jamu kambing agar cepat gemuk

RAMUAN PENAMBAH NAFSU MAKAN PADA TERNAK KAMBING/DOMBA

Aflah Indonesia – Hasil-hasil penelitian menunjukkan, bahwa produktivitas ternak Kambing/domba, terutama pertumbuhan dan kemampuan produksinya dipengaruhi oleh faktor genetik (30%) dan lingkungan (70%). Pengaruh faktor lingkungan antara lain terdiri dari pakan, teknik pemelihraan, kesehatan, dan iklim. Di antara faktor lingkungan tersebut, pakan mempunyai pengaruh paling besar, yakni 60%. Besarnya pemgaruh pakan ini menunjukkan bahwa produktivitas domba yang tinggi tidak bisa tercapai tanpa pemberian pakan yang memenuhi persyaratan kuantitas dan kualitas.

Pakan yang dikonsumsi oleh ternak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan perawatan tubuh (pokok hidup), yakni mempertahankan suhu tubuh, kerja tubuh yang normal (jantung berdenyut, bernafas), bergerak, dan memperbaiki jaringan yang aus. Kelebihan pakan di atas kebutuhan hidup pokok tersebut digunakan untuk produksi, yakni pertumbuhan, penggemukan, produksi susu, refroduksi, dan bekerja (tenaga).

RAMUAN PENAMBAH NAFSU MAKAN PADA TERNAK KAMBING/DOMBA

Kebutuhan pakan pada kambing/domba bervariasi, tergantung pada umur , ukuran ternak, lingkungan, keturunan, penyakit, aktivitas ternak, kondisi tubuh ternak, spesies, dan lain-lain. Kambing/domba akan dapat berproduksi tinggi apabila diberi pakan yang memenuhi kebutuhannya, baik kualitas maupun kuantitas.

Pakan supaya bisa dikonsumsi maksimal perlu adanya penambah nafsu makan karena sangat dibutuhkan agar kambing/domba dapat mencapai bobot ternak yang maksimal.  Faktor yang penting di dalam keberhasilan suatu peternakan adalah pemilihan pakan. Jika ternak diberikan atau disediakan  pakan dengan nutrisi yang bagus akan cepat meningkatkan bobot badan dalam waktu yang lebih singkat dibandingkann dengan  ternak yang diberikan pakan dengan asal-asalan saja.

Dalam menggeluti usaha peternakan, para peternak harus menyiapkan sumber bahan pakan yang bagus serta harus diberikan suplemen maupun ramuan agar bisa merangsang atau penambah nafsu makan kambing/domba sehingga dapat mempercepat pertumbuhan. Salah satu ramuan yang banyak digunakan di beberapa peternakan besar dengan hasil yang memuaskan seperti Sumplemen Organik Cair (SOC).

SOC atau suplemen lainnya yang mudah dijumpai dipasaran merupakan  sejenis suplemen ataupun ramuan yang terbuat dari jenis bahan organik cair. Dimana pemberian suplemen ini bisa memicu pertumbuhan secara cepat pada hewan ternak seperti kambing/domba. Beberapa kasus yang sering terjadi adalah ditemukan adanya ketidakcocokan antara pakan yang diberikan untuk hewan ternak kita.

Untuk mendapatkan hasil ternak yang dipelihara bisa gemuk, sehat, berkualitas dengan modal seminim mungkin agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar.  Kendala juga ditemukan para peternak dilapangan dalam menentukan jenis pakan yang lebih sesuai standar serta mengandung nutrisi yang lengkap.

Saat kita menemukan suatu kondisi kambing/domba tidak doyan ataupun tidak nafsu makan berarti kita wajib menemukan penyebabnya, dan harus bisa segera kita atasi. Nafsu makan pada hewan ternak tidak stabil kadang bisa naik dan turun. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi nafsu makan kambing/domba seperti : 1) Kondisi pakan yang jelek, kurang mengandung nutrisi dan juga tingkat palatabilitas rendah; 2) Kurang air minum; 3) Adanya penyakit pada kambing/domba; 4) Kambing/domba mengalami stress akibat manajemen kandang yang buruk; 5) Kondisi cuaca yang ekstrim seperti terlalu panas, Hal ini membuat kambing/domba akan terus minum, sehingga mengkonsumsi pakan akan berkurang.

Apabila semua masalah tersebut bisa diatasi, tapi kambing/domba masih tetap tidak nafsu makan, diperlukan adanya ramuan atau suplemen ataupun jamu. Ramuan penambah nafsu makan bisa berupa vitamin, dll. Apabila mengetahui ramuan ataupun obat penambah nafsu makan terbuat dari bahan herbal atau jamu yang ada disekitar rumah untuk bisa di manfaatkan.

