90%. Mahluk hidup yang mengalami kekurangan air akan lebih cepat mati dari pada kekurangan pakan. Hal tersebut membuktikan bahwa peran air sangat vital dalam kehidupan. Oleh karena itu, peternak atau pembudidaya sapi harus betul-betul memperhatikan kebutuhan air pada ternak peliharaannya.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan air pada hewan ternak, antara lain jenis ternak, umur, ternak, suhu lingkungan, jenis pakan yang diberikan, volume pakan yang diberikan, dan aktivitas yang dilakukan. Bagi sapi yang dimanfaatkan sebagai pekerja, maka kebutuhan airnya akan lebih tinggi daripada sapi yang dipelihara sebagai sapi potong.

Pada umumnya hewan ternak dapat mencukupi kebutuhan air yang diperoleh dari air minum, air dalam bahan makanan dan air metabolik yang berasal dari glugosa, lemak dan protein. Bagi sapi pekerja dewasa, kebutuhan air minum yang harus disediakan kurang lebih 35 liter per hari, sedangkan bagi sapi dewasa yang tidak digunakan sebagai pekerja cukup 25 liter per hari.

Tiga Jenis Pakan Sapi Potong

Tiga Jenis Pakan Sapi Potong

Tiga Jenis Pakan Sapi Potong – Peternakan, khususnya yang berfokus pada penggemukan sapi potong adalah jenis usaha yang menggiurkan. Maka tak heran jika banyak orang serta perusahaan besar yang terjun ke industri ini. Demi bisa bertahan dalam persaingan itu, kualitas dan kuantitas produk menjadi hal mutlak yang harus diperhatikan.

Pakan adalah kunci untuk menjaga kualitas serta kuantitas produksi. Pakan yang baik dengan komposisi nutrien seimbang dan tingkat kecernaan tinggi akan membuat sapi potong cepat gemuk dan memiliki daging yang kualitasnya baik.

Pakan memilliki definisi sebagai bahan yang dapat dimakan, disukai, dapat dicerna, tidak menimbulkan penyakit, serta bermanfaat bagi ternak. Ada banyak jenis pakan yang bisa diberikan pada ternak sapi potong. Secara garis besar, pakan sapi potong dapat digolongkan jadi 3, yaitu pakan hijauan, pakan konsentrat, dan pakan tambahan.

1.  Pakan hijauan

Pakan hijauan adalah pakan yang berasal dari tanaman, mulai dari ujung akar hingga pucuk daun. Hijauan merupakan jenis pakan yang penting dalam usaha peternakan sapi potong sebab menjadi sumber selulosa dan hemiselulosa (serat kasar) yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan pada rumen (lambung hewan pemamah biak).

Hijauan harus diberikan sesuai dengan kebutuhan. Ketiadaan selulosa dan hemiselulosa bisa mengakibatkan pH rumen menjadi asam dan menimbulkan kematian. Sebaliknya, kelebihan hijauan membuat sapi tidak cepat gemuk karena laju kecernaan dari dua senyawa itu dapat dikategorikan lemah.

Jenis hijauan yang direkomendasikan sebagai pakan sapi potong berasal dari bagian tumbuhan yang muda (sebelum berbunga), terutama daun dan batang tanaman rumput dan kacang-kacangan. Tanaman muda yang belum berbunga punya nilai gizi yang lebih baik, entah dari kandungan karbohidrat, protein, maupun vitaminnya sebab semua kandungan gizinya belum dialokasikan untuk perkembangan bunga.

Hijauan yang umum diberikan pada ternak sapi potong diantaranya yaitu: rumput gajah, rumput benggala, rumput setaria, rumput ilalang, jerami padi, dan jerami kacang tanah. Jerami padi diberikan ke sapi potong bukan karena nilai gizinya, melainkan sebab harganya yang murah dan ketersediaannya yang stabil sepanjang tahun.

2.  Pakan penguat (konsentrat)

Pakan penguat adalah bahan dengan kadar serat kasar yang rendah (<18%) sehingga relatif lebih mudah dicerna dibandingkan hijauan. Bahan pakan konsentrat dapat dikelompokkan menjadi konsentrat sumber karbohidrat dan konsentrat sumber protein. Keduanya jenis konsentrat itu penting untuk usaha penggemukan sapi potong.

Pakan konsentrat inilah yang bisa mempercepat penggemukan sapi potong, tetapi, peternak tak bisa memberikan pakan konsentrat sebanyak 100%. Harga yang  relatif tinggi dibandingkan hijauan dan kemungkinan kelainan metabolisme pada tubuh ternak adalah dua hal yang dijadikan pertimbangan mengapa pakan konsentrat harus dicampurkan dengan pakan hijauan.

Limbah pertanian merupakan sumber pakan konsentrat yang umum digunakan  untuk peternakan sapi potong. Harganya yang relatif murah serta nilai gizi yang masih tinggi menjadi alasan mengapa limbah pertanian menjadi primadona di kalangan peternak rakyat maupun perusahaan besar.

Pakan konsentrat yang umum digunakan untuk usaha sapi potong yaitu: bekatul, dedak, ampas singgkong, ampas tahu, DDGS, bungkil kelapa, polard, dan tepung ikan.

3.  Pakan tambahan

Pakan tambahan adalah pakan yang diberikan pada ternak dalam jumlah yang sedikit. Sapi potong yang dipelihara secara intensif membutuhkan pakan penguat untuk meingkatkan performanya. Pakan tambahan dapat berupa vitamin, mineral, urea, dan mikroorganisme.

Vitamin yang biasa diberikan pada sapi potong adalah vitamin A dan vitamin D. Vitamin A berfungsi untuk fungsi penglihatan dan antioksidan sementara vitamin D berguna dalam menjaga kekokohan tulang.

Mineral Ca dan P umum diberikan pada sapi potong guna menjaga agar tulangnya tetap kuat. Tulang yang kuat dibutuhkan sapi demi menjaga tubuhnya yang berat agar tidak rubuh.

Urea adalah sumber protein yang baik untuk sapi potong. Urea dapat tercerna seluruhnya dalam tubuh sapi potong. Sayangnya, urea bisa membahayakan karena laju kecernaannya yang tinggi. Laju kecernaan yang tinggi itu dapat membuat pH rumen menjadi basa. Maka dari itu pemberian urea dibatasi maksimal 2% saja dari jumlah total pakan yang diberikan.

Mikroorganisme sering dicampurkan ke pakan untuk meningkatkan nilai kecernaannya. Mikroorganisme yang ditambahkan tersebut akan bekerja sama dengan mikroorganisme yang ada di rumen sapi untuk merombak nutrien-nutrien yang ada pada pakan. Hasil rombakan itu akan dimanfaatkan oleh sapi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Tiga jenis pakan yang disebutkan di atas biasanya diberikan dalam bentuk ransum. Ransum merupakan campuran dari dua atau lebih bahan pakan yang diberikan selama 24 jam. Jika diberikan secara terpisah, maka pertama kali sapi potong akan diberikan ransum berupa konsentrat dan pakan tambahan. Baru kemudian setelah beberapa lama diberikan pakan hijauan. Ransum dapat juga diberikan dalam bentuk campuran dari pakan konsentrat, pakan hijauan, dan pakan tambahan.