dimanakah harvard university

Kamu Perlu Tahu! Ini Dia Biaya Kuliah di Harvard University

Siapa yang tidak pernah mendengar nama Harvard University? Salah satu universitas di Amerika Serikat ini merupakan universitas bergengsi yang dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan terbaik di dunia. Tidak sedikit orang yang bermimpi untuk menjadi salah satu lulusan Harvard University, beberapa bahkan sangat berambisi untuk menjadi salah satu pelajar luar biasa yang dapat menempuh pendidikan di universitas ini.

Kamu Perlu Tahu! Ini Dia Biaya Kuliah di Harvard University

Tentang Harvard University

Harvard University adalah salah satu universitas riset swasta yang berlokasi di Cambridge, Massachusetts. Berdiri pada tahun, 1636, Harvard University merupakan institusi pendidikan tinggi tertua di Amerika dan juga termasuk salah satu yang tertua di dunia. Ada sekitar 50 program sarjana, 134 program pascasarjana, serta 32 program profesional yang ditawarkan di Harvard University.

Alumni universitas ini termasuk 8 orang presiden Amerika Serikat dan 188 miliuner yang masih hidup. Selain itu, sebanyak 160 pemenang nobel, 18 pemenang Fields Medal dan banyak lainnya telah berafiliasi dengan Harvard University baik sebagai mahasiswa, pengajar atau peneliti. Salah satu alumni paling terkenal dari universitas ini

Sekolah Pemberi Gelar

Harvard memiliki 12 sekolah yang menawarkan program-program gelar mulai dari sarjana, pascasarjana, dan profesional. Berikut adalah sekolah-sekolah tersebut:

• Harvard Business School
• Harvard College
• Harvard School of Dental Medicine
• Harvard Divinity School
• Harvard Faculty of Arts and Sciences
• Harvard Graduate School of Design
• Harvard Graduate School of Education
• Harvard Graduate School of Arts & Sciences
• Harvard John A. Paulson School of Engineering and Applied Sciences
• Harvard Kennedy School
• Harvard Law School
• Harvard Medical School
• Harvard T.H. Chan School of Public Health

Biaya Kuliah di Harvard University

Biaya kuliah yang harus kamu bayar sebagai mahasiswa di Harvard University antara lain adalah untuk uang sekolah, biaya kesehatan, asuransi kesehatan, akomodasi, dan lain-lain. Total keseluruhannya dapat mencapai lebih dari 70.000 USD per tahun. Meski demikian, Harvard menyediakan berbagai bantuan finansial baik untuk pelajar Amerika Serikat sendiri maupun pelajar internasional. Secara umum, biaya yang akan kamu bayarkan kepada pihak universitas akan disesuaikan dengan kemampuan finansial dari keluargamu.

Baca Juga : Tak Suka Matematika, Ini 10 Jurusan Kuliah yang Tidak Ada Matematika

Hal ini disebabkan karena Harvard sendiri berkomitmen untuk mengedepankan kemampuan siswa, bagaimanapun kondisi finansial mereka. Setelah menerima berbagai bantuan finansial, umumnya orang tua hanya perlu berkontribusi sekitar 12.000 USD dalam setahun untuk tingkat sarjana. Berdasarkan data yang ditampilkan di website The College Harvard University, sekitar 20% keluarga mahasiswa sama sekali tidak membayar apa-apa untuk kepentingan studi mereka di Harvard University.

Beasiswa Studi di Amerika

Jika biaya kuliah di Harvard University terlalu mahal buatmu meskipun kamu percaya diri dengan kemampuan akademik yang kamu miliki, kamu bisa mendaftar beasiswa. Ada banyak beasiswa yang dapat kamu daftar sebagai dukungan finansial studimu di Harvard University. Beberapa mahasiswa bahkan tidak hanya membayarkan uang kuliah, namun juga uang saku sehingga kamu tidak lagi akan membebani orang tua. Kamu hanya perlu mencari informasi dari berbagai sumber terkait dengan program beasiswa.

Jika kamu berencana untuk melanjutkan studi di tingkat S2 di Harvard University, kesempatan beasiswa biasanya jauh lebih banyak. Lembaga beasiswa terkenal seperti LPDP dan fulbright umumnya hanya menyediakan beasiswa untuk tingkat master atau doktor ke universitas terbaik dunia, termasuk Harvard University. Meski demikian, setiap sekolah atau fakultas di Harvard University sendiri juga memiliki banyak bantuan finansial yang dapat membantumu selama berkuliah di sana.

Masuk Jurusan Astronomi, Setelah Lulus Kerja di mana?

Masuk astronomi sebagai jurusan di dunia kuliah, jadi apa ya nanti setelah lulus? Pertanyaan itu mungkin masih mengganggu pikiranmu sehingga belum begitu yakin memilih jurusan yang satu ini, padahal ingin.

Masuk Jurusan Astronomi, Setelah Lulus Kerja di mana?

Nah, astronomi memang sedikit berbeda dengan jurusan kuliah yang lain. Jurusan yang satu ini sebenarnya cukup seru. Sebagai mahasiswa astronomi, kamu akan mempelajari aspek fisika, biologi, kimia, dan evolusi yang berhubungan dengan bintang, planet, dan benda luar angkasa lainnya. Jurusan kuliah mana lagi yang sekeren ini?

Walau begitu, terkadang orang tua masih bertanya kepada kita. Setelah empat tahun kuliah di Jurusan Astronomi, di manakah nantinya akan bekerja? Lapangan kerja seperti apa yang akan cocok bagi Jurusan Astronomi?