Penambah nafsu makan kambing/domba karena adanya gangguan penyakit pada hewan ternak akan membuat para peternak menjadi resah. Peternak menyadari akan dampak negatif yang bisa ditimbulkan yaitu kerugian dalam usaha ternaknya. Dalam usaha menghindari resiko tersebut maka banyak upaya untuk menyembuhkan maupun memyelamatkan dengan mancari obat penangkat penyakit.

Baca juga : Formulasi Ransum Berbasis Bahan Pakan Lokal

Ramuan ataupun jamu memang sudah sejak lama dikenal karena manfaatnya yang sudah diterapkan dari jaman nenek moyang. Ramuan selain digunakan untuk pengobatan, juga bisa diberikan sebagai tindakan pencegahan. Obat nanti bisa digunakan walaupun kondisi ternak sehat, bisa sebagai obat luar maupun untuk obat dalam tubuh.

Ramuan bisa berasal dari hewan, tumbuhan, mineral maupun campuran dari bahan – bahan tersebut. Hakikat pemberian ramuan itu sendiri berdasarkan pengamalan yang sdah dipraktikan dari waktu ke waktu. Beberapa ramuan dapat kita bedakan seperti : 1) Dari tumbuhan Bisa berasal dari akar, kulit, batang, bunga, daun, biju, maupun umbi. Contohnya temulawak, kunyit, sirih, kencur, bawang putih, minyak tanak, gula merah, lada; 2) Dari hewan bisa dari kuning telur ayam dan juga madu.

Penambah nafsu makan kambing/domba  atau sapi sangat mempengaruhi pertumbuhan bobot ternak dengan cepat.  Para peternak biasanya memberikan campuran penambah napsu makan agar lahap memakann pakan yang disediakan dengan harapan supaya ternak hidup sehat dann cepat gemuk sehingga harga jualnya bagus.

Pemilihan pakan yang tepat menjadi perhatian terpenting bagi para peternak. Kebanyakan peternak pada umumnya merawat ternaknya dengan ala kadarnya, termasuk memberikan pakan ala kadarnya saja dengan pakan yang ada disekitarnya. Hasilnya tentu saja tidak akan pernah maksimal, masa penggemukan lebih panjang dan tentu saja rugi waktunya.

Kondisi tersebut diatas adalah kondisi yang sering kita temui, sehingga hasil dari peternakan tidak akan maksimal.  Membuat pakan yang nutrisinya sangat lengkap dimana peternak sudah tidak pusing lagi untuk memberikan suplemen, vitamin, jamu jamuan, kalsium, nutrisi pakan lainnya. membuat komposisi pakan komplit atau bisa dibilang pakan ternak instan karena  pakan dari berbagai sumber pakan sudah dicampur jadi satu dalam satu pakan. Pemilihan atau komposisi pakan tidak begitu saja dicampur asal asalan namun sudah dilakukan penelitian secara komprehensif di Laboratorium IPB oleh ahli Nutrisi Pakan.

Pakan ini sangat cocok untuk peternakan modern dimana sudah tidak perlu pakan dengan hijauan maupun rumput serta dan bisa untuk dimanfaatkan dilahan yang sangat sempit. Hasilnya sangat cepat  membuat penambahan bobot badan dengan cepat.

Pemilihan jenis pakan dan suplemen yang tepat sangat mempengaruhi keberhasilan usaha peternakan. Dengan memilih pakan yang tepat maka dapat meningkatkan pertambahan bobot ternak secara cepat dan signifikan. Biasa peternak membuat paduan  dan komposisi pakan tersendiri dengan memadukan bahan pakan dengan suplemen dengan harapan adanya peningkatan produktifitas dan kenaikan bobot dan produksi susu.

Cara Ternak Kambing Cepat Gemuk Dan Hasil Panen Maksimal

Aflah Indonesia – Dengan menggunakan cara ternak kambing yang baik dan benar maka sebuah usaha ternak kambing akan berjalan dengan lancar dan juga hasil panennya akan lebih maksimal. Kambing adalah salah satu binatang jenis mamalia berkaki empat yang keberadaannya sangat banyak kita jumpai di segala wilayah Indonesia. Saat ini memang ternak kambing menjadi hal yang biasa terutama untuk yang tinggal di pedesaan, rata-rata para penduduk desa memang berprofesi sebagai petani dan peternak, dan pada umumnya mereka akan memelihara kambing, sapi, ayam, dan binatang ternak lainnya. Namun, para masyarakat desa tidak sadar akan besarnya peluang ternak kambing di Negara kita, saat ini daging kambing sangat laris di pasaran karena seiring dengan semakin banyaknya penduduk di Negara kita dan juga memang dagingnya yang memiliki rasa khas untuk di sate atau olahan masakan lainnya.

