Kesenian

Kesenian Tradisional Khas Bali, Indonesia Terpopuler

Tentu kalian tahu bahwa Bali merupakan tempat wisata eksotis di Indonesia , Selain itu Bali mempunyai kesenian – kesenian tradisional yang populer dikalangan masyarakat Bali. Bahkan tidak di Bali saja melainkan dunia mengetahui bahwa kesenian – kesenian yang ada di Pulau Dewata tersebut sangatlah terkenal.

Kesenian Tradisional Khas Bali

Untuk informasi menarik lainnya, silahkan baca ini: Macam Macam Kesenian Daerah di Indonesia

Contoh 5 Kesenian Khas Bali yang Popluer

  • Tari Kecak

Tari kecak ini merupakan tarian tradisional khas bali yang mempopuler seluruh masyarakat indonesia. Tarian ini membutuhkan banyak pria untuk bisa memulainya dan tarian ini dilakukan duduk di tanah dengan membentuk lingkaran sembari menggerakan tangan ke arah atas dan menyerukan kata ‘cak’ secara berulang kali. Tujuan tarian tersebut adalah bentuk komunikasi dengan Tuhan dan roh-roh leluhur dalam menyampaikan harapan-harapan.

  • Kesenian Drama Tari Calonarang

Kesenian mengangkat tema horor, tidak bisa sembarang tempat bisa melakukan tarian tersebut dan hanya dilakukan saat upacara pujiwali seperti dilakukan di sebuah pura dalem dalam sebuah desa pakraman.

Kenapa tarian tersebut diberi nama Tari Calonarang adalah karena dari cerita calonarang yang berbau magis atau mistis, Dan Calonarang tersbut dia adalah tokoh yang berwajah seram dan mempunyai sifat ingin menyakiti.

  • Tari Janger

Tarian ini diciptakan pada tahun 1930, yang dikenal sebagai tari pergaulan yang biasa nya dilakukan oleh pemuda dan pemudi secara berpasangan. Dalam tarian tersebut mereka menari sambil bernyanyi bersahut – sahutan satu sama lain, Ini merupakan hiburan rakyat yang ideal untuk semua kalangan baik. Tarian ini masih dilakukan dan dipentaskan di sekolah – sekolah SD atau TK dan tarian ini memiliki gerakan yang sederhana yang mudah ditiru dan dipadu dengan suara vokal dalam bentuk nyanyian koor, kesenian ini di identik dengan tari anak – anak dengan berkelompok  yang berjumlah 10 -16 orang.

  • Tari Joged Bumbung

Kesenian tradisional yang satu ini cukup populer dikalangan masyarakat, Tari Joged Bumbung ini merupakan kesenian yang sangat merakyat  karena para penonton diajak langsung menari bersama penari seni Joged Bumbung tersebut. Dalam perkembangan jaman dan masa transisi terkadang kesenian ini di salah gunakan oleh penari – penari yang erotis dan melencegkan jati dirinya sampai terkesan berabau pornografi dengan menyimpang dari norma yang memungkinkan banyak penonton anak – anak. sehingga tarian tradisional Joged Bumbung ini tidak cocok untuk anak – anak dan lebih cenderung kepada orang dewasa.

  • Tari Tradisional Genjek

Tari Genjek ini adalah sebuah kesenian tradisional khas Bali yang populer dikalangan masyarakat. Tarian ini banyak dilakukan atau di dominasi oleh para laki – laki, dimulai dari berkumpul para laki – laki sampai meminum minuman alkohol saat mulai mabuk dan kehilangan kendali mereka mulai bernyanyi dan diikuti oleh peserta lain dengan mengikuti suara tabuhan gamelan. Kini Tari Genjek tersebut sering dipentaskan dalam even-even tertentu dengan menyertakan vokal wanita dan sejumlah suara gamelan, sehingga terdengar unik dan indah untuk didengarkan para masyarakat setempat.

Macam Macam Kesenian Daerah di Indonesia

Dalam setiap harinya secara sadar maupun tidak sadar apapun yang kita lakukan dan kerjakan hampir seluruhnya berkaitan dengan seni. Cara kita memandang dan mengerjakan sesuatu hal juga merupakan seni karena setiap kita memiliki selera, pandangan, pendapat sendiri tergantung cara pandang kita masing-masing dalam mengambil kesimpulan. Seni sendiri mempunyai cakupan yang cukup luas yang tidak dapat dibatasi oleh suatu penjelasan yang harafiah. Namun secara garis besar seni merupakan ekspresi yang diciptakan manusia dan memiliki unsur keindahan atau unsur estetika yang dapat dituangkan menjadi suatu karya. Dimana karya tersebut dapat dinikmati oleh kelima panca indera dan dapat mempengaruhi perasaaan seseorang terhadap hal tersebut.

Macam Macam Kesenian Daerah di Indonesia

Terdapat 5 jenis seni yang tersebar di seluruh Indonesia dan macam-macamnya dikenal sebagai kesenian daerah dimana karya-karyanya diakui oleh negara dan menjadi harta kebanggaan negeri kita. Seni terdiri dari 5 jenis, yaitu seni tari, seni rupa, seni musik, seni teater, dan seni sastra. Kali ini kita akan melihat contoh-contoh 5 jenis seni itu ke dalam macam-macam kesenian daerah yang tersebar di indonesia.

Baca Juga: 6 Institut Seni Terbaik di Indonesia, Ini Daftar Lengkapnya

1. Seni Tari

  • Tari Tradisional Serimpi

Tari serimpi merupakan tari tradisional yang menjadi identitas bagi daerah Yogyakarta dalam bidang seni gerak. Pada zaman dahulu tarian ini selalu dipertunjukan untuk menyambut setiap adanya acara pergantian Raja di daerah Jawa Tengah. Cirikhas dari tarian serimpi ini adalah setiap penari wanitanya memakai pakaian pengantin seperti pengantin putri keraton.

Tari tradisional ronggeng bugis
Tari tradisional ini berasal dari daerah Cirebon dimana tarian ini bersifat komedi dan bertujuan untuk menghibur para penikmat seni. Tarian ini ditarikan oleh 10-20 orang laki-laki namun memakai aksesoris, kostum dan dandanan layaknya wanita. Para penari ini juga akan menari dan menunjukkan gaya bahasa tubuh seperti perangai seorang wanita.

  • Tari tradisional Pendet

Tari Pendet merupakan tarian yang tidak asing lagi bagi setiap turis baik dari lokal maupun dari manca negara. Kesenian daerah Bali ini ditarikan oleh beberapa remaja putri yang akan membawa mangkok perak berisi bunga-bunga.

  • Tari Tradisional Andun

Tari Andun ini merupakan salah satu dari macam-macam kesenian daerah yang berasal dari Bengkulu. Tarian ini biasanya dipertunjukkan ketika diadakan pesta pernikahan yang akan diiringi oleh musik kolintang. Tarian ini ditarikan saat malam hari dan dilakukan secara berpasang-pasangan antara para bujang dan para gadis.

2. Seni Rupa

  • Batik

Batik merupakan kain yang dihias menggunakan canting atau printing. Teknik membatik menjadi cirikhas dari salah satu dari macam-macam kesenian daerah di Indonesia. Batik yang paling terkenal saat ini adalah batik Solo dan batik Pekalongan. Cirikhas batik ini adalah adanya motif atau ukiran-ukiran yang khas pada sebuah kain.

  • Tenun

Tenun juga merupakan salah satu kesenian Indonesia yang terkenal. Hanya saja menenun memiliki tingkat kerumitan yang cukup tinggi. Sehingga biasanya hanya orang-orang yang terlatih yang dapat menenun. Ciri khas dari tenun adalah adanya sebuah alat yang dipakai dan terlihat seperti memilin-milin benang dan akhirnya akan menciptakan suatu motif. Hasil tenun ini tergolong memiliki nilai yang cukup tinggi karena kerumitan dalam membuatnya.

  • Lukisan Badai Pasti Berlalu

Lukisan ini merupakan karya dari Affandi yang bermakna seseorang yang ingin mengarungi kehidupan. Makna tersebut juga tergambar dalam lukisannya yang terdapat perahu dan matahari. Lukisan dari affandi ini memang memiliki cirikhas yang abstrak namun memiliki makna dalam yang ada di setiap lukisannya.

  • Lukisan Penari dari Bali

Rustamadji adalah salah satu tokoh terkenal di bidang macam-macam kesenian di Indonesia khususnya seni rupa. Rustamadji adalah maestro asal Jawa Tengah yang sudah banyak sekali menghasilkan lukisan, salah satunya adalah lukisan Penarii di Bali yang menggambarkan keindahan seorang penari Bali yang dimiliki oleh Indonesia.

3. Seni Musik

  • Musik Sasando Gong

Musik tradisional ini berasal dari Nusa Tenggara Timur yang berada di Pulau Rote . Musik ini dihasilkan dari permainan alat musik yang bernama Sasando. Musik ini dimainkan saat upacara penyambutan tamu dan sebagai hiburan saat ada acara-acara yang dibuat oleh masyarakat setempat.

  • Musik Tabuh Salimpat

Lampung merupakan pemilik dari musik Tabuh Salimpat ini. Musik ini memiliki ciri khas dengan musiknya yang penuh tabuhan dan petikan. Dalam permainan musik ini, alat musik yang menonjol adalah kerenceng dan gambus lunik. Musik ini dahulu dimainkan saat upacara adat, pengiring tari dan digunakan sebagai bentuk komunikasi yang dikemas dalam bentuk lagu yang bersahut-sahutan.

  • Musik Senandung Jolo

Senandung Jolo merupakan salah satu dari macam-macam kesenian daerah yang berada di daerah Jambi yang terletak di Muara Sabak. Musik ini dimainkan saat acara manunggal padi, yang merupakan acara turun sawah untuk menanam padi di sawah. Alat musik kulintang kayu, biola, gendang dan gong lah yang bereperan sebagai pengiringnya. Manunggal padi ini menggambarkan isi hati anak muda-mudi melalui pantun yang disampaikan secara bergantian diiringi oleh musik senandung jolo ini.

  • Musik tradisional Laras Madya dan Santi Swara

Di daerah pinggiran Jawa Tengah, musik laras madya dan santi swara terkenal dengan kemiripan musiknya yang jika dipadu padankan membuat musik ini menjadi sangat harmonis. Padu padan dari rebana, gendang, kemanak dan bogem ini menghasilkan musik yang berciri khas seperti koor tembangan. Musik ini dipakai sebagai musik khusus untuk mengiringi sholawatan.

Baca juga: 15 Universitas Swasta di Jakarta

4. Seni Teater

  • Sanghyang

Sanghyang merupakan salah satu macam kesenian daerah dalam bidang teater dan dipadu padankan dengan tarian. Kesenian teater ini berasal dari daerah pulau Bali. Sanghyang tidak hanya menjadi sebuah seni teater tetapi juga menjadi tradisi yang memiliki makna khusus. Sanghyang ini ditarikan secara religius dalam acara yang khusus untuk menolak bahaya, bencana dan penyakit. Ciri khas dari seni teater ini adalah memasukan unsur magis di dalamnya. Saat acara ini berlangsung biasanya akan banyak yang mengalami kesurupan karena dimasuki oleh roh-roh seperti bidadari kahyangan sampai binatang yang bisa merusak seperti monyet, babi hutan dan lain sebagainya.

  • Lenong

Kesenian lenong ini sudah sangat dikenal sebagai kesenian yang lahir dari daerah asal Betawi. Lenong memiliki cirikhas berupa penggunaan bahasa yang kental dengan logat Betawi serta diisi dengan banyolan dan cerita komedi yang akan menghibur para penonton.

  • Reog

Reog merupakan kesenian daerah yang berasal dari Ponorogo. Dalam pertunjukan reog, tidak terdapat dialog yang dilafalkan oleh para pemainnya. Namun reog tetap dapat dikategorikan sebagai seni teater yang ada di Indonesia. Reog memiliki cirikhas yang sangat mudah untuk dikenali. Saat pertunjukan reog, para pemainnya akan menggunakan topeng yang besar dan tinggi menyerupai wajah singa. Ketika pertunjukan telah mencapai puncak, unsur magis pun tidak dapat terelakan dan dapat membuat pemainnya mengalami kesurupan.

  • Ketoprak

Kesenian ketoprak ini sudah ada sejak tahun 1925 dan sangat berkembang di daerah Yogyakarta. Teater tradisional ini biasanya akan memainkan skenario tentang kisah-kisah kerajaan-kerajaan kuno. Teater ketoprak ini memiliki ciri khas berupa drama yang diiringi musik menggunakan gendang, kenong, seruling, dan lain-lain.

5. Seni Sastra

  • Dongeng Timun Mas

Dongeng merupakan salah satu kekayaan Indonesia yang dibuat sebagai hasil karya seni sastra. Dongeng ini menceritakan tentang seorang janda yang mendapatkan anak dari biji mentimun yang diberi nama Timun Mas dari seorang raksasa. Raksasa ini bernama buto ijo dan akan diambil kembali di umur si anak yang ke-17 . Dongeng ini menceritakan bagaimana kisah perjalanan Timun Mas melawan buto ijo. Ciri khas dari dongeng ini adalah seorang anak yang diberi 3 macam bekal untuk melawan buto ijo dan seorang raksasa yang berwarna hijau serta tinggi besar.

  • Dongeng si Kancil dan Buaya

Dongeng ini menceritakan tentang kecerdikan seekor kancil yang berhasil lepas dari ancaman buaya yang ingin memangsanya. Namun karena kecerdikan kancil ini, akhirnya buaya hanya di jadikan sebagai sarana untuk si kancil menyeberang sungai. Ciri khas dongeng ini adalah terdapat dua tokoh binatang yaitu kancil yang cerdik dan buaya yang serakah di pinggir sungai.

  • Puisi Mata Hitam

WS. Rendra merupakan salah satu tokoh Indonesia yang melestarikan kesenian di bidang karya sastra berupa puisi. Puisi mata hitam merupakan salah satu karyanya yang meneritakan tentang mata yang memancarkan rasa rindu yang teramat dalam akan kenangan-kenangan masa lalu. Puisi ini memiliki ciri khas yang puitis dan menggambarkan tentang perasaan seseorang.

  • Puisi Aku Berada Kembali

Puisi ini dikarang oleh Chairil Anwar mengenai perkembangan teknologi yang mempengaruhi kehidupan masyarakat pinggir pantai. Banyaknya kilang-kilang minyak yang didirikan, kapal pengeruk ikan yang membuat para nelayan pinggir pantai kalah oleh mesin-mesin tersebut dalam mendapatkan ikan. Si penulis menceritakan bahwa suasana yang ia rasakan tidak sama seperti saat dulu ia berada di tempat itu. Ciri khas puisi ini adalah adanya makna tersirat berupa penilaian dan kritikan tentang keadaan di zaman itu.

Berikut adalah contoh-contoh dari sekian banyak macam-macam kesenian daerah yang tersebar di Indonesia dari Sabang samapai Merauke. Semoga melalui artikel ini kita semakin tahu banyak hal mengenai kesenian daerah dan diingatkan untuk lebih mencintai, melestarikan dan menjaga agar tetap terus menjadi kekayaan dan kebanggaan Indonesia.

6 Institut Seni Terbaik di Indonesia, Ini Daftar Lengkapnya

6 Institut Seni Terbaik di Indonesia, Ini Daftar Lengkapnya

JAKARTA – Sebanyak 6 institut seni terbaik di Indonesia yang bisa dipilih para calon mahasiswa.

Seni dan budaya bisa menjadi salah bidang yang didalami para siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Bagi mereka yang menyukai dan memilih bidang ini, Indonesia memiliki banyak institut yang bisa menjadi pilihan.

Baca Juga: 10 Seni Tradisional Indonesia yang Memukau Dunia

Beberapa insitut seni di tanah air menyandang predikat perguruan tinggi negeri sehingga mereka yang ingin menempuh pendidikan di sana bisa masuk melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) maupun Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN).

6 Institut Seni Terbaik di Indonesia, Ini Daftar Lengkapnya

Berikut daftar 6 institut seni terbaik di Indonesia yang dirangkum Aflah-indonesia:

1. Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua

ISBI Tanah Papua diresmikan bersamaan dengan ISBI Aceh dan ISBI Bandung. Sama halnya dengan ISBI Aceh, ISBI Tanah Papua merupakan satu-satunya perguruan tinggi seni di bagian timur Indonesia. Papua dinilai sangat kaya akan potensi seni dan budaya serta memiliki karakteristik tersendiri. Jadi, kalau kamu mendaftar sebagai mahasiswa di kampus ini tentu akan banyak sekali seni budaya yang dapat digali.

2. Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta

ISI Yogyakarta berdiri sejak 23 Juli 1984. Kampus ini menyelenggarakan pendidikan untuk jenjang D3, D4, S1, S2 hingga S3. Kampus yang memiliki visi menjadi pelopor perguruan tinggi seni ini memiliki tiga fakultas, yaitu Fakultas Seni Rupa, Fakultas Seni Pertunjukan, dan Fakultas Seni Media Rekam.

Beberapa program studi yang ditawarkan pun agak berbeda dengan kampus seni lain, cek ke laman websitenya untuk informasi lebih lengkapnya.

3. Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta

ISI Surakarta atau ada juga yang menyebutnya ISI Solo merupakan salah satu institut seni negeri lain yang ada di Indonesia. ISI Surakarta memiliki dua kampus yang masing-masing terletak di Kentingan dan Mojosongo.

Kampus Kentingan untuk Fakultas Seni Pertunjukan, sedangkan Kampus Mojosongo untuk Fakultas Seni Rupa dan Desain serta Fakultas Seni Media Rekam. Untuk lebih mengenal kampus yang terletak di Kota Budaya ini bisa langsung melipir ke website resminya.

4. Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar

Selanjutnya, ada ISI Denpasar yang tentunya terletak di Bali. Karena terletak di Bali maka mahasiswanya pun bisa kuliah sambil mengeksplorasi keindahan Bali. Setelah didirikan pada 28 Juli 2003, beberapa program studi dari kampus ini sudah terakreditasi A.

Denpasar juga memiliki dua fakultas, yaitu Fakultas Pertunjukan Seni, juga Fakultas Seni Rupa dan Desain.

Baca juga: Info Lengkap Jurusan Teknik Elektro: Dari Kampus sampai Prospek Kerja

5. Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh

ISBI Aceh terletak di Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Saat ini ISBI Aceh merupakan satu-satunya PTN seni budaya Aceh di Sumatera. Dengan dua fakultas yang dimilikinya, yaitu Fakultas Seni Pertunjukan serta Fakultas Seni Rupa dan Desain, ISBI Aceh sudah memiliki enam program studi yang ditawarkan.

Kampus ini tergolong masih muda karena baru diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2014. Namun, tak kalah dengan kampus seni lainnya, mahasiswa ISBI Aceh juga telah banyak menuai prestasi.

6. Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang

Kampus ini berlokasi di kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Awalnya bernama Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI), lalu berubah menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) pada 1 Januari 2010 sesuai Perpres RI Nomor 60 Tahun 2009.

Beberapa penghargaan telah diterima oleh kampus ini. Kampus ini memiliki dua fakultas yang terdiri dari beberapa program studi. Ada Fakultas Seni Pertunjukan serta Fakultas Seni Rupa dan Desain.

 

10 Seni Tradisional Indonesia yang Memukau Dunia

Dengan beragam suku bangsa, Indonesia memiliki berbagai macam warisan seni dan budaya yang kental. Termasuk pertunjukan seni tradisional Indonesia khas setiap daerah. Bahkan beberapa pertunjukan tersebut memukau dunia.

Pertunjukan seni tradisional Indonesia, seperti tari, wayang, teater, permainan tradisional, musik tradisional, seni ketangkasan, dan masih banyak lainnya, menjadi daya tarik unggulan bagi wisatawan, terutama wisatawan mancanegara.

Di bawah ada 10 pertunjukan seni tradisional Indonesia yang telah memukau dunia dengan segala keunikan dan ciri khasnya.

1. Tari Kecak

Tarian khas Bali ini memang sudah tersohor hingga ke seantero dunia. Tari kecak menjadi pelengkap destinasi wisata rohani dan budaya di Pulau Dewata. Kemunculan Tari Kecak, awalnya sebagai ritual kuno Bali yang disebut sebagai Sanghyang yang bertujuan mengusir roh jahat.

Seiring perkembangan zaman, Tari Kecak tidak hanya menjadi ritual adat dan seni pertunjukan tradisional saja, melainkan menjadi drama musikal yang indah. Pasalnya, Tari Kecak menceritakan pewayangan Ramayana yang banyak diminati wisatawan dalam dan luar negeri.

Keunikan dari pertunjukan Tari Kecak yang menjadi ciri khas, yakni perpaduan iringan suara musik gamelan dan gerakan tangan dengan suara “Cak! Cak! Cak!” dari 50-70 orang penarinya.

2. Tari Barong

Masih dari Bali, ada pertunjukan Tari Barong yang juga memukau dunia. Bahkan pementasan Tari Barong di daerah Gianyar, Bali sudah dikenal wisatawan mancanegara sejak 1930 silam.

Silakan baca: Info Lengkap Jurusan Teknik Elektro: Dari Kampus sampai Prospek Kerja

Tarian ini menampilkan dua orang penari yang lincah dengan gerakan yang kompak. Dalam kepercayaan Bali, tarian menampilkan tokoh Barong berwujud singa yang dianggap sebagai Raja Roh dan dikenal sebagai malaikat pelindung. Sementara itu, ada Rangda yang dikenal sebagai Ratu Iblis dan menjadi lawan Barong.

3. Pertunjukan Ramayana

Bergeser ke Yogyakarta yang memiliki pertunjukan tradisional yang memukau dan digelar di candi Hindu terbesar di Asia Tenggara pula. Tepatnya di Prambanan yang kerap menampilkan pertunjukan Sendratari Ramayana atau Ramayana Ballet.

Sendratari Ramayana ini dipentaskan lebih dari 200 penari serta para pemain gamelan tradisional. Berbeda dengan seni pertunjukan lainnya, Sendratari Ramayana menampilkan tarian dan drama tanpa dialog. Kerennya, penampilan Sendratari Ramayana berhasil memukau Raja dan Ratu Belanda Willem-Alexander dan Maxima Zorreguieta Cerruti, saat berkunjung ke Prambanan pada Maret 2020 lalu.

4. Pencak Silat

Seni pertunjukan tradisional Indonesia yang tak kalah memukau selain tarian, ada Pencak Silat. Pencak Silat sebagai seni bela diri dipercaya memiliki seluruh elemen yang membentuk warisan budaya Indonesia.

Kini Pencak Silat telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai “Warisan Budaya Tak Benda”. Tentunya pencapaian Pencak Silat di mata dunia sudah memiliki peran penting dan berkontribusi dalam mengenalkan Indonesia di dunia internasional.

5. Angklung

Jawa Barat pun tak ketinggalan dengan memiliki seni pertunjukan tradisional yang memukau dunia. Pertunjukannya berupa alat musik tradisional, angklung yang kini mulai dikenal masayarakat dunia. Pada 2010, angklung berhasil masuk ke dalam “Daftar Warisan Budaya Tak Benda” oleh UNESCO.

Salah satu sanggar seni angklung yang cukup terkenal di Bandung, yaitu Saung Angklung Mang Udjo. Sanggar ini menjadi salah satu penyebar keindahan harmoni getaran bambu tersebut hingga ke belahan dunia lainnya.

6. Reog Ponorogo

Seni tradisional Reog sudah menjadi ikon kota Ponorogo, Jawa Timur. Ciri khas dan keunikan dari Reog Ponorogo ada pada kostum yang beratnya hingga 50 kg. Hebatnya lagi, setiap pemain Reog hanya menggunakan giginya untuk mengangkat kostum berat tersebut.

Silakan baca: 15 Universitas Swasta di Jakarta

Reog Ponorogo popularitasnya sudah terdengar hingga ke mancanegara. Beberapa negara yang telah dibuat kagum dengan pertunjukan Reog Ponorogo, antara lain Amerika Serikat, Inggris, Spanyol, Korea, Malaysia, dan Filipina.

7. Gamelan

Seni pertunjukan tradisional tak lepas dari alat musik tradisionalnya. Salah satunya gamelan tradisional, terutama dari Jawa Tengah. Gamelan biasa digunakan pada upacara adat Jawa hingga mengiri tarian dan wayang.

Menariknya, tidak hanya orang Indonesia saja yang belajar bermain gamelan. Namun juga masyarakat luar negeri tertarik untuk belajar memainkan gamelan. Seperti dari negara Australia, Kanada, Inggris, hingga Amerika Serikat.

8. Tari Saman

Tari Saman menjadi salah satu seni pertunjukan tradisional asal Aceh yang memukau dan sudah dikenal dunia. Berbeda dengan tarian pada umumnya, keunikan dari Tari Saman tidak menggunakan alat musik.

Pertunjukan tari ini hanya menampilkan gerakan tepuk tangan, menjentikkan jari, menggoyangkan badan dan kepala, dan beberapa gerakan gesit lainnya. Selain itu, setiap gerakan penari Saman mengandung nilai filosofi alam, lingkungan, dan kehidupan masyarakat Gayo (Aceh).

Berkat kepopuleran, orisinalitas, dan keunikannya tersebut, Tari Saman diakui UNESCO sebagai “Warisan Budaya Tak Benda” asal Indonesia yang tak tergantikan.

9. Tari Piring

Berikutnya ada Tari Piring dari Sumatera Barat. Tarian ini merupakan salah satu keindahan seni pertunjukan tradisional khas Minangkabau. Tari Piring biasanya dipentaskan pada acara pernikahan, penyambutan tamu, hingga upacara adat.

Para penariya tampil sangat gesit menggerakkan tangan dan tubuhnya sambil membawa piring di kedua tangannya tanpa terjatuh dan pecah. Hebatnya, jika piring dilemparkan ke atas dan pecah, sang penari akan melakukan gerakan di atas pecahan piring tersebut. Ajaibnya, kaki sang penari tak terluka meskipun menginjak pecahan piring.

10. Wayang Kulit

Wayang kulit juga menjadi seni pertunjukan tradisional Indonesia yang tak kalah menarik. Keberadaan seni ini memang identik dengan budaya Jawa, baik di  Jawa Tengah, DI Yogyakarta, maupun Jawa Timur.

Seni tersebut menjadi warisan budaya yang bernilai tinggi, karena setiap pertunjukannya memadukan seni kriya dengan sastra, seni musik, dan seni rupa. Wayang kulit pun sudah diakui UNESCO sebagai kebudayaan yang mengagumkan di bidang cerita narasi dan warisan budaya.*

Rumah Adat provinsi Dengan Gambar

34 Rumah Adat Provinsi di Indonesia dengan Gambar

Indonesia sangatlah kaya akan keberagaman, baik budaya, suku, ras, dan agamanya. Selain itu, di Indonesia juga terdapat banyak sekali rumah adat yang berbeda-beda di setiap provinsi.

34 Rumah Adat Provinsi di Indonesia

Apakah Anda penasaran bagaimana wujud dari rumahadat dari setiap provinsi di Indonesia? Bila ya, yuk, simak 34 rumah adat berikut ini:

1.Aceh: Rumah Adat Krong Bade

Rumah Krong Bade dari Aceh ini berbentuk memanjang dari timur ke barat menyerupai persegi panjang. Di bagian depan rumah dilengkapi dengan tangga untuk masuk ke dalam rumah. Umumnya, tangga pada rumah adat Aceh ini jumlahnya ganjil, yaitu sekitar 7 hingga 9 anak tangga.

2.Sumatera Utara: Rumah Bolon

Pada rumah adat Bolon ini, terdapat dua bagian yang berbeda, yaitu Jabu Bolon dan juga Jabu Parsakitan. Jabu Bolon biasa menjadi tempat untuk keluarga besar, sedangkan Jabu Parsakitan adalah tempat untuk membicarakan masalah adat.

Keunikan dari rumah adat Sumatera Utara ini adalah tidak ada sekatan antara setiap ruangan. Jadinya, semua anggota keluarga tidur bersama di dalam ruangan besar.

3.Sumatera Barat: Rumah Adat Gadang

Rumah adat satu ini terlihat mewah, bukan? Berasal dari Sumatera Barat, rumah ini memiliki beberapa atap yang runcing dan menjulang ke atas.

Rumah adat Gadang terbuat dari ijuk dan bentuknya mirip seperti tanduk kerbau, yang melambangkan kemenangan suku Minang dalam perlombaan adu kerbau di Jawa.

4.Riau: Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar

Rumah ini memiliki arti rumah dengan dua selasar. Masyarakat Riau tidak menjadikan Rumah Selaso Jatuh Kembar sebagai tempat tinggal mereka, tetapi hanya menggunakannya untuk acara adat.

5.Kepulauan Riau: Rumah Atap Limas Potong

Rumah adat dari Kepulauan Riau ini terlihat sangat sederhana. Berbentuk seperti rumah panggung, yang memanjang ke belakang dengan dinding kayu tersusun secara vertikal.

Atap dari rumah adat Limas Potong memiliki lima bumbungan dengan menggunakan seng berwarna merah.

6.Bengkulu: Rumah Adat Bubungan Lima

Rumah adat dari Bengkulu ini memiliki tiang penopang dan menggunakan kayu khusus untuk membuatnya, yaitu kayu Medang Kemuning. Untuk memasuki rumah ini, Anda juga harus menggunakan tangga, yang berada pada bagian depan rumah.

Sama seperti rumah adat dari Riau, masyarakat Bengkulu menggunakan rumah ini untuk acara adat saja, bukan untuk menjadi tempat tinggal.

7.Jambi: Rumah Adat Panggung

Rumah adat provinisi dari Jambi ini adalah desain yang tertua di daerah tersebut, dengan bentuk persegi panjang. Rumah Adat Panggung dilengkapi dengan tangga di depan rumah.

Orang-orang sering menyebutkan bagian atap dari Rumah Panggung ini sebagai “Gajah Mabuk” karena bentuknya yang menyerupai perahu dengan ujung melengkung. Biasanya, rumah adat dari Jambi digunakan untuk tempat tinggal dan juga tempat bermusyawarah.

Baca Juga : Tari Serimpi – Sejarah, Makna, Fungsi, Jenis, Kostum, Pola Gerakan, Gamelan & Keunikan

8.Lampung: Rumah Nuwo Sesat

Rumah adat Provinsi Lampung memiliki nama Nuwo Sesat. Ciri khas dari rumah ini adalah bentuknya panggung dan di sisi-sisinya terdapat ornamen yang khas. Biasanya, ukuran dari rumah ini sangat besar, tetapi saat ini banyak yang membuat Rumah Nuwo Sesat berukuran lebih kecil.

Namun, rumah ini tidak dibangun sebagai tempat tinggal. Sama seperti rumah adat lainnya,  Rumah Nuwo Sesat ini hanya dibangun untuk acara adat dan melakukan musyawarah.

Baca Juga:   Rumah Joglo, Jenis-Jenis dan Fungsi Ruangan

9.Sumatera Selatan: Rumah Limas

Rumah adat satu ini memiliki bentuk yang sesuai dengan namanya, yaitu menyerupai limas. Tamu yang berkunjung ke rumah ini harus singgah ke ruang atas atau teras rumah. Hal ini merupakan tradisi masyarakat Sumatera Selatan agar dapat merasakan budaya mereka, yang tampak pada ukiran di dalamnya.

10.Bangka Belitung: Rumah Rakit

Karena Bangka Belitung memiliki banyak yang tergenang air atau di tepi laut, warga setempat harus menyesuaikan diri, yaitu dengan membangun rumah di atas air juga yang dinamakan Rumah Rakit.  Bentuk rumah ini terlihat sangat unik karena merupakan perpaduan rumah Melayu dengan aksen arsitektur Tionghoa.

Pembuatan rumah ini menggunakan bambu khusus dan bahan lainnya, yang tentunya kuat dan membuatnya dapat mengapung di atas air. Rumah Rakit ini biasa menjadi tempat tinggal warga.

11.Banten: Rumah Baduy

Rumah adat dari Banten ini merupakan tempat tinggal suku Baduy, yang merupakan suku asli di wilayah tersebut. Biasanya, suku Baduy membuat rumah ini menggunakan bambu dan ijuk untuk atapnya.

Suku Baduy juga memiliki asas kekeluargaan yang amat kental. Inilah yang membuat mereka membangun rumah secara gotong royong sebagai tempat tinggal.

12.DKI Jakarta: Rumah Kebaya

Rumah Kebaya dari DKI Jakarta mengusung corak khas suku Betawi. Atap dari rumah ini menyerupai pelana terlipat dan memiliki corak-corak yang khas seperti kebaya.

Rumah Kebaya memiliki teras yang luas bertujuan untuk menjadi tempat santai keluarga dan menyambut tamu.