Jurusan Astronomi di Indonesia

Kamu perlu tahu nih, hanya ada satu perguruan tinggi yang memiliki program studi astronomi di Indonesia, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB). Jurusan Astronomi berada di dalam Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB. Dengan begitu, saat mendaftar di ITB, kamu cukup menulis nama fakultasnya saja, ya.

Oh iya, FMIPA ITB menyediakan jurusan Astronomi untuk jenjang S1, S2, dan S3. Kita juga bisa berbangga karena prodi Astronomi di ITB ini hanya satu-satunya di Asia Tenggara, lho.

Baca Juga: 5 Macam Perguruan Tinggi di Indonesia Beserta Contohnya

Bila kamu berhasil masuk FMIPA ITB, di tahun kedua, kamu nantinya akan bisa memilih jurusan mana yang kamu inginkan, yakni tentunya adalah astronomi. Dalam Jurusan Astronomi, akan dibagi lagi ke beberapa peminatan yang terdiri dari Tata Surya, Fisika Bintang, serta Galaksi dan Kosmologi.

Menurut Kak Meri Handayani, lulusan Astronomi ITB angkatan 2011 yang sempat diwawancarai, “Pada dasarnya, astronomi sama menariknya seperti ilmu lain. Jangan takut dengan prospek kerja karena apa yang didapat nggak selalu harus sama dengan jurusan yang diambil saat kuliah. Jadikan kuliah sebagai pendidikan formal yang dapat menambah ilmu kita.”

Mata Kuliah Jurusan Astronomi

Mata kuliah yang akan kamu pelajari di jurusan ini nggak akan jauh dari ilmu perbintangan. Selain ilmu MIPA, kamu juga akan belajar mengenai sejarah astronomi, tata surya, astrofisika, pengantar kosmologi, fisika dasar,  fisika termal, fisika bintang, fisika galaksi, mekanika benda langit, dan lain sebagainya. Seru banget ‘kan?

Kenapa Mau Masuk Astronomi?

Nah, sebelum memilih astronomi sebagai pilihan jurusan kuliahmu, yakinkan dulu dirimu sendiri apa yang menjadi dasarmu ingin berkuliah di jurusan itu. Kebanyakan orang yang ingin masuk Jurusan Astronomi selalu berdasarkan pada kekagumannya dengan alam semesta saja. Padahal, itu belum cukup.

Setelah kamu nantinya lulus dari Jurusan Astronomi, kamu akan menggeluti astronomi sebagai profesi. Hal itu jelas akan lebih banyak tantangannya daripada sekadar menjadikan astronomi hanya sebagai hobi saja. Jadi, dasar untuk memilih Jurusan Astronomi sebagai jurusan kuliah seharusnya adalah: rasa keingintahuan dan kemauan belajar yang tinggi.

Oh iya, perlu diketahui juga nih. Seorang astronom profesional tidak selalu merupakan seorang lulusan Jurusan Astronomi. Baik itu lulusan kedokteran, komputer, fisika, atau lainnya, jika menjadikan astronomi sebagai pekerjaannya, maka bisa disebut sebagai astronom profesional.

Prospek Kerja Lulusan Jurusan Astronomi

Prospek pekerjaan bagi lulusan astronomi ternyata sangat luas, lho. Merentang mulai dari pekerjaan di perguruan tinggi, lembaga penelitian, lembaga antariksa, observatorium, planetarium, pusat sains, sekolah, hingga media massa. Coba bahas satu per satu deh, yuk!

Di perguruan tinggi, lulusan astronomi bisa mengajar sebagai dosen. Memang, baru satu di Indonesia saat ini perguruan tinggi yang membuka Jurusan Astronomi, tetapi kamu bisa menjadi dosen dalam bidang ilmu lain yang juga dipelajari dalam astronomi, misalnya fisika, biologi, hingga matematika.

Bila kamu memilih di lembaga penelitian atau lembaga antariksa, tentu kamu akan menjadi seorang ilmuwan. Lembaga-lembaga ini ada banyak kok di Indonesia, mulai dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Kamu juga bisa bekerja di lembaga penelitian atau lembaga antariksa di luar Indonesia, lho. Nantinya, bila kamu memang berkompeten sebagai ilmuwan dan memiliki prestasi yang cemerlang, nama-namamu bisa diabadikan sebagai nama asteroid seperti beberapa alumni astronomi ITB, yang masing-masing adalah Bambang Hidayat, Moedji Raharto, Dhani Herdiwijaya, dan Taufiq Hidayat.

Lahan pekerjaan lainnya, di observatorium, planetarium, pusat sains, hingga sekolah, seorang lulusan astronomi bisa menjadi pengajar atau pembicara di sana. Mulai banyak kok sekarang yang sering berkunjung ke observatorium dan planetarium, serta sudah banyak juga tuh acara-acara sains di Indonesia yang mana kamu bisa ikut andil dalam acaranya.

Nah, terakhir, kamu bisa juga bekerja di media massa. Setiap harinya, banyak penemuan-penemuan astronomi di dunia. Menjadi seorang lulusan Jurusan Astronomi yang bekerja di media artinya adalah menjadi seorang science communicator, menyampaikan hasil penelitian atau penemuan dalam astronomi ke masyarakat awam yang luas.

Eits, nggak terbatas pada bidang-bidang pekerjaan di atas saja kok yang bisa digeluti seorang lulusan Jurusan Astronomi. Untukmu yang nantinya nggak ingin berkarir di ranah astronomi, masih bisa bekerja di bidang-bidang lain seperti industri, keuangan, penerbit, teknologi informasi, manajemen, ekonomi, hingga menjadi wirausaha.