Cara ternak kambing yang baik dan benar sehingga akan menunjang penghasilan belum di praktekkan oleh para masyarakat desa yang telah melakukan ternak kambing, di sana hanya memiliki beberapa ekor kambing saja. Mereka tidak ada target untuk mengembangkan ternaknya, dan kambing sifatnya adalah hanya sebagai harta simpanan di lain waktu jika membutuhkannya maka akan di jual di pasar atau melalui tengkulak. Padahal justru sangat tepat untuk memulai usaha ternak kambing di daerah pedesaan, lokasi yang tepat dan juga banyaknya sumber makanan kambing di sana. Para petani yang juga melakukan ternak kambing tidak memiliki target dalam ternaknya, seperti target jumlah setiap bulan atau tahunannya, karena sedikitnya kambing siap potong di Indonesia maka pemerintah masih melakukan impor daging. Untuk menaggapi hal ini maka dalam hati saya untuk membuat artikel tentang cara ternak kambing yang mungkin akan bermanfaat bagi yang ingin memulai usaha ternak kambing.

Cara Ternak Kambing Cepat Gemuk Dan Hasil Panen Maksimal

Dalam perawatannya, kambing ini sangat mudah untuk di budidayakan, ketahanan dari serangan penyakit dan juga biaya pakan yang minim menjadi peluang yang sangat menyedihkan jika kita lewati. Kambing memiliki tingkat perkembangbiakan yang sangat baik, dalam 7 bulan induk kambing sudah bisa di kawinkan lagi, dengan masa kehamilan sekitar 5-6 bulan, maka anak kambing akan terlahir. Pada umumnya 1 induk kambing akan beranak sekitar 1-4 ekor, jadi ini sangat bagus untuk kita kembangkan menjadi usaha ternak yang berpotensi.

Keuntungan dari cara beternak kambing yang tepat tentunya adalah maksimalnya pertumbuhan dan perkembangbiakan pada kambing.  Dari hal itu juga masih banyak keuntungannya, yaitu dari hasil susu peras yang di hasilkan (jika ternak kambing etawa/susu), keuntungan lainnya adalah pupuk kandang yang bisa dijual atau di gunakan pupuk sendiri. Pupuk yang di hasilkan dari kotoran dan pembuangan sisa pakan dai ternak kambing sangat bagus untuk di gunakan sebagai pupuk organik. Jadi tunggu apalgi segera kita mulai untuk melakukan ternak kambing sendiri!!

Proses Reproduksi Kambing

Sebelum memulai untuk menjalankan usaha ternak kambing, maka sebaiknya yang perlu kita ketahui adalah bagaimana prosesnya. Kambing memang memiliki tingkat reproduksi yang tinggi, bahkan kambing ini dapat melahirkan 2 kali dalam satu tahun. Paling tidak kambing akan beranak 3 kali dalam masa 2 tahun, jadi betapa menggiurkan untuk memulai usaha ternak kambing tersebut, apalagi jika induk mampu beranak 3-4 ekor setiap melahirkan tentunya akan mempercepat perkembangan ternak kambing yang kita lakukan.

Kambing ini akan dewasa setelah berumur 6 bulan, dan kambing siap di kawinkan saat berumur 10-12 bulan. Dengan lama waktu birahi sekitar  24 – 45 jam, dengan siklus birahi yang berselang selama 17 – 21 hari, birahi kambing dapat di tandai dengan sifatnya yang gelisah, memiliki nafsu makan dan minum berkurang, selalu mengibaskan ekornya, kencing lebih sering, kemaluan akan bengkak dan basah.

Klik juga : Cara Mudah Beternak Ayam Joper

Dalam ternak kambing, ratio jumlah pejantan dan betina adalah = 1 : 10, jika perkawinan sudah terbuahi maka lama waktu bunting adalah 144 – 156 hari (atau sekitar 5 bulan). Dan anak kambing akan di sapih setelah sekitar 3-4 bulan anak kambing terlahir.