13.Jawa Barat: Rumah Kasepuhan

Rumat adat dari Jawa Barat ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Islam di wilayah tersebut. Rumah yang sering disebut Keraton Kasepuhan ini sebenarnya merupakan perluasan dari Keraton Pakungwati. Tidak heran bila pintu utama keraton terlihat unik dan menawan.

14.Jawa Tengah: Rumah Joglo

Mungkin Anda sudah sering mendengar rumah adat dari Jawa Tengah yang sering disebut sebagai Rumah Joglo ini. Biasanya, bagian depan rumah akan ada pendopo untuk menjamu tamu.

Rumah adat Jawa Tengah ini memiliki empat tiang penopang. Selain itu, Anda juga bisa melihat sentuhan kejawen dari suku Jawa di sisi-sisi rumah.

15.DI Yogyakarta: Rumah Joglo

Sama seperti Rumah Joglo di Jawa Tengah, rumah dari DI Yogyakarta ini juga memiliki 4 tiang penopang dan terdiri dari dua bagian, yaitu rumah induk dan rumah tambahan. Bagian induk adalah tempat utama seperti rumah pada umumnya yang memiliki pendopo, teras, dan lain-lain. Sedangkan rumah tambahan, berisi pelengkap untuk rumah induk.

16.Jawa Timur: Rumah Joglo

Memang merupakan ciri khas dari Rumah Joglo memiliki 4 tiang penopang. Ini pula yang terlihat dari rumah adat Jawa Timur. Ciri khas dari Rumah Joglo ini terletak pada bentuk dan ukurannya yang unik dan juga makna seni yang tinggi.

Umumnya, rumah joglo di daerah ini tidak hanya digunakan sebagai tempat tinggal, tetapi juga untuk menyimpan peninggalan sejarah.

17.Kalimantan Barat: Rumah Panjang

Rumah adat Provinsi Kalimantan Barat ini mempunyai ukuran yang besar dan terdiri dari dua bagian, yaitu bangunan atas dan bawah.

Rumah ini sangat unik karena memadukan kesan modern dan tradisional sekaligus. Arsitektur Rumah Panjang bertema budaya Suku Dayak pada beberapa sisi bangunannya.

18.Kalimantan Timur: Rumah Lamin

Rumah Lamin dari Kalimantan Timur juga tidak kalah uniknya. Gaya arsitektur yang khas dan juga luas bangunannya menjadi ciri khas dari Rumah Lamin. Pada bagian atap rumah terdapat ornamen kepala naga dari kayu. Di sisi-sisi bangunannya juga terdapat ukiran atau lukisan budaya yang unik.

19.Kalimantan Selatan: Rumah Bubungan Tinggi

Menggunakan konsep panggung dan terbuat dari kayu ulin tentunya membuat rumah ini memiliki ketahanan yang kuat, dan akan lebih kuat lagi jika terkena air. Uniknya lagi, atap dari rumah ini memiliki sudut kemiringan 45 derajat. Keren sekali, bukan?

20.Kalimantan Tengah: Rumah Betang

Rumah Betang dari Kalimantan Tengah ini seperti panggung dengan kayu tinggi yang menopangnya dengan tujuan untuk menghindari banjir. Karena rumah ini sangat besar dan panjang, penghuninya dapat mencapai 150 orang loh, Guys.

21.Kalimantan Utara: Rumah Baloy

Rumah adat Provinsi Kalimantan Utara ini sangat unik loh, Guys. Bagaimana tidak rumah ini harus menghadap ke arah utara dan pintu utamanya di arah sebaliknya, yaitu selatan.

Baca Juga:   11 Warna cat ruang tamu agar terlihat mewah

Selain itu, Rumah Baloy memiliki empat bagian, yaitu lamin dalom, ambir tengah, ambir kanan, dan juga ambir kiri.

22.Gorontalo: Rumah Dulohupa

Rumah Dulohupa ini memiliki tiang kayu sebagai penopang dan juga penghias. Di kedua sisi rumah terdapat tangga,yang merupakan lambang dari tangga adat Gorontalo, yaitu Tolitihu.

23.Sulawesi Barat: Rumah Boyang

Rumah Boyang dari Sulawesi Barat berkonsep seperti panggung dengan tiang-tiang penopangnya. Tiang penopang tersebut tidak menancap ke dalam tanah melainkan berdiri di atas batu datar agar rumah tidak tumbang.

24.Sulawesi Tengah: Rumah Souraja

Rumah adat Provinsi Sulawesi Tengah ini memiliki tiga ruangan di dalamnya. Ruang pertama merupakan ruang depan untuk menerima tamu. Sedangkan pada ruang kedua terdapat ruang tengah, yang juga merupakan ruang tamu. Ruangan ini punya tujuan agar penghuninya bisa saling lebih dekat. Untuk ruang terakhir, merupakan ruang rahasia.

25.Sulawesi Utara: Rumah Walewangko

Rumah Walewangko ini merupakan rumah adat yang mendominasi di Sulawesi Utara. Sama seperti rumah adat provinsi lainnya, Rumah Walewangko ini juga memiliki arsitektur yang unik dan filosofi yang sangat kental dengan adat penduduknya.

26.Sulawesi Tenggara: Rumah Buton

Rumah Buton ini terbagi ke dalam tiga strata sesuai pemilik rumahnya. Pertama adalah Kamali (Malige), yang biasanya berfungsi sebagai tempat tinggal keluarga sultan. Kedua, Tare Pata Pale, yaitu untuk pejabat pengadilan. Terakhir, adalah Tare Talu Pale untuk masyarakat biasa.

27.Sulawesi Selatan: Rumah Adat Tongkonan

Anda pastinya sering mendengar Rumah Tongkonan ini. Rumah ini merupakan rumah adat suku Toraja yang berada di Sulawesi Selatan.

Tongkonan berfungsi sebagai tempat tinggal masyarakat dan juga tempat acara adat. Arsitekturnya yang unik dan khas ini membuat rumah ini terlihat indah.

28.Bali: Rumah Gapura Candi Bentar

Rumah adat Provinsi Bali ini terdiri dari dua bagian, yaitu rumah huniannya dan juga Gapura Candi Bentar.

Arah bangunan, letak, dimensi pekarangan, dan beberapa aspek lainnya, harus mengikuti aturan khusus yang berlaku sesuai aturan agama. Hal inilah yang menjadi keunikan dari Rumah Gapura Candi Bentar.

29.Nusa Tenggara Timur: Rumah Musalaki

Rumah Musalaki ini biasanya menjadi tempat tinggal bagi kepala suku atau pemimpin daerah dan juga untuk menyelenggarakan acara adat. Rumah adat ini juga menjadi tempat untuk bermusyawarah dan melakukan ritual.

Uniknya, Rumah Musalaki berdiri di atas batu besar, yang berfungsi sebagai pondasinya untuk mengurangi risiko keretakan, jika terjadi bencana alam.

30.Nusa Tenggara Barat: Rumah Dalam Loka

Rumah Dalam Loka terlihat cukup besar dan megah karena merupakan kediaman raja di daerah tersebut. Di rumah ini, hanya terdapat satu pintu besar sebagai akses keluar masuk.

31.Maluku: Rumah Adat Baileo

Rumah adat lain yang tidak kalah unik adalah Rumah Baileo dari Maluku. Tidak ada dinding di rumah ini dan berbentuk panggung.

Untuk menyangganya, ada 9 tiang di rumah ini dengan batu pamali yang melengkapinya. Biasanya, warga setempat juga menggunakan batu pamali ini sebagai tempat sesaji bagi roh leluhurnya.

32.Maluku Utara: Rumah Sasadu

Sasadu merupakan rumah adat Suku Sahu. Desain rumah ini menggambarkan tentang kisah hidup bermasyarakat Suku Sahu. Selain memiliki keunikan dari sisi arsitektur, rumah ini juga menyimpan banyak filosofi.

33.Papua Barat: Rumah Adat Mod Aki Aksa

Rumah Mod Aki Aksa ini termasuk rumah adat terunik loh, Guys. Bagian atapnya terbuat dari ilalang dengan lantai dari anyaman rotan. Dinding-dindingnya tersusun dari kayu dan terlihat saling mengikat satu sama lain.

34.Papua: Rumah Adat Honai

Yang terakhir rumah adat dari Provinsi Papua ada Rumah Honai. Rumah ini berbentuk mengerucut dengan bagian atas ditutupi jerami kering. Atapnya mirip dengan batok kelapa dan tidak terlalu tinggi agar dapat menghangatkan bagian dalam rumahnya.

Rumah ini khusus untuk tempat tidur dan beristirahat, sedangkan aktivitas lainnya seperti mandi dan makan berada di tempat yang berbeda.

Wah, ternyata rumah adat di Indonesia sangat beragam dan memukau ya, Guys! Banyak sekali keunikan di dalamnya yang tentunya akan membuat kita semakin bangga dengan Indonesia.

Tari Serimpi – Sejarah, Makna, Fungsi, Jenis, Kostum, Pola Gerakan, Gamelan & Keunikan

Aflah Indonesia – Seni budaya Indonesia sangat beranekaragam. Bahkan tidak jarang warisan luhur tersebut menjadi identitas daerah serta bangsa. Salah satunya adalah seni tari, yaitu salah satu cabang kesenian berupa gerakan tubuh secara berirama sebagai media pengungkapan.

Sebelumnya, AflahIndonesia telah membahas mengenai tarian daerah dari seluruh provinsi di Indonesia. Dimana salah satunya adalah adalah Tari Serimpi yang akan kita ulas lebih lengkap.

Tari Serimpi adalah salah satu jenis tarian yang berasal dari daerah Yogyakarta dan Surakarta. Pada mulanya, tarian jawa klasik ini merupakan sajian dan tradisi yang dilakukan di lingungan Keraton Kasultanan Mataram. Hingga saat ini, tarian ini masih berkembang dan tetap dilestarikan.

Sejarah Tari Serimpi

Tari Serimpi

Hampi seluruh jenis tari mempunyai sejarah yang menjadi latar belakangnya, begitu pun dengan tari serimpi. Tarian ini berawal pada masa kerajaan Mataram saa Sultan Agung bertahta pada tahun 1613 hingga 1646.

Tari serimpi termasuk karya seni tertua di Jawa dan dianggap memiliki keskaralan serta kesucian karena hanya digelar di Kawasan keraton sebagai bagian dari ritual. Pada masa itu, hanya penari-penari terpilih yang diperbolehkan membawakan tarian ini.

Kemudian saat kerajaan Mataram mengalami perpecahan pada tahun 1755 menjadi Kasultanan Yogyakarta dan Kasultanan Surakarta, tarian ini pun terkenan dampaknya. Dampaknya adalah adanya perbedaan gerakan antara tari serimpi Jogja dan Surakarta, meskipun keduanya memiliki inti tarian yang sama.

Tarian ini terpecah menjadi beberapa jenis, seperti Serimpi Dhempel, Serimpi Babul Layar, Serimpi Genjung, Serimpi Padhelori, Serimpi Among Beksa, Serimpi Cina, dan Serimpi Pramugari yang berkembang di keratorn Yogyakarta.

Selanjutnya pada tahun 1788 sampai 1820, tarian ini muncul kembali di lingkungan Keraton Surakarta. Bahkan sejak tahun 1920 hingga saat ini, tarian ini masuk dalam pelajaran Taman Siswa Jogja, serta kelompok tari dan karawitan Krida Beksa Wirama.

Selain dikenal sebagai tari serimpi, awalnya tarian ini juga dinamakan srimpi sangopati yang memiliki makna kandidat penerus raja. Sebab kata serimpi mempunya arti perempuan. Akan tetapi, ada pula pendapat dari Dr. Priyono yang menyatakan bahwa “serimpi” berasal dari kata dasar “impi” yang berarti mimpi.

Klik juga : Mengenal Tari Kipas Pakarena: Properti, Bagian, dan Maknanya

Lakon Tari Serimpi

Dalam pagelaran tari serimpi, biasanya menggambarkan perang pahlawan-pahlawan dalam cerita Menak, Purwa, Mahabarata, Ramayanan serta Sejarah Jawa lainnya. Tarian ini juga mengisahkan pepeperangan melalui lambing dua kubu, yaitu satu kubu yang terdiri dari penari yang terlibat dalam pertempuran.

Tema dalam tarian serimpi memiliki kesamaan dengan tepa pada Tari Bedhaya Sanga, yakni menceritakan pertikaian antara dua hal yang bertolak berlakang. Tarian serimpi menggambarkan peperangan antara kebaikan dan keburukan, kebenaran dan kesalahan, serta pertentangan akal dan nafsu manusia.

Tarian ini juga mengambil kehidupan atau falsafah ketimuran. Selain itu, juga menjadi simbol pertarungan antara kebaikan dan kejahatan yang terus berkelanjutan.

Ekspresi peperangan terlihat helas dari gerakan yang ditampilkan oleh penari. Penari yang berjumlah dua pasang akan melawan prajurit lain dengan bantuan properti tari berupa senjata.

Senjata yang digunakan dalam tari serimpi, antara lain keris kecil atau cundruk, jembeng atau perisai, serta tombak pendek. Pada abad ke-19 atau dibawah pemerintahan Sri Sultan Hagmengkubuwana VII, tarian ini juga menggunakan alat seperti pistol yang ditembakkan ke bawah.

Makna Tari Serimpi

Tarian ini melambangkan kelembutan dan keanggunan wanita Yogyakarta sebagai gambaran makna karakter perempuan Jawa yang sesungguhnya. Dalam peranannya, perempuan Jawa wajib mempunyai tutur kata halus serta lembut dalam berperilaku.

Tari serimpi dapat dibagi menjadi beberapa jenis yang masing-masing mempunyai makna dan filosofi tersendiri sesuai tokoh yang diceritakan. Misalnya pada serimpi padhlori yang mengisahkan kesedihan cinta segitiga.

Akan tetapi dari sekian banyak jenis tarian serimpi, jenis serimpi sangupati adalah yang paling banyak dipentaskan. Tarian ini mengisahkan tentang calon raja atau putra mahkota yang diharapkan menjadi pengganti raja untuk melanjutkan kekuasaan kerajaan.

Fungsi Tari Serimpi

Seperti jenis tarian Jawa Tengah dan Yogyakarta pada umumnya, tari serimpi merupakan tarian yang berasal dari lingkungan keraton. Pada awalnya, tarian ini hanya boleh ditampilkan di lingkungan keraton.

Pada zaman dulu, tarian ini digelar saat acara pengukugan sultan atau raja baru, serta acara kenegaraan di keraton. Akan tetapi seiring perkembangan waktu, tarian ini juga dipentaskan oleh masyarakat umum sebgai tari hiburan.

Busana dan Properti Penari

Selain gerakan penari serimpi yang gemulai dan lemah lembut, para penari juga tampil cantik dengan kostum dan hiasan khas Jawa. Pada masa lalu, penari serimpi selalu mengenakan pakaian pengantin putri Yogyakarta.

Akan tetapi saat ini busana penari telah berkembang dan berganti dengan mengenakan baju tanpa lengan bagian atas, serta bagian bawah mengenakan kain jarik bermotif batik.

Kepala penari dihias dengan gelungan, bunga, serta hiasan berupa bulung burung kasuari. Agar penampilan peanri semakin cantik, digunakan pula beberapa aksesoris tambahan seperti kalung, gelang dan anting.

Kemudian untuk mempertegas gerakan yang dilakukan penari, turut pula selendang yang diikatkan di pinggang, serta keris yang diselipkan di bagian depan perut menyilang ke kiri.

Gerakan Tari Serimpi

Tarian serimpi mempunya gerakan dengan tempo yang sangat halus. Gerakan tersebut dilakukan penari dengan sangat pelan dan hal tersebut menjadi ciri utama tarian ini.

Gerakan kepala, kaki dan tangan harus dilakukan secara harmonis sehingga makna dan simbolnya dapat sampai ke penonton. Untuk jenis tarian serimpi yang heroik pun perpindahan antara tempo pelan ke cepat dan sebaliknya harus tetap diatur.

Setidaknya ada 3 istilah gerakan dasar dalam tarian ini, antara lain:

  • Maju Gawang

Maju gawang adalah gerakan berjalan saat penari memasuki arena pentas. Gerakan ini juga disebut kapang-kapang yang mengharuskan penari untuk berjalan belok ke kiri atau ke kanan sesuai pola lantai yang dikehendaki. Gerakan maju gawang diakhiri dengan duduk yang mengartikan penari siap untuk menari.

  • Pokok

Gerakan pokok adalah gerakan inti yang menampilkan adegan sesuai alur cerita yang akan disampaikan. Jika tari serimpi menceritakan peperangan, maka properti yang digunakan adalah keris.

  • Mundur Gawang

Jika maju gawang adalah saat masuknya penari ke arena pentas, maka mundur gawang adalah gerakan akhir pada pementasan tari serimpi dengan keluarnya penari dari panggung pagelaran.

Pola Lantai

Dalam membawakan tari serimpi, pola lantai yang digunakan adalah pola horizontal atau lurus. Para penari akan membentuk barisan berjajar secara lurus dan tidak berpindah. Dengan kata lain, penari hanya berada pada satu posisi. Pola lantai ini digunakan karena sesuai dengan tempo serta gerakan tarian serimpi yang lembut dan gemulai.

Alat Musik Pengiring

Seni tari serimpi adalah bagian dari warisan budaya Jawa, oleh sebab itu dalam penampilannya juga diiringi oleh gamelan Jawa. Saat penari memasuki dan keluar pentas, akan diiringi oleh gending sabrangan. Kemudian diikuti gendhing ageng atau tengahan, serta hending ladrang. Sedangkan pada adegan peperangan akan diiringi ayak-ayakan dan srebengan.

Jenis Tari Serimpi

Tarian serimpi mengalami perkembangan pesat dari segi waktu pementasan, pakaian, hingga gerakan. Adanya perkembangan tersebut menyebabkan lahirnya berbagai macam tari serimpi lain, akan tetapi jenis-jenis lain tersebut tetap mempertahankan unsur inti tarian.

Berikut ini adalah jenis tarian serimpi yang ada di Indonesia, yaitu:

  1. Tari Serimpi China merupakan salah satu jenis tarian putri yang berasal dari keraton Ngayogyakarta. Sesuai dengan namanya, tarian ini mendapat pengaruh dari budaya China yang nampak pada kostum yang dikenakan oleh penari.
  2. Tari Serimpi Padelori merupakan jenis tarian yang diciptakan oleh Sultan Hamengkubuwana VI dan VII. Tarian serimpi ini dilengkapi dengan peralatan berupa pistol dan keris kecil yang disebut cundrik. Jenis tari serim padhelori mengngakat kisa Menak, yakni perang antara Dewi Sirtu Palaeli dan Dewi Sudarawerti.
  3. Tari Serimpi Merak Kasimpir adalah tarian yang diciptakan oleh Sultan Hamengkubuwana VII. Ciri tarian ini adalah adalanya peralatan khusus, yaitu pistol dan panah atau jemparing. Salah satu yang menjadi daya tarik serimpi merak adalah penggunan instruman musik berupa gendhing merak kasampir.
  4. Tari Serimpi Gendangwati merupakan tarian yang diciptakan oleh Sultan Hamengkubuwana V. Jenis tari ini dipentaskan oleh lima orang penari yang menceritakan hubungan kekuatan ghaib, yakni kisah Angling Darmo. Properti tambahan yang digunakan penari serimpi adalah sebatang pohon dan seekor burung mliwis putih.
  5. Tari Serimpi Sangupati adalah tarian serimpi yang diciptakan oleh Pakubuwana IX yang sebenarnya adalah karya dari Pakubuwana IV yang memegang kekuasaan Keraton Surakarta Hadiningrat pada tahun 1788 sampai 1820. Nama sangupati berasal dari kata “sang pati” yang artinya adalah calon pengganti raja. Tarian ini dipentaskan ketika pemberian tahta oleh dua orang penari wanita. Selain itu, tarian ini juga melambangkan kematian bagi Belanda.
  6. Tari Serimpi Anglirmendhug adalah tarian yang digubah oleh K.G.P.A.A Mangkunagara I. Pada awalnya tarian ini dimainkan oleh 7 orang penari, namun saat ini biasanya dilakukan oleh 4 orang penari.
  7. Tari Serimpi Ludira Madu merupakan tarian ciptaan Pakubuwana V saat menjadi putra mahkota Keraton Surakarta. Pada saat itu, beliau mendapat julukan sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom. Tujuan dari penciptaan tarian ini adalah untuk mengenag sang ibu yang masih keturunan Madura, yaitu Adipati Cakraningrat dari Pamekasan.

Keunikan Tari Serimpi

Sama seperti tari daerah lainnya, tarian serimpi juga memiliki sisi unik yang berbeda. Keunikan tersebut menjadi ciri khas tari serimpi, antara lain:

  1. Dilakukan Oleh Empat Orang Penari – Tarian yang berasal dari Jogja dan Solo ini disajikan dengan gerakan gemulai dan anggun. Gerakan tersebut adalah gambaran kesopanan, budi pekerti, serta lemah lembut yang menjadi karakter wanita Jawa. Tari serimpi dilakukan oleh empat orang penari. Meski ditarikan dalam jumlah penari sedikit, namun tarian ini tetap memberikan makna tersendiri.
  2. Memiliki Kedudukan Istimewa di Keraton – Pada zaman dulu hingga saat ini, tarian ini memiliki posisi istimewa di kalangan keraton. Bahkan tarian ini tidak dapat disandingkan dengan tarian lain karena sangat disakralkan.
  3. Tarian Suci dan Sakral – Karena mempunya tingkat kesucian dan kesakralan yang tinggi, maka tarian ini menjadi pusaka yang melambangkan kekuasaan raja.
  4. Hanya Dipentaskan Oleh Orang Terpilih – Masih berkaitan dengan kesakralan tari serimpi, maka tarian ini tidak boleh dimainkan oleh sembarang orang. Hanya penari terpilih yang lolos seleksi ketat sesuai kriteria yang boleh membawakannya.
  5. Tidak Membutuhkan Sesajen – Meski tarian ini dikeramatkan, akan tetapi saat pementasan akan dilakukan tidak perlu menggunakan sesajen. Sesajen hanya dibutuhkan saat moemn atau upacara adat tertentu.
  6. Ragam Jenis Tari Serimpi – Sejrah kasultanan yang terbelah menjadi dua menjadikan tarian ini memiliki banyak jenis dan variasi yang berkembang di Surakarta dan Yogyakarta.
  7. Perkembangan di Luar Keraton – Meski menjadi tarian yang sakral, namun tari serimpi juga berkembang di luar keraton. Tari tersebut disebut serimpi lima karena ditarikan oleh 5 penari. Tari ini berkembang di desa Ngadireso, Poncokusumo, Malang, Jawa Timur. Tarian serimpi lima umumnya digelar untuk membersihkan diri dari berbagai aura negatif serta menghilangkan nasib buruk.

Itulah penjelasan mengenai tarian tradisional serimpi. Sebagai generasi penerus bangsa, sudah selayaknya tarian ini terus dilestarikan melalui berbagai cara, seperti pagelaran, serta mempelajari gerakan-gerakannya.

Mengenal Tari Kipas Pakarena: Properti, Bagian, dan Maknanya

Aflah Indonesia – Tari kipas pakarena atau tari pakarena adalah jenis tarian tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan, tepatnya di Makassar.

Tarian ini dimainkan oleh empat orang penari dengan iringan musik dari gandrang (semacam gendang) dan puik-puik (alat musik tiup). Tari kipas pakarena menggunakan lagu khas daerah Makassar yang berjudul Dongang-dongang.

Tarian ini awalnya digunakan sebagai alat untuk memuja kepada para dewa. Namun karena keindahan dan keunikannya, tari kipas pakarena kemudian berubah fungsi menjadi media hiburan.

Mengenal Tari Kipas Pakarena

Kisah pada tari kipas pakarena yaitu menceritakan kehidupan manusia dengan penghuni langit. Penghuni langit yaitu dewa mengajarkan kehidupan kepada manusia bagaimana cara bertahan hidup di bumi dengan mencari makanan di hutan maupun bercocok tanam.

Berikut adalah penjelasan mengenai pakaian, bagian, dan makna tari kipas pakarena yang dikutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan:

Properti Tari Kipas Pakarena

1. Baju Bodo (warna merah dan hijau)

Baju bodo merupakan pakaian khas masyarakat Bugis. Dalam tiap warna baju Bodo memiliki penanda adanya stratifikasi sosial. Warna hijau untuk bangsawan, putih untuk ibu yang menyusui bayi, dan sebagainya. Tetapi seiring perkembangan zaman pelan-pelan makna itu memudar. Baju Bodo dapat terbuat dari kain sutra. Baju bodo dibuat dari kain kasa yang transparan, dengan lengan yang pendek dan dijahit bersambung dengan bagian lengan bagian dalam.

2. Sarung/Top

Dulunya sarung yang dipakai dalam tari kipas pakarena adalah sarung polos dan tidak bercorak. Namun saat ini penari dapat memakai sarung bermotif.

3. Selendang

Selendang ditaruh di pundak sebelah kiri dan dimainkan saat menari. Warna selendang yang digunakan sesuai dengan baju bodo yang dipakai.

4. Kipas

Kipas yang digunakan tidak memiliki kriteria khusus. Kipas dimainkan dengan tangan kanan.

Bagian-Bagian Tari Kipas Pakarena

Bagian-bagian umum dalam tarian kipas pakarena yaitu sebagai berikut:

1. Samboritta

Samboritta atau berteman disebut juga paulu jaga atau kegiatan semalam suntuk. Samboritta biasanya menjadi awal tarian yang berguna untuk memberikan hormat kepada pengunjung.

2. Jangang leak-leak

Sering disebut sebagai ayam berkokok. Tari pakarena adalah tarian yang dipentaskan semalam suntuk dan menjadi bagian penutup. Bagian ini dipentaskan pada pukul 04.00 subuh sehingga disebut ayam mulai berkokok. Tarian ini merupakan bagian ketiga dalam tari kipas yang memiliki makna mencari jalan untuk kembali ke asal mula.

Klik juga : Sejarah, Fungsi, dan Cara Memainkan Alat Musik Sasando

Makna Tari Kipas Pakarena

Tari kipas pakarena memiliki makna yaitu sebagai berikut

1. Tarian ini mencerminkan sifat teduh, hening, dan kontemplatif.

2. Tarian yang mepnceritakan hubungan antara manusia dengan penciptanya sesuai dengan ritme kehidupan.

3. Gerakan-gerakan rumit pada tarian ini menggambarkan persoalan dan kerumitan hidup.

4. Gerakan berputar mengikuti arah jarum jam bermakna siklus kehidupan manusia.

5. Gerakan mengeper yang naik turun mencerminkan irama kehidupan.

6. Alunan lagu yang mendayu-dayu bermakna bahwa perempuan Makassar memiliki sifat yang lemah lembut.

Bagaimana detikers, apakah tertarik belajar menari tari kipas pakarena? Jangan lupa eksplor lagi tarian tradisional nusantara lainnya ya!

Sejarah, Fungsi, dan Cara Memainkan Alat Musik Sasando

Aflah Indonesia – Alat musik Sasando berasal dari Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Alat musik ini merupakan hasil kebudayaan masyarakat lokal yang sudah dikenal sampai mancanegara.

Sasando merupakan alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara dipetik. Alat musik ini hampir mirip dengan kecapi dan harpa. Namun, sasando memiliki suara yang khas.

Cara Memainkan Alat Musik Sasando

Alat Musik Sasando

Mengutip dari laman rotendaokab.go.id, cara memainkan alat musik ini dipetik. Sasando biasanya dimainkan memakai kedua tangan dari arah berlawanan. Tangan kanan dipakai untuk memainkan akord, semantara tangan kiri untuk memainkan bass/melodi.

Sasando membutuhkan teknik dan harmonisasi supaya menghasilkan suara yang merdu. Orang yang bermain sasando butuh latihan dan keterampilan dalam memetik alat musik ini. Ketrampilan tangan akan berpengaruh pada tempo dan suara yang dihasilkan sasando.

Fungsi Alat Musik Sasando

Sasando memiliki suara bervariasi yang unik. Alat musik ini bisa digunakan untuk musik tradisional, pop, dan genre musik lainnya kecuali musik elektrik. Dari jurnal berjudul “Transmisi Alat Musik Sasando Sebagai Media Seni Budaya Di Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur” berikut fungsi alat musik Sasando:

1. Menjadi kebanggaan bangsa Indonesia

Alat musik khas NTT ini dikenal sampai mancanegara seperti gitar dan harpa. Sasando bisa digunakan sebagai alat musik melodis dan harmonis. Satu orang pemain Sasando bisa menghasilkan paduan nada indah.

2. Terapi

Menurut sejarah, Sasando dulunya menjadi alat musik terapi penyembuhan kusta yang menyebar di pulau Rote.

3. Fungsi Hiburan

Sasando digunakan sebagai media hiburan dan wisata masyarakat.

4. Upacara Adat

Sasando merupakan alat musik tradisional yang digunakan sebagai upacara adat. Sasando digunakan untuk upacara adat penyambutan tamu, pernikahan, dan acara lainnya.

5. Fungsi Finansial

Sasando bisa dijadikan media untuk mendapatkan uang dan menambah devisa negara. Pengrajin bisa memproduksi dan menjual sasando ke pasaran. Selain itu pemain Sasando bisa mengasilkan kemampuan mengajar dan menampilkan musik di berbagai acara.

Bentuk Sasando

Bentuk sasando cukup unik, yaitu tabung panjang yang terbuat dari bambu khusus. Di bagian bawah dan atas terdapat cara memasang dawai. Bagian atas ini berfungsi untuk mengencangkan dawai.

Di bagian tengah bambu, terdapat penyangga (senda) untuk merentangkan dawai. Senda berfungsi mengatur tangga dan nada. Tangga dan nada ini akan menghasilkan petikan dawai berbeda. Bagian wadah terbuat dari anyaman daun lontar atau haik. Fungsi wadah yaitu menghasilkan resonansi (getaran yang menimbulkan suara).

Baca juga : 9 Jenis Pakaian Daerah Maluku, Ciri Khas, dan Penjelasannya

Sejarah Sasando

Kata Sasando berasal dari bahasa Rote “Sasandu” yang artinya bergetar atau berbunyi. Alat musik ini digunakan untuk pengiring membaca syair, pernikahan, tarian tradisional, dan menghibur keluarga yang berduka.

Ada beberapa versi cerita tentang sejarah alat musik Sasando. Salah satu cerita populer adalah kisah Sangguana yang terdampar di Pulau Ndana. Sangguana kemudian jatuh cinta pada putri raja, namun sang Raja memberi syarat untuknya. Syarat tersebut adalah membuat alat musik yang berbeda dengan alat musik lainnya.

Sangguana menyetujui persyaratan tersebut. Kemudian dia bermimpi memainkan alat musik yang indah dan bersuara merdu. Akhirnya Sangguana membuat alat musik tersebut yang diberi nama Sasando. Alat musik itu diserahkan pada Raja.

Ketika mendengar suara petikan merdu tersebut, sang Raja kagum dengan alat musik buatan Sangguana. Akhirnya sang Raja menyetujui pernikahan putrinya dengan Sangguana.

Dahulu Sasando Sanggana yang dikenal sekarang berdawai tujuh. Dawai tersebut dibuat dari akar pohon Beringin. Kemudian diganti menjadi usus hewan yang sudah dikeringkan.

Berkembangnya alat musik yang dipetik seperti gitar dan biola, membuat bahan sasando berubah. Sasando menggunakan senar kawat untuk dawainya. Menurut cerita, proses pembuatan Sasando mengalami perubahan.

Awalnya, musik Sasando memiliki nada yang disesuaikan seperti alat musik gong. Jumlah dawai awalnya 7 berubah menjadi 9 dan 10. Cerita lain menyebutkan penemu Sasando berawal dari dua orang sahabat.

Sahabat tersebut adalah Lunggi Lain dan Balok Ama Sina. Mereka adalah penggembala domba yang kemudian membuat sasando. Awalnya mereka menemukan wadah penampung air tuak yang terbuat dari daun lontar.

Kemudian mereka mengubah lembaran daun lontar menjadi semacam benang atau fifik (dalam bahasa Rote). Benang tersebut dikencangkan kemudian dipetik. Ternyata benang tersebut menghasilkan suara.

Tetapi fifik tersebut mudah putus. Akhirnya Lunggu dan Ama Sina mengembangkan benang untuk alat musik petik mereka. Hasilnya suara Sasando dulu hampir mirip dengan suara gong.