Langkah Awal Cara Ternak Kambing Yang Benar

Dalam langkah awal tentunya di mulai dari persiapan pembuatan kandang sebagai tempat tinggal kambing dan di akhiri dengan masa panen. Dalam langkah-langkah cara ternak kambing yang baik dan benar memang sangat mudah untuk di lakukan, kita bisa melakukan usaha ini sebagai usaha sampingan. Dibawah ini adalah langkah-langkah yang harus kita lakukan terlebih dahulu agar ternak kambing yang akan kita jalankan menjadi semakin mantap dan berimbas dengan maksimalnya hasil panen.

Persiapan Pembuatan Kandang Kambing

Untuk modal awal cara ternak kambing yang tepat, kandang ini adalah salah satu hal penting yang nantinya akan menunjang keberhasilan dari usaha ternak kambing yang akan kita jalankan. Kandang yang baik juga akan menimbulkan kenyamanan yang membuat kambing menjadi mudah gemuk dan berkembangbiak. Tingkat minimal kandang ini adalah bersih, memiliki sinar matahari yang cukup, tidak panas (teduh), dan penempatan kandang paling minim adalah berjarak 5 meter dari rumah. Hal ini ditakutkan akan berimbas bau kotoran campur urine kambing yang tidak sedap, ingat selain kambing kita sehat, kita juga lebih penting untuk lebih sehat. Di bawah ini adalah ukuran ideal kandang untuk memulai ternak kambing.

  • Kandang untuk beranak untuk induk+dua anak : 120 cm x 120 cm /ekor
  • Kandang induk (baik yang hamil atau tidak hamil) untuk 1 ekor: 100 cm x 125 cm
  • Kandang pembesaran anak yang telah di sapih untuk satu ekor: 100 cm x 125 cm
  • Kandang pejantan per ekornya adalah : 110 cm x 125 cm
  • Kandang dara/dewasa (di siapkan sebagai kambing potong) per ekornya adalah : 100 cm x 125 cm

Persiapan Pemilihan Bibit Ternak Kambing

Dalam tahap ini tentunya kita sudah menentukan untuk melakukan ternak kambing dengan jenis tertentu, mengingat jenis kambing di Indonesia sangatlah banyak, bahkan sampai puluhan jenisnya di masing-masing wilayah. Dalam kasus ini, jika kita ingin ternak kambing sebagai kambing potong (pedaging) maka sebaiknya bibit yang kita siapkan adalah bibit jenis kambing kacang (jawa). Mengapa kambing ini, karena kambing ini sangatlah cepat untuk berkembangbiak, mudah gemuk, mudah adaptasi di semua lingkungan, lebih tahan penyakit, dan dagingnya paling diminati.

Jika kita ternak kambing dengan tujuan susu perah, maka bibit  jenis kambing yang harus kita siapkan adalah jenis kambing etawa,  kambing sangat bagus untuk menghasilkan susu.

Kambing etawa ini justru malah memiliki 2 opsi hasil panen, yaitu susu perah dan juga sebagai kambing potong/pedaging. Kambing etawa ini memiliki keunggulan tubuhnya yang berukuran yang besar, tentunya bobot daging yang di hasilkan juga lebih banyak daripada kambing jenis kacang/jawa. Baiklah, untuk menentukan bibit kambing sebagai induk dan pejantan yang baik harus memiliki kriteria seperti dibawah ini :

  1.    Kriteria Calon Induk Kambing Yang Ideal
  • Bentuk tubuhnya yang seimbang, memiliki dada yang dalam dan lebar, bentuk garis punggung dan pinggangnya lurus, tulangan/tubuhnya besar dan tidak gemuk (sehat) bukan obesitas
  • Berkaraktek jinak dan tidak galak
  • Memiliki keempat kakinya yang lurus dan tumitnya tinggi.
  • Memiliki jumlah gigi lengkap, mempunyai kriteria merumput dengan baik, dan rahang atas/bawah rata.
  • Terlahir dari 2 pranakan/bahkan anak tunggal.
  • Bentuk ambingnya simetris dan tidak menggantung atau memiliki puting 2 buah (bercabang).
  1.    Kriteria Calon Pejantan Kambing Yang Ideal
  • Memiliki ukur tubuh yang besar dan panjang (tulangannya besar), sangat bagus jika memiliki bagian belakang yang lebih tinggi dan lebih besar, memiliki bentuk dada yang lebar, serta kambing tidak teralalu gemuk, perawakannya gagah, aktif dan tentunya memiliki nafsu kawin yang tinggi.
  • Bentuk seluruh kakinya yang lurus serta kuat.
  • Di lahirkan dari 2 bersaudara atau tunggal.
  • Memiliki usia di antara 1,5 -3 tahun.