Jenis Sasando

Ada dua jenis Sasando yaitu Sasando Gong dan Sasando Biola, berikut penjelasannya:

1. Sasando Gong

Jenis Sasando ini terbuat dari daun lontar yang utuh dan dibentuk melengkung. Tempat senar dibuat dari batang bambu, kayu berbentuk segitiga sebagai penyangga senar, dan tali senar nilon untuk alat petik penghasil bunyi. Tali senar nilon ini bisa menghasilkan nada yang bervariasi dan merdu.

2. Sasando Biola

Alat musik ini merupakan sasando modifikasi namun masih mempertahankan bentuk aslinya. Bagian yang dimodifikasi adalah jumlah tali senar pada dawai.

Dahulu sedangkan Sasando Biola memakai garis tengah bundaran pada daun lontar. Potongan kayu Senda dipakai untuk mengganjal tali senar.

Itulah penjelasan mengenai alat musik tradisional Sasando dari NTT. Alat musik ini menghasilkan suara merdu dan memiliki sejarah menarik.

9 Jenis Pakaian Daerah Maluku, Ciri Khas, dan Penjelasannya

Aflah Indonesia – Kebudayaan Indonesia begitu beragam. Dari mulai kesenian tradisional, tradisi memasak, hingga ranah mode unik dengan berbagai pakaian tradisionalnya. Salah satu yang menarik untuk dibahas adalah pakaian adat khas dari daerah Maluku, guys.

Berbeda dari pakaian tradisional pada umumnya yang memiliki desain kompleks, pakaian daerah Maluku justru terkesan minimalis. Desain pakaiannya lebih sederhana dan mudah dipakai.

Meski begitu, pakaian daerah dari Bumi Seribu Pulau ini tetap berkesan. Hal ini karena, aksesori dan detail pakaiannya cenderung unik sehingga menambah kesan menarik ketika dikenakan.

Tradisi Penggunaan Pakaian Adat Maluku

9 Jenis Pakaian Daerah Maluku

Daya tarik dari Maluku sangat beragam, mulai dari makanan khas Maluku, alat musik tradisional Maluku, tarian Maluku, kebiasaan masyarakat Maluku, sumber daya alamnya, hingga ragam pakaian adat khas daerah Maluku sangat menarik untuk dikulik.

Melansir laman Mata Maluku, ternyata setiap strata tradisional Maluku punya gaya berpakaian adat tersendiri, lho. Misalnya, pakaian tradisional untuk raja akan tampak berbeda dibandingkan dengan untuk bangsawan dan rakyat biasa.

Selain itu, sama seperti daerah lain, pemakaian pakaian adat di Maluku juga disesuaikan dengan bentuk acaranya. Jadi, penggunaan pakaian adat ini tidak dilakukan sembarangan.

Umumnya, pakaian adat dikenakan ketika ada upacara adat atau seremonial lain. Serta, pakaian yang digunakan pun harus disesuaikan dengan acara.

Misalnya, untuk acara adat atau daerah, penggunaan pakaian adat mungkin harus disesuaikan dengan standar strata. Namun, untuk acara semi formal, pakaian daerah yang dikenakan bisa lebih bebas dan modern.

Jenis-Jenis Pakaian Adat Daerah Maluku dan Penjelasannya

guys, pakaian adat daerah Maluku ternyata terdiri dari banyak jenis atau macam. Melansir berbagai sumber, berikut kami rangkum beberapa jenis pakaian adatnya yang populer sebagai berikut:

1. Baju Adat Cele

Merupakan salah satu pakaian tradisional khas Ambon, Maluku. Desainnya didominasi oleh warna putih dan merah, serta motif garis-garis geometris.

Untuk perempuan, baju cele ini terdiri dari kebaya putih, kain sarung untuk bawahan, konde, hiasan kepala, selop, serta disempurnakan dengan kain lenso yang dikalungkan di leher.

Fakta menarik, ketika seorang perempuan mengenakan pakaian cele, maka ia akan disebut sebagai nona baju Cele Kaeng atau nona kain salele.

Sedangkan untuk laki-laki, setelan ini terdiri dari kemeja putih berkerah melingkar, celana kain putih atau hitam, serta luaran jas bewarna merah dengan motif perak atau pun emas.

Biasanya, baju cele dipakai dalam upacara adat seperti pelantikan raja, acara cuci negeri, pesta negeri, atau acara adat lainnya. Presiden Jokowi juga pernah mengenakan baju adat ini saat berkunjung dan menerima gelar adat kehormataan dari rakyat Maluku.

Baca juga : Mengenal Suku Baduy dan Wasiat Leluhurnya untuk Menjaga Alam

2. Pakaian Baniang

Pakaian baniang ini sebenarnya merupakan pakaian tradisional suku Jawa yang tinggal di daerah Maluku. Namun, seiring berjalannya waktu, pakaian ini akhirnya menjadi populer dan sering digunakan oleh warga lokal Maluku.

Pakaian baniang atau yang disebut sebagai baniang putih ini juga tersedia untuk laki-laki dan perempuan.

Untuk laki-laki biasanya terdiri dari kemeja baniang putih, mirip seperti pakaian adat Maluku biasa tapi perbedaannya terletak pada kerah. Pakaian ini juga biasanya dilengkapi dengan jas atau rompi hitam. Sedangkan untuk perempuan, pakaian terdiri dari kebaya putih dengan corak tipis.

3. Pakaian Adat Maluku Selanjutnya Adalah Baju Koja

Merupakan pakaian adat Maluku Utara. Berdasarkan sejarahnya, penggunaannya biasanya untuk golongan pemuda bangsawan. Ini merupakan salah satu pakaian adat Maluku yang sederhana dan kerap digunakan dalam acara semi formal.

Untuk desainnya, baju koja terdiri dari kain bewarna kuning dan hijau. Untuk laki-laki, aksesori tambahan yang dikenakan adalah jubah pancang dan celana bahan. Sementara untuk perempuan, biasanya dipadukan dengan kebaya dan songket bewarna kuning dan hijau.

4. Kebaya Hitam Gereja

Mayoritas masyarakat Maluku memeluk agama Kristen. Nah, pakaian masyarakat sana yang kerap digunakan untuk beribadah ke gejera kini berkembang menjadi salah satu pakaian daerahnya yang khas.

Selaras dengan namanya, pakaian daerah ini identik dengan warna hitam. Kebaya hitam dengan corak tertentu untuk perempuan, serta kemeja panjang dan jas hitam untuk laki-laki.

5. Manteren Lamo

Manteren lamo merupakan pakaian adat daerah Maluku Utara yang berdasarkan sejarahnya khusus digunakan oleh keturunan kerajaan.

Merupakan pakaian para Sultan kerajaan dan menjadi salah satu peninggalan dari kerajaan Ternate dan Tidore. Umumnya, para sultan mengenakan pakaian ini saat perayaan adat.

Adapun bahan utama dari pakaian daerah yang satu ini adalah jas merah dengan bordir emas dan detail yang lebih kompleks.

Fakta unik, pakaian adat satu ini jarang ditemukan modifikasinya. Pasalnya, baju ini memiliki nilai adat tinggi. Bagi masyarakat Maluku, memodifikasi pakaian manteran lamo bisa menjadi bentuk penghinaan tersendiri bagi budaya mereka.

6. Kimun Gia, Pakaian Adat Maluku yang Sederhana tapi Elegan

Nah, jika manteren lamo digunakan oleh para Sultan, kimun gia ini umumnya digunakan oleh para permaisuri Maluku Utara. Desainnya sederhana, seperti kebaya putih pada umumnya.

Hanya saja detail dari pakaian ini berbeda, yakni menggunakan bahan satin, aksesori berupa emas dan berlian, serta bawahannya menggunakan kain songket. Sederhana tapi tetap elegan.

7. Baju Nona Rok

Merupakan pakaian tradisional yang kerap dikenakan saat pesta adat. Biasanya khusus digunakan oleh para perempuan yang menari di sana.

Baju nona rok yang dikenakan oleh perempuan tersebut merupakan modifikasi dari baju kimun gia. Ini merupakan perpaduan dari baju kebaya putih Maluku yang ditambahkan kain lenso dan hiasan kepala yang memiliki warna lebih mencolok.

8. Kebaya Dansa

Ini merupakan istilah yang merujuk pada pakaian khusus laki-laki yang digunakan saat ia berdansa dengan perempuan Maluku yang mengenakan baju nona rok. Meski bernama kebaya, tetapi pakaian ini berbentuk kemeja tak berkancing dan memiliki kerah melingkar. Warnanya juga biasanya menyesuaikan dengan warna baju nona rok yang dikenakan pasangan perempuan.

9. Baju Bangsawan

Merupakan pakaian adat Maluku Utara yang khusus digunakan oleh para kaum bangsawan.

Untuk laki-laki, pakaian ini terdiri dari jubah putih panjang selutut dengan bordir emas. Bawahannya berupa celana panjang bewarna putih atau hitam. Biasanya, setelan ini juga dipadukan dengan peci bewarna emas untuk menunjukkan identitas bangsawan mereka.

Sementara untuk perempuan, setelan baju bangsawan terdiri dari kebaya putih dengan bawahan kain songket bewarna senada atau putih keemasan. Biasanya dipadukan dengan perhiasan berupa emas atau berlian.

Seiring berjalannya waktu, baju bangsawan ini biasanya digunakan oleh para golongan pejabat atau tamu penting yang sedang berkunjung ke Maluku Utara.

Itulah ulasan seputar baju adat daerah Maluku dan jenis-jenisnya. Ternyata sangat beragam dan unik, ya.guys juga bisa mengenalkan tentang macam-macam baju daerah Maluku ini kepada si kecil untuk menambah pengetahuannya tentang budaya Indonesia.

Mengenal Suku Baduy dan Wasiat Leluhurnya untuk Menjaga Alam

Aflah Indonesia – Di tengah kepungan hutan beton yang diisi mal dengan beragam diskon serta apartemen dengan harga selangit, terkadang kita masih melihat warga Suku Baduy (Suku Badui) melintas di pinggir jalan, tak beralas kaki, mengenakan baju kain sederhana, berikut ikat di kepalanya. Kalau ditanya, mereka menjawab hendak menjual madu atau mengunjungi saudara di kota.

Orang Baduy menyebut diri mereka Urang Kanekes atau Orang Kanekes. Kata ‘baduy’ merupakan sebutan dari peneliti Belanda, mengacu pada kesamaan mereka dengan kelompok Arab Badawi yang gemar berpindah-pindah.

Suku Baduy bermukim tepat di kaki pegunungan Kendeng di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Pemukiman mereka berjarak sekitar 40 km dari Rangkasbitung, pusat kota di Lebak, Banten.

Tiga Lapisan Suku Baduy

Suku Baduy dan Wasiat Leluhurnya untuk Menjaga Alam

Orang Baduy berbicara menggunakan bahasa Sunda dan bahasa Indonesia. Mereka memang punya hubungan dengan orang Sunda, meski berbeda kepercayaan.

Ada tiga lapisan di Suku Baduy, yakni Baduy Dangka, Baduy Luar, dan Baduy Dalam.

Warga Baduy Dangka sudah tinggal di luar tanah adat. Mereka tak lagi terikat oleh aturan atau kepercayaan animisme Sunda Wiwitan yang dijunjung Suku Baduy.

Mereka juga sudah mengenyam pendidikan dan paham teknologi.

Lalu warga Baduy Luar merupakan yang tinggal di dalam tanah adat. Mereka masih menjunjung kepercayaan Sunda Wiwitan.

Di tengah kehidupan yang masih tradisional, mereka sudah melek pendidikan dan teknologi.

Ciri khas mereka terlihat dari pakaian serba hitam dan ikat kepala biru.

Yang terakhir merupakan warga Baduy Dalam atau Baduy Jero. Mereka bermukim di pelosok tanah adat. Pakaian mereka serba putih.

Kepercayaan Sunda Wiwitan masih kental di Baduy Dalam. Warga di sini juga dianggap memiliki kedekatan dengan leluhur.

Mereka tak mengenyam pendidikan, melek teknologi, bahkan tak beralas kaki, karena hidup apa adanya dirasa sebagai cara untuk tetap dekat dengan Yang Maha Esa.

Eksistensi Baduy Dalam dilindungi oleh Baduy Dangka dan Baduy Luar. Kedua lapisan ini bertugas menyaring “hempasan informasi dari dunia luar” sehingga adat istiadat Suku Baduy tetap terjaga.

Jika warga Baduy Dangka banyak yang membuka usaha jasa pemandu wisata, tempat makan, dan penjual oleh-oleh, maka warga Baduy Luar dan Baduy Dalam masih banyak yang berternak dan bertani.

Persawahan di Desa Kanekes masih terjaga keasriannya, meski sudah semakin banyak pabrik yang dibangun di Rangkasbitung.

Hasil pertanian mereka biasanya dijual di Pasar Kroya, Pasar Cibengkung, dan Ciboleger.

Baca juga : 10 Motif Batik Paling Populer di Indonesia

Pemerintahan Suku Baduy

Mengutip tulisan di situs resmi Pemprov Banten, Suku Baduy mengenal dua sistem pemerintahan, yaitu sistem nasional, yang mengikuti aturan negara Indonesia, dan sistem adat yang mengikuti adat istiadat yang dipercaya masyarakat.

Kedua sistem tersebut digabung atau diakulturasikan sedemikian rupa sehingga tidak terjadi benturan. Secara nasional, warga dipimpin oleh kepala desa yang disebut sebagai jaro pamarentah, yang ada di bawah camat, sedangkan secara adat tunduk pada pimpinan adat tertinggi, yaitu pu’un.

Jabatan pu’un berlangsung turun-temurun, namun tidak otomatis dari bapak ke anak, melainkan dapat juga kerabat lainnya.

Jangka waktu jabatan pu’un tidak ditentukan, hanya berdasarkan pada kemampuan seseorang memegang jabatan tersebut.

Sebagai tanda kepatuhan kepada penguasa, Suku Baduy secara rutin melaksanakan tradisi Seba ke Kesultanan Banten.

Sampai sekarang, upacara seba tersebut terus dilangsungkan setahun sekali, berupa menghantar hasil bumi (padi, palawija, buah-buahan) kepada Gubernur Banten (sebelumnya ke Gubernur Jawa Barat), melalui Bupati Kabupaten Lebak.

Kepercayaan Suku Baduy

Menurut kepercayaan yang mereka anut, Suku Baduy mengaku keturunan dari Batara Cikal, salah satu dari tujuh dewa yang diutus ke bumi.

Asal usul tersebut sering pula dihubungkan dengan Nabi Adam sebagai nenek moyang pertama.

Adam dan keturunannya, termasuk Suku Baduy, mempunyai tugas bertapa demi menjaga harmoni dunia.

Oleh sebab itu Suku Baduy sangat menjaga kelestarian lingkungannya dalam upaya menjaga keseimbangan alam semesta. Tak ada eksploitasi air dan tanah yang berlebihan bagi mereka. Cukup adalah batasannya.

Objek kepercayaan terpenting bagi Suku Baduy adalah Arca Domas, yang lokasinya dirahasiakan dan dianggap paling sakral.

Suku Baduy mengunjungi lokasi tersebut untuk melakukan pemujaan setahun sekali pada bulan Kalima, yang pada tahun 2003 bertepatan dengan bulan Juli.

Hanya pu’un (ketua adat tertinggi) dan beberapa anggota masyarakat terpilih saja yang mengikuti rombongan pemujaan tersebut.

Di kompleks Arca Domas tersebut terdapat batu lumpang yang menyimpan air hujan. Apabila pada saat pemujaan ditemukan batu lumpang tersebut ada dalam keadaan penuh air yang jernih, itu merupakan pertanda bahwa hujan pada tahun tersebut akan banyak turun, dan panen akan berhasil baik.

Sebaliknya, apabila batu lumpang kering atau berair keruh, maka merupakan pertanda kegagalan panen.

Aturan berkunjung ke Desa Kanekes Suku Baduy

Mengutip Indonesia Kaya, Desa Kanekes bisa dikunjungi melalui Terminal Ciboleger sebagai pemberhentian terakhir kendaraan bermotor.

Dari sini pemandu akan mengajak wisatawan melintasi bukit masuk ke dalam hutan hingga menemukan desa warga Baduy Luar.

Bagi yang sempat mengunjungi Suku Baduy pasti bakal terkagum-kagum dengan pemandangan alamnya yang indah dan perilaku warganya yang ramah tamah.

Namun selama kunjungan, turis wajib menjaga adat istiadat Suku Baduy.

Aturan berkunjung yang paling utama ialah menjaga kelestarian alam, dengan tak membuang sampah sembarang, menggunakan barang dalam kemasan sekali pakai, dan menggunakan pasta gigi dan sabun di sungai.

Aturan lain tergantung wilayah yang bakal didatangi, Baduy Luar atau Baduy Dalam.

Karena Suku Baduy punya konsep menjauh dari hal yang berbau duniawi, sebaiknya datang dengan pakaian tertutup serta melupakan gadget yang dibawa, seperti telepon genggam atau kamera. Warga Baduy Dalam juga dikenal tak suka dipotret.

Kalau masih bingung dengan aturan berkunjung ke sana, sebaiknya datang bersama pemandu wisata yang merupakan warga Suku Baduy. Selain bisa menjelaskan adat istiadat lebih lengkap, usaha ini juga sebagai bentuk memajukan perekonomian Suku Baduy.

Namun, Desa Kanekes tetap terlarang bagi warga negara asing. Beberapa wartawan asing yang mencoba masuk untuk mengenal Suku Baduy sampai sekarang selalu ditolak masuk.

10 Motif Batik Paling Populer di Indonesia

Aflah Indonesia – Indonesia   sangat   kaya   dengan    beragam   kain  batik, termasuk  motifnya. Setiap  daerah di Indoesia memiliki ciri khas  motif  batik,  dari motif-motif yang khas tersebut kita bisa  mengenali  dari  mana motif batik itu berasal.  Berikut ini  adalah  10  motif  batik paling populer beberapa daerah yang diolah  dari berbagai sumber:

10 Motif Batik Paling Populer di Indonesia

1. Motif Batik Tujuh Rupa (Pekalongan)

Motif batik tujuh rupa dari Pekalongan ini sangat kental dengan nuansa alam. Pada umumnya, batik Pekalongan menampilkan bentuk motif bergambar hewan atau tumbuhan. Motif-motif tersebut diambil dari berbagai campuran kebudayaan lokal dan etnis cina. Pasalnya, dulu Pekalongan adalah tempat transit para pedagang dari berbagai negara. Sehingga, akulturasi budaya itulah yang membuat batik Pekalongan sangat khas dengan alam, khususnya motif jlamprang, motif buketan, motif terang bulan, motif semen, motif pisan bali dan motif lung-lungan.

2. Motif Batik Sogan (Solo)

Motif batik Sogan sudah ada sejak zaman nenek moyang orang Jawa beberapa abad lalu. Batik ini, didominasi oleh warna cokelat muda dan memiliko motif yang khas seperti, bunga dengan aksen titik-titk atau lengkungan garis. Dulunya, batik ini dipakai raja-raja di Jawa khususnya keraton kesultanan Solo. Namun, sekarang dapat dipakai oleh siapa saja, baik warga keraton maupun orang biasa.

3.  Motif Batik Gentongan (Madura)

Motif Gentongan berbeda dengan batik lainnya. Batik asal madura ini menggunakan motif abstrak sederhana, tanaman atau kombinasi keduanya. Warna batik Gentongan biasanya mengambil warna terang seperti merah, kuning, hijau, atau ungu. Batik Gentongan sendiri diambil dari gentong, yakni gerabah yang dipakai sebagai wadah untuk mencelup kain batik pada cairan warna.

4.  Motif Batik Mega Mendung (Cirebon)

Motif batik Mega Mendung cukup sederhana namun memberi kesan mewah. Motif mendung di langit mega yang berwarna cerah inilah yang membuat batik Mega Mendung sangat cocok dipakai orang tua maupun anak muda, baik perempuan maupun laki-laki.

5. Motif Batik Kraton (Yogyakarta)

Motif batik Keraton berasal dari kebudayaan jawa yang kental dengan sistem kekratonan dan kesultanannya. Batik keraton ini melambangkan kearifan, kebijaksanaan, dan juga kharisma raja-raja jawa. Dulunya, batik asal Yogya ini hanya boleh dipakai warga keraton saja, namun sekarang sudah umum dipakai siapa saja. Ciri motif batik Keraton adalah motif bunga yang simetris atau saya burung yang dikenal sebagai motif sawat lar. Motif ini bisa dibilang paling banyak dipakai baik oleh orang Indonesia maupun orang luar negeri.

6.  Motif Batik Simbut (Banten)

Motif batik Simbut berbentuk daun yang menyeruai daun talas. Motif tersebut merupakan motif yang paling sederhana, hanya menyusun dan merapikan satu jenis motif saja. Motif Simbut berasal dari suku  Badui pedalaman di Sunda yang kental dengan peradaban lama. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, para penduduk badui yang menerima modernitas mengembangkan batik ini di daerah pesisir Banten. Sehngga batik motif Simbut dikenal juga dengan batik Banten.

Baca juga : Pertunjukan Tradisional Indonesia yang Memukau Dunia

7. Motif Parang (Pulau Jawa)

Parang berasal dari kata pereng atau miring. Bentuk motifnya berbentuk seperti huruf “S” miring berombak memanjang.Motif Parang ini tersebar di seluruh Jawa, mulai dari Jawa Tegah, Jogjakarta dan Jawa Barat. Biasanya, perbedaannya hanya terletak pada aksen dari batik Motif parang tersebut. Misalkan, di Jogja ada motif Parang Rusak dan Parang Barong, di Jawa Tengah ada Parang Slobog, serta di Jawa Barat ada Parang Klisik.

8.  Motif Kawung (Jawa Tengah)

Motif batik ini terinspirasi buah kolang kaling. Bentuk kolang kaling yang lonjong tersebut disusun empat sisi membentuk lingkaran. Motif Kuwung sering diidentikan dengan motif sepuluh sen kuno, karena bentuknya yang bulat dengan lubang ditengahnya. Motif ini berasal dan berkembang di Jawa Tengah dan Jogjakarta. Biasanya motifnya sama, hanya bedanya pada hiasan atau aksennya saja. Batik ini juga termasuk motif batik Indonesia yang paling banyak dipakai.

9.  Motif Pring Sedapur (Magetan)

Motif batik Pring Sedapur memiliki ciri khas yang simpel namun elegan. Motif yang dipakai adalah motif bambu, sehingga sering juga disebut sebagai batik Pring. Batik ini tidak hanya indah dalam kesederhanaan motifnya, tetapi memiliki filosofi yang sederhana pula. Dimana bambu memberikan makna ketentraman, keteduhan dan kerukunan. Selain itu, bambu/pring juga mempunyai filosofi mendalam bagi orang Jawa, yakni apa saja dalam diri kita haruslah memberikan manfaat bagi orang lain, sejak lahir sampai mati.

10.  Motif Geblek Renteng (Kulon Progo)

Batik geblek renteng merupakan motif batik yang menyerupai bentuk makanan khas Kulon Progo. Bentuknya berupa pola angka delapan. Geblek makanan olahan dari singkong dan merupakan satu makanan khas yang menjadi identitas Kulon Progo, sementara renteng berarti rentengan atau ikatan satu sama lain saat digoreng. Motif geblek renteng adalah motif batik dari hasil lomba desain batik khas Kulonprogo yang diadakan  tahun 2012 lalu. Saat ini motif ini semakin popular setelah pada hari-hari tertentu seluruh pegawai di Pemkab Kulon Progo dan siswa sekolah diwajibkan untuk memakainya. Dampaknya perajin batik di sentra batik Kecamatan Lendah omzetnya naik cukup signifikan. (AWB)

Pertunjukan Tradisional Indonesia yang Memukau Dunia

Pertunjukan Tradisional Indonesia yang Memukau Dunia

Aflah Indonesia – Indonesia memiliki berbagai macam warisan seni dan budaya yang kental. Tak heran jika Indonesia memiliki berbagai keanekaragaman seni pertunjukan khas yang menarik di tiap daerah seperti: tari, wayang, teater, dan masih banyak lainnya yang menjadi daya tarik wisatawan.

Bahkan sudah banyak seni pertunjukan tradisional Indonesia yang memukau dunia dan kemudian menjadi wisata seni bernilai tinggi. Apa saja seni pertunjukan tersebut?

Tari Kecak, Bali

Inilah tarian khas Bali yang menjadi pelengkap destinasi wisata rohani dan budaya di sana. Awalnya, Tari Kecak merupakan ritual kuno Bali yang disebut sebagai Sanghyang yang bertujuan mengusir roh jahat.

Namun saat ini Tari Kecak tidak hanya menjadi seni pertunjukan tradisional saja, melainkan menjadi drama musikal yang indah. Pasalnya, Tari Kecak menceritakan pewayangan Ramayana yang banyak diminati wisatawan dalam dan luar negeri.

Keunikan dari pertunjukan Tari Kecak adalah perpaduan iringan suara musik gamelan, dengan suara “Cak! Cak! Cak!” dari 50-70 orang penarinya.

Tari Barong, Gianyar, Bali

Seni pertunjukan tradisional khas Bali yang tidak kalah memukau adalah Tari Barong. Bahkan pementasan Tari Barong di daerah Gianyar, Bali sudah dikenal wisatawan mancanegara sejak 1930 silam.

Tari Barong menampilkan dua orang penari yang lincah dengan gerakan yang kompak. Dalam kepercayaan Bali, tarian ini ada tokoh Barong berwujud singa yang dianggap sebagai Raja Roh, dan dikenal sebagai malaikat pelindung. Sementara itu, ada Rangda yang dikenal sebagai Ratu Iblis, dan menjadi lawan Barong.

Pertunjukan Ramayana, Prambanan

Bukan hanya dikenal sebagai candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, di Prambanan kita juga bisa menikmati seni pertunjukan tradisional yang memukau. Pertunjukan seni tersebut dikenal dengan Sendratari Ramayana, atau Ramayana Ballet.

Sendratari Ramayana dipentaskan lebih dari 200 penari serta para pemain gamelan tradisional. Berbeda dengan seni pertunjukan lainnya, Sendratari Ramayana menampilkan tarian dan drama tanpa dialog. Kerennya, penampilan Sendratari Ramayana berhasil memukau Raja dan Ratu Belanda Willem-Alexander dan Maxima Zorreguieta Cerruti, saat berkunjung ke Prambanan pada Maret 2020.

Pencak Silat

Bukan hanya tarian, seni pertunjukan tradisional Indonesia yang tidak kalah menarik adalah Pencak Silat. Pencak Silat sebagai seni bela diri dipercaya memiliki seluruh elemen yang membentuk warisan budaya Indonesia.

Pencak Silat telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai “Warisan Budaya Tak Benda”. Tentunya pencapaian Pencak Silat di mata dunia sudah memiliki peran penting dan berkontribusi dalam mengenalkan Indonesia di dunia internasional.

Artikel Lainnya : Mengenal Seven Summit Indonesia

Angklung, Jawa Barat

Pertunjukan seni alat musik tradisional Indonesia juga mulai dikenal masyarakat dunia, seperti angklung. Salah satu sanggar seni angklung, Saung Mang Udjo, menjadi penyebar keindahan harmoni getaran bambu tersebut hingga ke belahan dunia lainnya. Pada 2010 silam, angklung berhasil masuk ke dalam “Daftar Warisan Budaya Tak Benda” oleh UNESCO.

Reog Ponorogo, Ponorogo, Jawa Timur

Reog adalah ikon kota Ponorogo di Jawa Timur. Salah satu keunikan dari Reog Ponorogo ada pada kostum yang beratnya hingga 50 kg! Mengejutkannya lagi, setiap pemain Reog hanya menggunakan giginya untuk mengangkat kostum tersebut.

Kepopuleran Reog Ponorogo ternyata sudah terdengar hingga ke mancanegara. Beberapa negara yang telah dibuat kagum dengan pertunjukan Reog Ponorogo antara lain: Amerika Serikat, Inggris, Spanyol, Korea, hingga Filipina.

Gamelan, Jawa Tengah

Membahas musik tradisional yang mendunia, tidak boleh lupa memasukkan gamelan ke dalam daftar. Alat musik tradisional asal Indonesia satu ini sudah masuk ke dalam kehidupan masyarakat, seperti: upacara adat Jawa hingga mengiri tarian dan wayang.

Satu hal yang menarik, tidak hanya orang Indonesia saja yang belajar bermain gamelan. Namun juga masyarakat luar negeri, seperti: Australia, Kanada, Inggris, hingga Amerika Serikat.

Tari Saman, Aceh

Berlibur ke Aceh jangan lupa menyaksikan langsung salah satu tari tradisional Indonesia yang memukau dunia, yaitu tari Saman. Berbeda dengan tarian pada umumnya, keunikan dari tari tradisional satu ini, tidak menggunakan alat musik.

Tarian Saman hanya menampilkan gerakan tepuk tangan, menjentikkan jari, menggoyangkan badan dan kepala, dan beberapa gerakan gesit lainnya. Keunikannya tidak hanya itu, setiap gerakan penari Saman mengandung nilai filosofi alam, lingkungan, dan kehidupan masyarakat Gayo.

Berkat kepopuleran, orisinalitas, dan keunikannya tersebut, Tari Saman diakui diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda asal Indonesia yang tak tergantikan.

Tari Piring, Sumatera Barat

Ini adalah salah satu keindahan seni pertunjukan tradisional khas Minangkabau, Sumatera Barat. Tari Piring biasanya dipentaskan pada acara pernikahan, penyambutan tamu, hingga upacara adat.

Sangat gesit, karena penari menggerakkan tangan dan tubuhnya sambil membawa piring di kedua tangannya tanpa terjatuh dan pecah. Hebatnya, jika piring dilemparkan ke atas dan pecah, sang penari akan melakukan gerakan di atas pecahan piring tersebut. Ajaibnya, kaki sang penari tidak terluka meskipun menginjak pecahan piring.

Wayang Kulit, Jawa Tengah

Seni pertunjukan tradisional Indonesia yang tak kalah menarik adalah wayang kulit. Keberadaan wayang kulit memang identik dengan budaya Jawa baik di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, maupun Jawa Timur.

Wayang kulit menjadi warisan budaya yang bernilai tinggi. Karena pertunjukan wayang memadukan seni kriya dengan sastra, seni musik, dan seni rupa. Wayang kulit pun juga telah diakui UNESCO sebagai kebudayaan yang mengagumkan di bidang cerita narasi dan warisan budaya.

Lagu Daerah Indonesia dari 34 Provinsi Terlengkap

Dari banyaknya lagu daerah Indonesia, kamu mungkin hanya mengetahui sebagian kecilnya, seperti Ampar-Ampar Pisang, Yamko Rambe Yamko dan Ondel Ondel. Hal itu dikarenakan tiga lagu tersebut merupakan lagu terkenal yang paling sering diputar. Namun sebenarnya, masih banyak lagu daerah Indonesia lainnya yang belum diketahui. Untuk itu, pada kesempatan kali ini Aflah Indonesia akan mengulas secara lengkap lagu daerah Indonesia dari 34 provinsi khusus untuk kamu. Simak bersama-sama, yuk!

Sekilas tentang Lagu Daerah

Sebelum mengulas lebih jauh tentang lagu daerah Indonesia, ada baiknya jika kamu mengetahui terlebih dahulu sekilas informasi dasar tentang lagu daerah itu sendiri. Sesuai dengan namanya, lagu daerah merupakan sebuah lagu yang berasal dari suatu daerah, dan biasanya memiliki tema kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Pengambilan tema tersebut ditujukan, agar lagu ini dapat dengan mudah dipahami oleh para pendengarnya dan diterima di berbagai kegiatan masyarakat.

Lagu Daerah Indonesia dari 34 Provinsi Terlengkap

Di samping itu, lagu daerah Indonesia umumnya juga memiliki lirik yang sesuai dengan bahasa daerahnya masing-masing, contohnya seperti lagu Rasa Sayange dari Maluku dan Manuk Dadali dari Jawa Barat.

Selain itu, pencipta dari lagu daerah Indonesia pun umumnya anonim atau tidak diketahui. Meski begitu, lagu daerah tetap populer karena sering dinyanyikan oleh masyarakat daerah setempat, maupun masyarakat lainnya yang tinggal diluar daerah asal terciptanya lagu tersebut.

Fungsi Lagu Daerah

Jika berbicara soal fungsi atau manfaat, lagu daerah Indonesia sejatinya memiliki banyak sekali fungsi, di antaranya yaitu:

  • Sebagai identitas negara
  • Sebagai lagu pengiring untuk sebuah tarian dan pertunjukan
  • Sebagai lagu pengiring untuk upacara adat atau tradisi
  • Sebagai media untuk berkomunikasi
  • Sebagai media untuk bermain
  • Sebagai sarana ekonomi atau mata pencaharian
  • Meningkatkan rasa cinta kebudayaan.