Cara Pemberian Pakan Ternak Kambing

Poin ini juga termasuk hal penting dalam cara ternak kambing yang baik dan benar, pakan juga salah satu masalah penting yang menunjang keberhasilan ternak kambing yang telah kita mulai. Sebenarnya dalam pemberian pakan ini sangatlah mudah, tidak seperti pemberian pakan pada ternak lainnya, karna kambing ini dapat memakan rumput/hijau-hijauan lainnya serta pakan tambahan yang nantinya akan menunjang agar kambing cepat gemuk dan juga berreproduksi dengan baik.

Pakan yang di berikan sebaiknya yang lebih mudah di dapatkan, tidak pakan yang harganya mahal agar bisa menekan seminimal mungkin pengeluaran untuk pakan. Namun pakan yang kita berikan haruslah mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang cukup untuk kebutuhan kambing setiap harinya. Pakan yang di berikan juga di anjurkan yang mudah di cerna, tidak beracun, dan di sukai kambing (lahap makannya). Kandungan pakan ini bisa kita dapatkan dengan memberinya hijauan seperti berbagai jenis rumput dan makan tambahan seperti konsentrat yang bisa di dapatkan dengan membelinya di toko pakan ternak terdekat.

Solusi lainnya untuk mengganti konsentrat agar kambing sehat dan gemuk adalah campuran dari beberapa bahan seberat 3kg (sebaiknya 1 ekor kambing setiap harinya di berikan dengan berat pakan tambahan 3 kg) yaitu ; ampas tahu 40%, bekatul 40%, dan racikan singkong 20%, pakan tambahan bisa di berikan pada siang hari (bukan pada saat memberi pakan hijau-hijauan).

Cara pemberian pakan yang baik adalah dengan memberinya pakan rerumputan 2 kali dalam satu hari, yaitu pagi di antara pukul 08.00 WIB – pukul 16.00 WIB, berat rumput yang di butuhkan adalah 10% dari berat badan kambing setiap harinya. Dan pemberian pakan tambahan konsentrat/campuran bahan yang saya sebutkan diatas, adalah paling bagus diberikan pakan tambahan dengan berat 3kg setiap harinya, pakan tambahan bisa di berikan pada saat siang hari.

Untuk indukan kambing yang sedang hamil, menyusui, atau pejantan yang sering di kawinkan, sebaiknya di berikan pakan penguat yang bisa di beli di toko pakan ternak terdekat. Jangan lupa untuk memberinya minum setiap harinya, pemberian minum paling bagus setelah memberikan pakan tambahan.

Cara Pengendalian Penyakit Pada Kambing               

Dengan pencegahan terjadinya serangan penyakit pada kambing maka sebaiknya di cegah dengan melalui sanitasi kandang yang tepat dan pemberian makanan yang mencukupi gizi, serta vaksinansi. Penyakit yang sering menyerang kambing adalah sebagai berikut ; cacingan, kudis (scabies), kembung perut (bloat), paru-paru (pneumonia), orf, dan koksidiosis. Semua penyakit ini bisa di kendalikan dengan cara ternak kambing yang baik dan benar, dengan itu kambing akan lebih sehat dan terhindar dari penyakit. Jika ada kambing yang terserang penyakit, maka sebaiknya di lakukan pemisahan dan pengobatan.

Cara Panen Ternak Kambing

Panen kambing ini tentunya terbagi dua jenis, yaitu sebagai kambing pedaging (potong) atau sebagai kambing susu perah. Dalam hal ini tentunya harus di usahakan agar selalu meningkatkan nilai tambah hasil  produksi ternak kambing yang kita jalankan yaitu  mencakup daging, susu, kulit, tanduk, atau kotoran yang nantinya bisa di jadikan pupuk organik.

Untuk waktu yang tepat menjual kambing adalah di saat berat badan kambing sudah tidak dapat bertambah lagi (berat maksimal) agar nilai jualnya tinggi karena dagingnya juga banyak. Kambing di usia 1-1,5 tahun berat tubuhnya sudah tidak dapat bertambah lagi (kambing normal tidak kurus), jadi saat umur tersebut sangat ideal untuk menjualnya.

Sangat mudah untuk menjalankan cara ternak kambing yang baik dan benar agar mencapai hasil produksi yang maksimal, Segera untuk memulai usaha ternak ini, karena permintaan daging kambing, susu kambing selalu mengalami kenaikan, dan peternakan di Negara kita belum mampu menjawab hal itu, solusinya pemerintah melakukan impor daging, jadi Anda tahu apa yang menjadi peluang usaha ini!!