Ciri-ciri Lagu Daerah

Setelah di pembahasan sebelumnya kamu sudah mengetahui sekilas informasi tentang lagu daerah Indonesia beserta fungsinya, maka di pembahasan kali ini kamu akan mengetahui ciri-ciri dari lagu daerah itu sendiri.

Adapun beberapa ciri dari lagu daerah, di antaranya yaitu:

  • Penciptanya tidak diketahui atau anonim
  • Menggunakan bahasa daerah setempat untuk lirik lagu
  • Lagu daerah umumnya diwariskan atau hasil turun-temurun
  • Lagu daerah umumnya memiliki beberapa versi yang disesuaikan dengan daerah lainnya dalam suatu etnis
  • Lagu daerah biasanya terdiri dari dua hingga delapan bait syair.

Lagu Daerah Indonesia dari 34 Provinsi

Seperti yang sudah disinggung di pembahasan sebelumnya, bahwa lagu daerah Indonesia sangat banyak.

Jika dihitung, mungkin ada ratusan bahkan ribuan lagu daerah yang sudah tercipta hingga saat ini.

Pasalnya, Indonesia sendiri memiliki 34 provinsi, yang setiap provinsinya terdiri dari banyak daerah dengan aneka ragam bahasa daerah dan kebudayan.

Maka dari itu, tidak heran apabila Indonesia memiliki lagu daerah yang sangat beragam. Lantas, apa saja lagu daerah tersebut? Yuk simak ulasan lagu daerah Indonesia dari 34 provinsi berikut ini.

Baca juga : 34 Tari Tradisional Asal Indonesia

1. Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

  • Bungong Jeumpa
  • Piso Surit
  • Lembah Alas

2. Provinsi Sumatera Barat

  • Ayam Den Lapeh
  • Badindin
  • Gelang Sipaku Gelang
  • Kampuang Nan Jauh Di Mato
  • Malam Baiko
  • Tak Tong-Tong
  • Dayung Palinggam
  • Anak Daro

3. Provinsi Sumatera Utara

  • Sinanggar Tulo
  • Sing Sing So
  • Sengko-sengko
  • Anju Ahu
  • Butet
  • Dago Inang Sarge
  • Madekdek Magambiri

4. Provinsi Riau

  • Soleram
  • Laksmana Raja di Laut
  • Lancang Kuning
  • Kutang Barendo

5. Provinsi Kepulauan Riau

  • Segantang Lada
  • Pak Ngah Balek

6. Provinsi Jambi

  • Selendang Mayang
  • Timang Timang Anakku Sayang
  • Batanghari
  • Dodoi Si Dodoi
  • Injit Injit Semut
  • Pinang Muda

7. Provinsi Sumatera Selatan

  • Kebile Bile
  • Dek Sangke
  • Cuk Mak Ilang

8. Provinsi Bengkulu

  • Lalan Belek
  • Sungai Suci
  • Umang-umang

9. Provinsi Bangka Belitung

  • Yok Miak

10. Provinsi Lampung

  • Anak Tupai
  • Adi-adi Laun Lambar
  • Cangget Agung
  • Tanoh Lado
  • Muloh Tungga
  • Teluk Lampung
  • Penyandangan
  • Bumi Lampung
  • Lipang Lipandang

11. Provinsi DKI Jakarta

  • Kicir-Kicir
  • Jali-Jali
  • Ondel Ondel
  • Keroncong Kemayoran
  • Lenggang Kangkung
  • Sirih Kuning
  • Ronggeng
  • Surilang

12. Provinsi Jawa Barat

  • Manuk Dadali
  • Bajing Luncat
  • Tokecang
  • Warung Pojok
  • Pileuleuyan
  • Sapu Nyere Pegat Simpay
  • Es Lilin
  • Cing Cangkeling
  • Bubuy Bulan
  • Neng Geulis
  • Panon Hideung

13. Provinsi Jawa Timur

  • Cublak-cublak Suweng
  • Gai Bintang
  • Kembang Malathe
  • Rek Ayo Rek
  • Keraban Sape
  • Tanduk Majeng

14. Provinsi Jawa Tengah

  • Jaranan
  • Gundul Pacul
  • Lir Ilir
  • Jamuran
  • Gambang Suling
  • Bapak Pucung

15. Provinsi Banten

  • Tong Sarakah
  • Jereh Bu Guru
  • Dayung Sampan

16. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

  • Suwe Ora Jamu
  • Sinom
  • Pitik Tukung
  • Te Kate Dipanah

17. Provinsi Bali

  • Janger
  • Macepet Cepetan
  • Meyong-Meyong
  • Dewa Ayu
  • Mejangeran
  • Ngusak Asik

18. Provinsi Nusa Tenggara Timur

  • Anak Kambing Saya
  • Potong Bebek Angsa
  • Orere
  • O Nina Noi
  • Dsaku
  • Lerang Wutun
  • Bolelebo

19. Provinsi Nusa Tenggara Barat

  • Tutu Koda
  • Pai Mura Rame
  • Orlen-orlen
  • Helele U Ala De Teang
  • Moree
  • Tebe Onana

20. Provinsi Kalimantan Tengah

  • Manasai
  • Nuluya
  • Tumpi Wayu
  • Oh Indang Oh Apang
  • Palu Lempong Popi

21. Provinsi Kalimantan Barat

  • Cik Cik Periuk
  • Alon-alon
  • Kapal Belon
  • Aek Kapuas
  • Masjid Jami

22. Provinsi Kalimantan Timur

  • Oh Adingkoh
  • Indung-Indung

23. Provinsi Kalimantan Selatan

  • Ampar-Ampar Pisang
  • Saputangan Bapuncu Ampat
  • Paris Barantai

24. Provinsi Kalimantan Utara

  • Tuyang
  • Bebalon
  • Pinang Sendawar

25. Provinsi Sulawesi Utara

  • Si Patokaan
  • Ea Mokan
  • O Ina Ni Keke
  • Sitara Tillo
  • Tahanusangkara
  • Gadis Taruna
  • Tan Mahurang

26. Provinsi Sulawesi Tengah

  • Topi Gugu
  • Tondok Kadadiangku

27. Provinsi Sulawesi Barat

  • Tenggang Tenggang Lopi

28. Provinsi Sulawesi Selatan

  • Anging Mammiri
  • Pakarena
  • Ammac Ciang
  • Anak Kukang
  • Marencong-rencong
  • Ati Raja
  • Ganrang Pakarena

29. Provinsi Sulawesi Tenggara

  • Tana Wolio
  • Peia Tawa Tawa

30. Provinsi Gorontalo

  • Tahuli Li Mama
  • Moholunga
  • Dabu-Dabu
  • Binde Biluhuta

31. Provinsi Maluku

  • Ayo Mama
  • Ambon Manise
  • Burung Kakatua
  • Naik-Naik Ke Puncak Gunung
  • Mande-mande
  • Nona Manis Siapa Yang Punya
  • Rasa Sayange
  • Saule
  • Sayang Kene
  • O Ulate
  • Ole Sioh
  • Sarinande
  • Kole-Kole
  • Gunung Salahutu
  • Burung Tantina

32. Provinsi Maluku Utara

  • Una Kapita

33. Provinsi Papua

  • Sajojo
  • E Mambo Simbo

34. Provinsi Papua Barat

  • Yamko Rambe Yamko
  • Apuse

Itulah sederet lagu daerah Indonesia dari 34 provinsi beserta fungsi dan ciri-cirinya. Buat kamu yang tertarik dan ingin belajar lebih jauh tentang kebudayaan Indonesia, khususnya lagu daerah, kamu bisa banyak membaca buku, mendengarkan lagu bahkan melanjutkan pendidikan ke kesenian musik daerah.

Tari Tradisional Indonesia

34 Tari Tradisional Asal Indonesia

34 Tari tradisional asal Indonesia yang akan kita bahas kali ini sepertinya sudah cukup membuktikan bahwa Indonesia memang begitu kaya akan budaya dan keanekaragaman.

Tidak hanya tari tradisionalnya saja, Indonesia yang terdiri dari 34 Provinsi, lebih dari 17.000 Pulau, serta kurang lebih 300 kelompok etnik atau suku bangsa juga memiliki segudang lagu-lagu tradisional beserta makanan khas yang beraneka ragam.

Dengan dihuni oleh lebih dari 200 juta penduduk dengan beragam latar belakang, jelas tak heran apabila Indonesia itu sendiri memiliki slogan “Bhineka Tunggal Ika” yang dapat diartikan sebagai “Berbeda-beda Namun tetap Satu”.

Namun diantara begitu banyak kebudayaan yang dimiliki, kali ini kita akan membahas tentang 34 tari tradisional asal Indonesia, yang bahkan beberapanya sudah cukup terkenal di Mancanegara lho.

Penasaran apa sajakah 34 tari tradisional asal Indonesia yang ada? Yuk kita simak bersama-sama.

34 Tari Tradisional Asal Indonesia

1. Tari Saman Meuseukat

Tari Saman merupakan salah satu tari tradisional asal Indonesia yang bahkan sudah cukup dikenal di seluruh mancanegara.

Tarian satu ini merupakan sebuah tarian suku Gayo yang biasa ditampilkan ketika perayaan peristiwa-peristiwa penting di dalam adat.

Maka dari itu, syair yang terdapat di dalam salah satu tarian dari 34 tari tradisional asal Indonesia ini menggunakan Bahasa Gayo.

Di dalam beberapa literatur menyebutkan bahwa Tari Saman dikembangkan oleh Syekh Saman yang merupakan seorang ulama asal Gayo di Aceh Tenggara.

Pada 24 November 2011, Tari Saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia dalam sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Tak Benda UNESCO di Bali.

2. Tari Kecak

Selanjutnya ada Tari Kecak dari Bali yang juga masuk ke dalam 34 tari tradisional asal Indonesia.

Jenis tarian satu ini menggambarkan tentang cerita Pewayangan, khususnya untuk cerita Ramayana yang dipertunjukan dengan seni gerak dan tarian.

Tari Kecak biasanya dimainkan oleh sekelompok penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar yang diiringi dengan irama menyerukan “cak” ketika mengangkat kedua lengan untuk menggambarkan kisah Ramayana ketika barisan kera membantu Rama melawan Rahwana.

Tarian satu ini sangat terkenal di Bali sekaligus menjadi daya tarik para wisatawan yang tengah berkunjung ke Pulau Dewata tersebut.

3. Tari Sekapur Sirih

Tari Sekapur Sirih merupakan tari tradisional Indonesia yang berasal dari Provinsi Jambi, Kepulauan Riau dan Riau.

Tarian ini biasanya menjadi tarian selamat datang guna menyambut para tamu-tamu besar yang hadir di sebuah acara.

Menggambarkan ungkapan rasa putih hati masyarakat dalam menyambut tamu, salah satu tarian dari 34 tari tradisional asal Indonesia ini biasanya ditarikan oleh 9 orang penari perempuan, 3 orang penari laki-laki, 1 orang yang bertugas membawa payung, serta 2 orang pengawal.

4. Tari Jaipong

Tari Jaipong merupakan salah satu jenis tari asal Bandung, Jawa Barat dan sudah cukup populer, khususnya di telinga masyarakat Indonesia.

Diciptakan oleh Seniman berdarah Sunda, Gugum Gumbira dan Haji Suanda, tarian ini merupakan gabungan dari beberapa kesenian seperti Wayang Golek, Pencak Silat, dan Ketuk Tilu.

Maka dari itu, tak heran apabila gerakannya cenderung enerjik namun juga unik, dengan disertai oleh iringan alat musik degung.

Bahkan, tak jarang tarian ini sering mengundang gelak tawa para penonton karena keunikannya yang dihasilkan.

5. Tari Reog Ponorogo

Tarian Reog Ponorogo merupakan tarian daerah yang berasal dari Jawa Timur bagian Barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog itu sebenarnya.

Maka dari itu, di gerbang kota Ponorogo kamu akan bisa melihat hiasan sosok warok dan gemblak yang merupakan dua sosok yang ikut tampil pada saat tari Reog dipertunjukan.

Reog merupakan salah satu dari 34 tari tradisional asal Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistis serta ilmu kebatinan yang kuat.

Terdapat lima versi cerita yang berkembang, namun yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu.

Diceritakan bahwa Ki Ageng Kutu merupakan seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi pada abad ke-15.

Ia melakukan pemberontakan karena murka akan pemerintahan raja yang korup dan terpengaruh kuat oleh istri raja Majapahit yang berasal dari Cina.

Kemudian ia pun meninggal kan sang raja dan mendirikan perguruan bela diri. Namun, ia pun sadar bahwa pasukannya masih terlalu kecil apabila melawan pasukan kerajaan.

Maka dari itu, ia pun membuat pertunjukan seni Reog yang menjadi sindiran untuk raja Kertabhumi dan kerajaannya.

6. Tari Poco-poco

Tidak seperti tarian tradisional yang sudah kita sebutkan sebelumnya, Tari Poco-poco justru lahir di zaman yang sudah modern.

Bahkan, orang awam pun bisa mengikuti gerakan dari tarian ini dalam waktu yang cenderung singkat.

Pada awalnya, tarian ini hanya dikenal di lingkungan TNI dan Polri sebagai gerakan untuk senam pagi saja.

Namun, sepertinya tarian ini mulai mendapatkan hati di masyarakat ketika stasiun televisi TVRI Jakarta mulai menyiarkan program dengan nama Dansa Yo Dansa.

7. Tari Topeng Betawi

Ternyata, Jakarta tidak hanya terkenal karena kesenian ondel-ondelnya saja lho. Kota yang dipenuhi dengan gedung tinggi ini juga memiliki berbagai kesenian tradisional yang unik, salah satunya seperti Tari Topeng Betawi.

Tari Topeng Betawi merupakan salah satu tarian adat masyarakat Betawi yang menggunakan topeng sebagai ciri khasnya.

Perpaduan antara seni tari, musik, dan nyanyian, para penari akan diiringi dengan suara musik dan nyanyian yang lebih bersifat teatrikal dan komunikatif melalui gerakan.

8. Tari Kipas Pakarena

Tari Kipas Pakarena merupakan salah satu ekspresi kesenian masyarakat Gowa yang sering dipentaskan untuk mempromosikan pariwisata Sulawesi Selatan.

Dalam bahasa setempat, “pakarena” berasal dari kata “karena” yang memiliki arti “main”. Maka dari itu, apabila diartikan maka Tari Kipas Pakarena juga memiliki arti “tarian bermain kipas”.

Jenis tarian satu ini memiliki peraturan yang cukup unik, dimana penari tidak diperbolehkan untuk membuka matanya terlalu lebar, sedangkan gerakan kakinya juga tidak boleh diangkat terlalu tinggi.

Tarian ini biasanya berlangsung selama dua jam, sehingga para penarinya juga diharuskan untuk memiliki kondisi fisik yang prima.

9. Tari Andun

Daftar 34 Tari tradisional asal Indonesia selanjutnya adalah Tari Andun yang berasal dari Bengkulu.

Di Bengkulu itu sendiri, Tari Andun biasanya dilakukan pada saat pesta perkawinan, yang mana para Bujang dan gadis menari secara berpasangan pada malam hari sembari diiringi oleh musik kolintang.

Pada zaman dahulu, jenis tarian satu ini digunakan sebagai sarana mencari jodoh setelah selesai panen padi.

Namun saat ini sebagai bentuk pelestarian dari salah satu tari tradisional asal Indonesia, maka Tari Andun masih sering kali digunakan sebagai salah satu sarana hiburan bagi masyarakat.

10. Tari Bendrong Lesung

Tari Bendrong Lesung merupakan salah dari 34 tari tradisional asal Indonesia yang berasal dari Provinsi Banten.

Disebut sebagai Bendrong Lesung karena jenis tarian ini menggunakan sarana berupa lesung dan alu yang merupakan sebuah alat dalam menumbuk padi atau beras.

Tarian ini biasanya dilakukan oleh sekelompok wanita dewasa sebagai ritual masyarakat Banten, terutama ketika tibanya masa panen raya.

Namun seiring berjalannya waktu, Tari Bendrong Lesung juga mulai dilakukan oleh kaum remaja hingga anak-anak.

11. Tari Piring

Tari Piring atau tari piring dalam bahasa Minangkabau merupakan sebuah tarian dari 34 tari tradisional asal Indonesia yang melibatkan atraksi piring di dalamnya.

Nah, para penari ini mengayunkan piring sembari mengikuti gerakan-gerakan cepat yang teratur namun tetap stabil dalam menggenggam piring di tangannya tanpa terlepas.

Gerakan-gerakan yang digunakan di dalam tari piring sebagian besar diambil dari langkah-langkah dalam silat Minangkabau atau silek.

Secara tradisional, jenis tarian ini berasal dari Solok, Sumatera Barat. Tetapi secara umum, tarian ini juga merupakan simbol dari masyarakat Minangkabau.

12. Tari Pendet

Salah satu dari 34 tari tradisional asal Indonesia ini mungkin menjadi salah satu jenis tarian yang cukup populer, melihat bahwa tarian satu ini berasal dari Pulau Dewata yang memang masih sangat kental akan pelestarian budayanya.

Tari Pendet pada awalnya merupakan sebuah tari pemujaan yang banyak diperagakan di Pura, tempat beribadah umat Hindu di Bali.

Namun lambat laun, para seniman Bali merubah jenis tarian satu ini menjadi “ucapan selamat datang”.

13. Tari Serimpi

Tari Serimpi merupakan salah satu dari 34 tari tradisional asal Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah (Surakarta) dan Yogyakarta.

Tarian ini dapat dicirikan dengan empat penari melakukan gerakan gemulai yang menggambarkan kesopanan, kehalusan budi, serta kelemah lembutan yang ditunjukan dari gerakan yang pelan nan anggun sembari diiringi oleh suara musik gamelan.

Sejak dari zaman kuno, Tari Serimpi telah memiliki kedudukan yang cukup istimewa, khususnya di keraton-keraton Jawa yang tidak dapat disandingkan dengan pertunjukan tari lainnya, karena sifat tarian ini yang sakral. Dahulu kala, jenis tarian ini hanya boleh diperagakan oleh orang-orang pilihan keraton.

14. Tari Saronde

Tari Saronde merupakan satu dari 34 tari tradisional asal Indonesia yang ditampilkan pada saat prosesi pernikahan adat masyarakat Gorontalo.

Di Gorontalo itu sendiri, tarian ini diperagakan di dalam serangkaian upacara perkawinan adat masyarakat setempat, di malam pertunangan.

Nah, biasanya tarian ini ditampilkan oleh para penari pria dan penari wanita yang melakukan gerakan khas sembari menggunakan selendang sebagai atributnya.

Jenis tarian ini merupakan salah satu tari tradisional yang cukup terkenal di masyarakat Gorontalo itu sendiri.

15. Tari Selampit Delapan

34 Tari tradisional asal Indonesia selanjutnya adalah Tari Selampit Delapan yang berasal dari Provinsi Jambi dan diperkenalkan untuk pertama kalinya oleh M. Ceylon yang merupakan seorang fotografer senior kelahiran Padang Sidempuan yang pada saat itu tengah bertugas di Dinas Kebudayaan Provinsi Jambi pada tahun 1970-an.

Diberi nama “Selampit Delapan” karena tarian ini menggunakan 8 tali di dalam gerakan tariannya.

Namun saat ini, tali yang pada awalnya digunakan sebagai atribut mulai diganti menjadi selendang agar tarian terlihat lebih menarik.

16. Tari Lilin

Selanjutnya ada Tari lilin yang juga masuk ke dalam 34 tari tradisional asal Indonesia. Pada dasarnya, jenis tarian satu ini merupakan sebuah tarian yang diperagakan oleh sekelompok penari yang membawa lilin menyala di atas sebuah piring di telapak tangan mereka.

Berasal dari Sumatera Barat, Tari Lilin pada awalnya hanya ditampilkan di dalam acara adat, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas pencapaian yang telah didapat oleh masyarakat setempat.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, tarian ini tidak hanya digunakan sebagai ucapa rasa syukur, melainkan juga sekaligus sebagai kesenian dan hiburan.

17. Tari Pinggan

Tari Pinggan merupakan salah satu jenis tarian tunggal tradisional Dayak yang biasanya diperagakan untuk menghibur masyarakat setempat pada saat berlangsungnya acara tradisional, seperti Gawai Dayak ( Pesta Panen Padi), Gawai Belaki Bini ( Pesta Pernikahan), dan masih banyak lagi.

Tari Pinggan terbagi menjadi dua, yaitu Tari Pinggan Laki dan Tari Pinggan Indu yang masing-masing lebih menekankan pada gerakan menarik yang sebagian besar diadopsi dari gerakan silat tradisional.

18. Tari Giring-giring

Tari Giring-Giring yang berasal dari Kalimantan Tengah juga tidak boleh ketinggalan untuk masuk ke dalam salah satu dari 34 tari tradisional asal Indonesia.

Menggunakan tongkat sebagai atributnya, tarian ini diperagakan sebagai bentuk ekspresi kebahagiaan dan rasa senang masyarakat setempat.

Nama Giring-Giring itu sendiri diambil dari nama tongkat yang dimainkan oleh para penari dan berasal dari Suku Dayak Maanyan yang pada saat itu mendiami daerah Kabupaten Barito Timur dan Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah. Masyarakat setempat biasanya menampilkan jenis tarian ini untuk menyambut tamu.

19. Tari Musyoh

Masuk ke dalam 34 tari tradisional asal Indonesia, Tari Musyoh merupakan kepercayaan masyarakat Papua sebagai tarian ritual dalam upaya pengusiran arwah orang-orang yang meninggal karena kecelakaan.

Masyarakat Papua percaya bahwa ketika ada seseorang yang meninggal karena kecelakaan, maka arwah yang bersangkutan tidak akan tenang.

Nah, dikarenakan hal itulah Tarian Musyoh diperagakan sebagai jalan untuk menenangkan arwah tersebut.

20. Tari Piso Surit

Tari Piso Surit berasal dari suku Batak Karo, Sumatera Utara yang biasanya digunakan untuk menyambut para tamu kehormatan di suatu acara adat setempat.

Piso Surit itu sendiri memiliki arti burung yang bernyanyi yang mana juga menggambarkan seorang gadis yang sedang menantikan kedatangan dari sang kekasih.

Biasanya, jenis tarian ini ditampilkan oleh sekelompok wanita dan pria yang terdiri dari lima pasang atau lebih. Kemudian penari menggunakan busana adat dan menari sembari diiringi oleh musik tradisional.

21. Tari Merak

Tari Merak merupakan salah satu dari 34 tari tradisional asal Indonesia yang cukup terkenal dna merupakan jenis tarian khas yang berasal dari Provinsi Jawa Barat.

Sesuai dengan namanya, tarian ini merupakan bentuk ekspresi dari kehidupan seekor burung Merak.

Gerakan-gerakannya pun diambil dari tingkah laku dari burung Merak itu sendiri. Tidak hanya gerakannya yang unik, Tari Merak juga merupakan salah satu jenis tarian modern kontemporer yang mana gerakannya itu sendiri diciptakan secara bebas dengan menggunakan kreasi baru.

22. Tari Kuda Lumping

Selain Tari Merak, Tari Kuda Lumping juga merupakan salah satu dari 34 tari tradisional asal Indonesia yang cukup populer.

Berasal dari Ponorogo, Jawa Timur, tarian ini menampilkan sekelompok prajurit yang tengah menunggang kuda yang terbuat dari bambu atau bahan lainnya yang dianyam dan dipotong hingga menyerupai kuda.

Biasanya, jenis tarian ini hanya menampilkan adegan prajurit berkuda saja. Tetapi tidak jarang pula terkadang salah satu dari 34 tari tradisional asal Indonesia ini juga turut menyuguhkan atraksi kesurupan, kekebalan, serta kekuatan magis seperti memakan beling ataupun kekebalan tubuh terhadap pecutan.

23. Tari Papatai

34 tari tradisional selanjutnya adalah Tari Papatai yang merupakan tarian perang tradisional dari masyarakat suku Dayak di Kalimantan Timur.

Menggambarkan keberanian lelaki ketika menghadapi perang, tarian ini didominasi oleh gerakan yang gesit, lincah, serta akrobatik yang dipadukan dengan seni teatrikal dan seni tari.

Di dalam peragaannya, Tari Papatai dibawakan oleh dua penari pria yang dibalut dengan busana adat Dayak yang disebut sebagai Sapei Sapaq dan biasanya dipentaskan dalam acara menyambut tamu kehormatan atau pada kegiatan budaya lainnya.

24. Tari Jepen

Tari Jepen merupakan salah satu dari 34 tari tradisional asal Indonesia yang berasal dari Kalimantan Timur dan dikembangkan oleh suku Kutai dan suku Banjar, namun terdapat sedikit pengaruh dari kebudayaan Melayu dan Islam di dalam peragaannya.

Dahulu kala, jenis tarian satu ini berfungsi sebagai hiburan dalam rangka penobatan raja-raja dari Kesultanan Kutai Kartanegara di Tenggarong dan sebagai tari pergaulan untuk anak-anak muda setempat.

Namun sejak tahun 1970-an, tarian ini juga turut digunakan di dalam acara penyambutan tamu-tamu daerah, upacara perkawinan, serta mengisi acara-acara besar lainnya.

25. Tari Melinting

Tari Melinting merupakan salah satu jenis tari tradisional asal Lampung yang menggambarkan keperkasaan serta keagungan Keratuan Melinting.

Pada awalnya, tarian ini diperagakan sebagai pelengkap dari acara Gawi Adat, yaitu acara Keagungan Keratuan Melinting.

Karena merupakan tarian untuk keluarga ratu, penarinya pun terbatas dan hanya orang-orang tertentu saja yang boleh melakukannya, seperti putra dan putri Keratuan Melinting.

Namun, seiring berkembangnya waktu tarian ini mulai berkembang menjadi tarian rakyat yang ditampilkan pada acara-acara budaya sekaligus sebagai tarian dalam menyambut Tamu Agung.

26. Tari Cakalele

34 Tari tradisional asal Indonesia selanjutnya adalah Tari Cakalele yang berasal dari Maluku. Berupa tarian perang tradisional yang digunakan dalam penyambutan tamu dan perayaan adat setempat, biasanya tarian ini diperagakan secara berpasangan dan dilakukan oleh 30 pria dan wanita sambil diiringi oleh alat musik drum, flute, dan bia (sejenis musik tiup).

Pada umumnya, di dalam Tari Cakalele para pria akan mengenakan parang dan salawaku atau perisai sementara penari wanita akan menggunakan lenso atau sapu tangan.

Celana dari kostum pria yang berwarna merah melambangkan kepahlawanan, keberanian, serta patriotisme rakyat Maluku.

27. Tari Suanggi

Tari Suanggi merupakan tarian tradisional dari Papua Barat yang mengisahkan tentang seorang suami yang ditinggal mati oleh sang istri karena korban angi-angi atau jejadian.

Masuk ke dalam salah satu dari 34 tari tradisional asal Indonesia, dapat dilihat bahwa jenis tarian satu ini cukup kental dengan nuansa magis yang ada di daerah tersebut.

Di dalam kepercayaan masyarakat Papua, Suanggi itu sendiri digambarkan sebagai roh jahat yang belum mendapatkan kenyamanan di alam baka.

Nah, roh-roh ini biasanya akan merasuki tubuh wanita. Tidak hanya itu saja, roh jahat ini bahkan juga bisa mencelakakan orang lain yang tidak mereka senangi.

28. Tari Serampang Dua Belas

Diciptakan oleh seorang seniman bernama Sauti, Tari Serampang Dua Belas berasal dari daerah Serdang Bedagai, Sumatera Utara, yang menggambarkan tahapan kehidupan sepasang kekasih.

Dinamakan sebagai serampang dua belas karena terdapat dua belas jenis tarian yang menceritakan tahapan yang berbeda-beda.

Mulai dari awal perkenalan, jatuh cinta, hingga pada akhirnya menikah, tarian ini bertujuan untuk memberikan pesan khusus pada wanita dan pria dalam mencari pasangan hidup.

Biasanya, jenis tarian ini dipertunjukan di dalam berbagai acara besar untuk berbagai keperluan, baik itu sebagai hiburan semata, adat, maupun budaya.

29. Tari Janger

Tari Janger merupakan salah satu jenis tarian Bali yang cukup populer dan diciptakan pada sekitar tahun 1930-an.

Janger itu sendiri merupakan tari pergaulan untuk para muda-mudi Bali yang dibawakan oleh 10 pasang penari, yaitu kelompok putri (janger) dan kelompok putra (kecak) sembari menyanyikan lagu Janger secara bersahut-sahutan.

Gerakan dari tarian ini walaupun sederhana namun tetap menunjukan keceriaan dan bersemangat dengan latar belakang musik yang berupa Gamelan Batel atau Tetamburan dan gender wayang.

30. Tari Selamat Datang

Tari Selamat Datang merupakan salah satu dari 34 tari tradisional asal Indonesia yang diperagakan sebagai tari penyambutan untuk para tamu.

Tarian ini biasanya dilakukan oleh penari pria dan wanita untuk menyambut para tamu kehormatan atau tamu penting yang tengah berkunjung.

Di dalam pertunjukannya, para penari akan menggunakan kostum busana tradisional khas Papua yang disertai dengan atribut seperti senjata dan alat musik tradisional Tifa.

Yang membuat tarian ini unik adalah ketika para penari wanita menjemput tamu yang kemudian dilanjutkan dengan memasangkan penutup kepala dan kalung sebagai tanda penghormatan mereka.

31. Tari Tenun Songket

Selanjutnya ada Tari Tenun Songket yang juga merupakan salah satu dari 34 tari tradisional asal Indonesia yang cukup popular.

Tarian ini merupakan jenis tari tradisional dari Sumatera Selatan yang menggambarkan kegiatan remaja putri dan ibu rumah tangga di Palembang dalam memanfaatkan waktu luang dengan menenun kain songket.

Diperagakan oleh lima orang, para penari menggunakan baju khas Palembang yang didominasi oleh warna emas dan tak ketinggalan pula dengan kain songket di bagian bawahnya.

Di dalam pertunjukannya penari akan diiringi oleh alat musik gendang dan musik perkusi yang dimainkan secara bersamaan.

32. Tari Campak

Berasal dari daerah Bangka Belitung, Tari Campak menggambarkan keceriaan dari bujang dan dayang yang biasanya dipertunjukan pada saat panen padi atau sepulang dari ume atau kebun.

Salah satu dari 34 tari tradisional asal Indonesia juga terkadang diperagakan sebagai hiburan dalam berbagai kegiatan, seperti penyambutan tamu atau pada pesta pernikahan.

Tarian ini berkembang pada masa kependudukan banga Portugis di Bangka Belitung yang dapat dilihat dari beberapa gerakan serta busana pada penari wanita yang cukup kental dengan sentuhan gaya Eropa.

33. Tari Maengket

Selanjutnya ada Tari Maengket yang merupakan tarian rakyat dari Minahasa. Salah satu dari 34 tari tradisional asal Indonesia ini dibawakan oleh penari wanita dan pria yang mengenakan pakaian serba putih.

Tidak harus campur wanita dan pria, tarian ini juga bisa dibawakan oleh penari pria maupun penari wanita saja.

Dengan menggunakan gerakan dan irama yang sederhana, Tari Maengket dipertunjukan sebagai rasa syukur terhadap dewi kesuburan.

Maka dari itu, jenis tarian satu ini biasanya ditampilkan pada saat panen. Tetapi selain itu, tarian ini juga bisa dipentaskan sebagai bentuk dari penyambutan tamu agung.

34. Tari Bedana

Jenis tarian terakhir yang masuk ke dalam 34 tari tradisional asal Indonesia adalah Tari Bedana yang merupakan tarian tradisional zapin melayu dari daerah Lampung.

Biasanya dibawakan oleh para pemuda-pemudi di Lampung sebagai ungkapan rasa bahagia di suatu acara tertentu, Tari Bedana diiringi oleh alat musik tradisional khas Lampung seperti gitar gambus, ketipung, dan kerenceng.

Nah, Tari Bedana ini merupakan salah satu tarian daerah yang dipercayai berkembang dari ajaran agama Islam yang menggambarkan kehidupan dan budaya masyarakat Lampung yang ramah dan terbuka.

Indonesia memang terkenal akan budayanya yang beraneka ragam, dan hal ini pula yang menjadikannya sebagai daya tarik wisata yang menarik.

Maka dari itu, tak jarang banyak wisatawan asing yang rela datang ke Indonesia untuk bisa bereksplorasi dan mempelajari langsung budaya-budaya dan keanekaragaman yang terdapat di negara kepulauan terbesar di dunia ini.

Jika masyarakat asing saja tertarik, kamu pun sebagai masyarakat asli Indonesia tidak boleh kalah.